Surabaya,Spotnews.id-Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur mencatatkan prestasi membanggakan dalam mendukung penguatan ketahanan pangan nasional. Hingga Sabtu, 11 Juli 2026, Bulog Jatim berhasil mencapai 100 persen target penyerapan gabah petani yang ditetapkan perusahaan dengan total realisasi mencapai 884.559 ton setara beras.
Capaian tersebut menjadi salah satu yang tertinggi secara nasional sekaligus melampaui kinerja pada periode yang sama tahun sebelumnya. Keberhasilan ini menunjukkan efektivitas sinergi antara Bulog dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mengamankan hasil panen petani serta menjaga stabilitas pangan di Jawa Timur.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu A, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari persiapan yang dilakukan secara matang sejak awal tahun. Berbagai strategi telah diterapkan, mulai dari koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan dinas pertanian, penguatan Tim Jemput Pangan Bulog, kesiapan anggaran pembelian Gabah Kering Panen (GKP), hingga kolaborasi dengan TNI, Polri, penyuluh pertanian, dan mitra penggilingan.
“Persiapan kami lakukan secara maksimal sejak awal tahun melalui koordinasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan. Dukungan dan kerja sama yang solid menjadi kunci keberhasilan penyerapan gabah petani di Jawa Timur,” ujar Langgeng, Minggu (12/7/2026).
Ia menambahkan, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah kabupaten/kota, serta jajaran Dinas Pertanian yang aktif mendampingi petani di lapangan. Selain itu, keterlibatan Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Tim Jemput Gabah Bulog turut mempercepat proses penyerapan hasil panen di berbagai daerah.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja tanpa lelah dalam mengamankan hasil panen petani. Kolaborasi ini menjadi kekuatan utama dalam menjaga ketahanan pangan di Jawa Timur,” katanya.
Meski target penyerapan gabah telah terpenuhi, Bulog Jatim memastikan kegiatan penyerapan akan tetap dilanjutkan. Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani sekaligus memberikan kepastian pasar terhadap hasil panen.
“Walaupun target telah tercapai, kami tetap akan menyerap gabah petani. Ini merupakan bentuk kehadiran negara melalui Bulog untuk memastikan harga gabah tetap menguntungkan dan tidak mengalami penurunan yang merugikan petani,” tegas Langgeng.
Selain fokus pada komoditas padi dan beras, Bulog Jatim juga terus memperluas penyerapan komoditas pangan strategis lainnya, khususnya Jagung Pipil Kering (JPK). Hingga saat ini, realisasi penyerapan jagung telah mencapai 50.727 ton atau sekitar 50,73 persen dari target yang ditetapkan.
Bulog Jatim optimistis capaian penyerapan jagung akan terus meningkat seiring berlanjutnya musim panen di berbagai sentra produksi di Jawa Timur. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat cadangan pangan nasional sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas pertanian.
“Realisasi penyerapan jagung terus menunjukkan tren positif. Kami optimistis angka tersebut akan terus meningkat seiring berlangsungnya musim panen di berbagai wilayah Jawa Timur,” pungkas Langgeng.
(Laporan:Memorandom//Spotnews.id-RYn)






