Probolinggo,Spotnews.id – Fenomena tahunan angin gending dimanfaatkan warga Kota Probolinggo, Jawa Timur, untuk menerbangkan layangan naga berukuran raksasa. Bentuknya yang besar dengan warna-warni mencolok membuat layangan tersebut menjadi tontonan menarik bagi masyarakat.
Keseruan menerbangkan layangan naga terlihat di Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Layangan yang memiliki bentuk menyerupai kepala naga itu berukuran cukup besar sehingga membutuhkan lahan terbuka dan luas untuk dapat diterbangkan.
Tak hanya membutuhkan tempat yang luas, menerbangkan layangan naga juga memerlukan belasan orang. Mereka harus bekerja sama mulai dari membawa, membentangkan, hingga mengendalikan layangan agar dapat terangkat dan mengudara dengan sempurna.
Sebelum diterbangkan, layangan berukuran raksasa tersebut biasanya harus dipindahkan dari tempat penyimpanan menuju lokasi bermain. Warga menggunakan kendaraan seperti pikap atau becak motor untuk mengangkut layangan tersebut.
Sesampainya di lokasi, layangan kemudian dibentangkan di lahan terbuka. Sejumlah warga bersiap memegang bagian-bagian layangan, sementara yang lainnya mengatur posisi dan tali agar layangan dapat terbang dengan baik.
Kehadiran angin kencang menjadi faktor penting dalam menerbangkan layangan berukuran besar tersebut. Warga memanfaatkan momentum datangnya angin gending, yang dikenal sebagai fenomena angin kencang khas wilayah Probolinggo.
Ukuran layangan yang tidak biasa serta bentuknya yang menyerupai naga membuat aktivitas tersebut dengan cepat menarik perhatian warga. Sejumlah masyarakat bahkan datang ke lokasi untuk menyaksikan secara langsung layangan raksasa tersebut mengudara.
“Biasanya kan layangan kecil-kecil, di sini ada layangan besar. Jadi terlihat unik dan luar biasa,” kata Yuliana, salah satu warga yang menyaksikan aktivitas tersebut.
Angin gending merupakan fenomena angin kencang yang dikenal terjadi di wilayah Probolinggo pada periode tertentu, terutama sekitar Juni hingga Agustus. Kondisi tersebut kemudian dimanfaatkan para pencinta layangan sebagai momentum untuk menerbangkan layangan berukuran besar.
Bagi para penggemar layangan, datangnya angin gending menjadi salah satu waktu yang ditunggu. Selain menjadi sarana hiburan, menerbangkan layangan naga secara bersama-sama juga menjadi aktivitas yang mempererat kebersamaan warga.
Meski memanfaatkan angin yang bertiup cukup kencang, warga tetap memperhatikan faktor keselamatan. Layangan diterbangkan di lokasi terbuka dengan memastikan kondisi sekitar aman sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun jaringan listrik.
Fenomena angin gending pun tidak hanya menjadi bagian dari karakteristik cuaca di Probolinggo, tetapi juga menghadirkan tradisi dan hiburan tersendiri bagi masyarakat melalui permainan layangan naga raksasa.
(laporan:Inews//Spotnews.idRyn)







