Surabaya,Spotnews.id – Kepolisian Daerah Jawa Timur mendalami kronologi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo. Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka bakar.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jatim Kombes Pol. Jules Abraham Abast menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Ia juga mendoakan agar para korban luka segera pulih.
“Kami dari Polda Jawa Timur menyampaikan turut berduka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya tiga orang dalam peristiwa ini. Kami juga mendoakan para korban yang mengalami luka agar segera mendapatkan kesembuhan,” ujar Jules di Surabaya, Kamis.
Berdasarkan informasi awal yang diterima kepolisian, sebanyak 12 orang yang terdiri atas petugas TNBTS, anggota Masyarakat Peduli Api, dan karyawan hotel berangkat menuju lokasi kebakaran di Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka datang untuk membantu upaya pemadaman api.
Namun, sekitar pukul 13.30 WIB, petugas dan relawan di lokasi menerima informasi bahwa sejumlah orang yang turut melakukan pemadaman diduga terjebak di sekitar kawasan kebakaran.
Setelah melakukan pengecekan, petugas menemukan enam korban. Tiga orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan tiga lainnya mengalami luka bakar dan membutuhkan penanganan medis.
“Berdasarkan informasi awal yang kami terima, terdapat enam korban. Tiga orang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka bakar. Saat ini penanganan terhadap para korban menjadi prioritas,” kata Jules.
Untuk penanganan medis, satu korban luka dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tongas, sementara dua korban lainnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Sukapura.
Adapun identitas lengkap para korban serta kondisi medis korban luka masih dalam proses pendataan dan konfirmasi bersama pihak terkait.
Sementara itu, upaya penanganan kebakaran masih berlangsung dengan melibatkan unsur TNBTS, personel kepolisian, relawan, masyarakat, serta pihak terkait lainnya. Kepolisian setempat juga meminta keterangan sejumlah saksi untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai kejadian tersebut.
Jules menegaskan bahwa penyebab kebakaran maupun rangkaian peristiwa yang menyebabkan jatuhnya korban masih dalam proses penyelidikan. Pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian sebelum memperoleh fakta yang cukup dari hasil pemeriksaan di lapangan.
“Untuk penyebab kebakaran maupun rangkaian kejadian yang mengakibatkan adanya korban meninggal dunia dan luka, masih dilakukan pendalaman. Kami tidak ingin berspekulasi sebelum memperoleh fakta yang cukup dari hasil pemeriksaan di lapangan,” tegasnya.
Polda Jatim mengimbau masyarakat agar tidak mendekati kawasan yang masih terdampak kebakaran. Masyarakat juga diminta mematuhi arahan petugas demi menghindari risiko dan menjaga keselamatan bersama.
Pendalaman lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap kronologi secara utuh, termasuk kondisi di lokasi saat proses pemadaman berlangsung hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
(Laporan:Spotnews.id-Ryn)


