NGAWI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ngawi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan melalui penyaluran bantuan kepada 45 guru Latihan Kerja (Latker) di Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap para guru honorer yang telah lama mengabdi di bidang pendidikan, namun belum memperoleh kesejahteraan yang memadai.
Program ini merupakan salah satu upaya BAZNAS Ngawi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), khususnya bagi tenaga pendidik yang membutuhkan dukungan sosial.
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Ngawi, Makruf Toyyibi, mengatakan bahwa dunia pendidikan menjadi salah satu sektor yang mendapatkan perhatian serius dari BAZNAS. Menurutnya, keberadaan guru Latker memiliki peran penting dalam mencerdaskan generasi bangsa, meski hingga kini sebagian besar belum menerima gaji dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
“Kami memiliki kepedulian besar terhadap dunia pendidikan. Guru Latker telah mengabdikan diri dengan penuh dedikasi, tetapi kesejahteraannya masih sangat terbatas karena belum memperoleh penghasilan dari pemerintah. Oleh sebab itu, BAZNAS hadir untuk memberikan dukungan melalui dana sosial yang dihimpun dari masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak para Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya para guru, untuk menyalurkan infak melalui BAZNAS Kabupaten Ngawi. Dana yang dihimpun tersebut, lanjutnya, akan kembali disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk melalui program bantuan guru Latker yang dilaksanakan di setiap kecamatan.
“Infak yang disalurkan melalui BAZNAS akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk berbagai program kemaslahatan. Salah satunya adalah bantuan bagi guru Latker yang manfaatnya sangat dirasakan oleh para penerima,” jelasnya.
Makruf menambahkan, setiap usulan bantuan yang diterima BAZNAS Kabupaten Ngawi selalu melalui proses verifikasi secara menyeluruh. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan diberikan kepada pihak yang benar-benar berhak serta sesuai dengan ketentuan pendayagunaan zakat.
“Dengan proses verifikasi yang matang, kami ingin memastikan setiap program tepat sasaran, sesuai syariat, dan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi para mustahik, termasuk para guru honorer yang selama ini membutuhkan perhatian lebih,” ungkapnya.
Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Ngawi berharap dapat meringankan beban ekonomi para guru Latker sekaligus menjadi motivasi agar mereka tetap semangat menjalankan tugas mulia dalam mendidik generasi penerus bangsa.
(Sumber:Baznasngawi // Spotnews.id – Iz)








