Jakarta,Spotnews.id- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa resmi melantik tiga pejabat Eselon I (Pimpinan Tinggi Madya) baru di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Rabu (1/7/2026). Langkah penyegaran struktural ini diambil guna memperkuat kinerja fiskal sekaligus menjaga stabilitas sektor keuangan nasional di tengah dinamika ekonomi global yang kian menantang.
Prosesi pengambilan sumpah jabatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 79/TPA Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Keuangan.
“Hari ini, saya melantik tiga pejabat pimpinan tinggi madya pada posisi yang sangat strategis, yaitu Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan, serta Direktur Jenderal Anggaran,” ujar Menkeu Purbaya dalam upacara pelantikan di Jakarta.
Tiga Wajah Baru di Posisi Krusial Kemenkeu
Adapun ketiga pejabat yang dipercaya oleh Presiden dan Menkeu untuk mengisi posisi vital tersebut adalah:
-
Evita Manthovani – Dilantik sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).
-
Herman Saheruddin – Dilantik sebagai Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK).
-
Sudarto – Dilantik sebagai Direktur Jenderal Anggaran (DJA).
Ketiga sektor yang mengalami pergantian kepemimpinan ini merupakan pilar utama yang bersentuhan langsung dengan ketahanan ekonomi domestik, mulai dari pengelolaan anggaran, optimalisasi aset negara, hingga mitigasi risiko sistemik pada industri keuangan nasional.
Amanah Besar di Tengah Tantangan Global
Dalam arahannya, Menkeu Purbaya menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial pergantian posisi formal, melainkan penyerahan amanah besar dari negara, rakyat, dan Presiden. Oleh karena itu, para pejabat baru dituntut memiliki ketajaman dalam membaca risiko pasar serta keberanian mengambil keputusan strategis.
“Kita bekerja dalam situasi yang tidak sederhana. Dunia berubah cepat, pergerakan ekonomi global terus berlangsung, kebutuhan rakyat semakin nyata, dan tuntutan terhadap pemerintah untuk bekerja lebih cepat, lebih bersih, dan lebih efektif semakin tinggi,” tegas Purbaya.
Secara khusus, Menkeu memberikan instruksi tegas terkait pengelolaan instrumen keuangan negara:
-
Menjaga APBN: Memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap sehat, kredibel, dan akuntabel.
-
Tepat Sasaran: Memastikan setiap rupiah uang negara mengalir langsung untuk kesejahteraan masyarakat dan mendukung penuh program prioritas pemerintah.
Akselerasi Program Strategis Nasional Paruh Kedua 2026
Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam penguatan arsitektur kebijakan fiskal Indonesia memasuki paruh kedua tahun 2026. Di tengah ketidakpastian pasar global, fluktuasi nilai tukar, dan dinamika geopolitik, perombakan ini dipandang sebagai langkah taktis pemerintah.
Kehadiran wajah baru di jajaran pimpinan tinggi madya Kemenkeu diharapkan mampu membawa perspektif segar, memperkuat sinergi antardirektorat, serta mengakselerasi implementasi program-program strategis nasional yang memerlukan penyerapan anggaran cepat namun tetap akuntabel.
(Laporan:Investor.id//Spotnews.id-fa)







