Surabaya, Spotnews.id – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kembali menegaskan pentingnya peran koperasi sebagai pilar utama perekonomian nasional. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri pelantikan pengurus Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Jawa Timur (Dekopinwil Jatim) masa bakti 2025–2030 di Gedung Negara Grahadi, Minggu (15/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 56 pengurus resmi dikukuhkan sebagai jajaran pengurus Dekopinwil Jawa Timur periode 2025–2030 dengan Slamet Sutanto sebagai ketua.
Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa koperasi bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memiliki landasan sejarah dan ideologi yang kuat. Menurutnya, koperasi harus dikembangkan sebagai gerakan ekonomi berbasis kebersamaan yang mampu memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat bawah.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan koperasi modern tidak terlepas dari sejarah berdirinya koperasi pertama di Rochdale pada tahun 1844. Peristiwa tersebut menjadi tonggak awal gerakan koperasi dunia yang lahir sebagai respons terhadap perubahan sosial akibat Industrial Revolution.
“Saya pernah berkunjung ke Rochdale di Greater Manchester. Di sanalah koperasi pertama lahir pada tahun 1844 sebagai jawaban atas dampak Revolusi Industri,” ujar Khofifah.
Ia menambahkan bahwa pada masa tersebut muncul berbagai pemikiran ekonomi sebagai respons atas perubahan sosial, termasuk gagasan dari Karl Marx yang tertuang dalam karyanya Das Kapital. Namun di sisi lain, Inggris juga mengembangkan koperasi sebagai model ekonomi yang menekankan solidaritas sosial.
Menurut Khofifah, di sejumlah negara Eropa koperasi tetap diberi ruang untuk berkembang berdampingan dengan perusahaan besar. Bahkan di pusat-pusat perbelanjaan modern masih tersedia ruang bagi produk koperasi agar usaha kecil tetap memiliki tempat dalam sistem ekonomi.
Ia juga mencontohkan keberhasilan koperasi di berbagai negara yang mampu berkembang menjadi institusi ekonomi besar. Salah satunya adalah Rabobank dari Belanda yang awalnya merupakan koperasi petani dan kini berkembang menjadi salah satu lembaga keuangan besar di dunia.
“Contoh seperti Rabobank menunjukkan bahwa koperasi dapat berkembang menjadi institusi ekonomi yang kuat dan memiliki peran strategis,” jelasnya.
Di Jawa Timur sendiri, Khofifah menyebut terdapat model koperasi yang cukup unik, yakni koperasi yang berhasil mengembangkan usaha hingga memiliki perusahaan sendiri. Model tersebut, menurutnya, dapat menjadi referensi untuk memperkuat gerakan koperasi di daerah.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa penguatan koperasi juga menjadi perhatian pemerintah pusat. Hal itu tercermin dari kebijakan pemisahan antara Kementerian Koperasi dan Kementerian UMKM agar koperasi dapat berkembang lebih fokus dan memiliki peran lebih besar dalam sistem perekonomian nasional.
Selain itu, Khofifah mengungkapkan bahwa pada tahun lalu Jawa Timur berhasil mencapai target pembentukan 8.494 Koperasi Desa Merah Putih di seluruh desa di provinsi tersebut. Hingga pertengahan Maret 2026, sebanyak 997 koperasi desa telah beroperasi dan mulai menjalankan aktivitas ekonomi di tingkat desa.
Ia berharap jumlah koperasi yang aktif tersebut terus meningkat, terutama menjelang peringatan Hari Koperasi Nasional pada 12 Juli mendatang.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Priskianto, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas dukungan yang kuat terhadap pengembangan gerakan koperasi di daerah, khususnya kepada Gubernur Khofifah yang dinilai konsisten mendorong penguatan koperasi sebagai bagian dari ekonomi kerakyatan.
(Sumber: Spotnews.id – Iz)








