Spot News
  • Home
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • TRENDING
  • BAZNAS JAWA TIMUR
    • BAZNAS KABUPATEN PACITAN
    • BAZNAS KABUPATEN TRENGGALEK
  • EKONOMI DAN BISNIS
    • SYARIAH
    • ENTREPRENEURSHIP
    • EKONOMI KREATIF
    • KEUANGAN
    • INVESTASI
    • PERTANIAN DAN PERKEBUNAN
    • BUMN
    • PANGAN
  • SENI BUDAYA & PENDIDIKAN
    • NUSANTARA
    • TRADISI
    • GALERI
    • FILM
    • SASTRA
    • RELIGI
    • SAINS
    • TEKNOLOGI
    • SOSOK
  • SOSIAL DAN POLITIK
    • PRESPEKTIF
    • HUKUM
    • BIROKRASI
    • KEBANGSAAN
    • KOMUNIKASI
    • PESANTREN
    • PEMILU
    • INKOPPOL
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • SPORT
  • E-KORAN SPOTNEWS
No Result
View All Result
Spot News
  • Home
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • TRENDING
  • BAZNAS JAWA TIMUR
    • BAZNAS KABUPATEN PACITAN
    • BAZNAS KABUPATEN TRENGGALEK
  • EKONOMI DAN BISNIS
    • SYARIAH
    • ENTREPRENEURSHIP
    • EKONOMI KREATIF
    • KEUANGAN
    • INVESTASI
    • PERTANIAN DAN PERKEBUNAN
    • BUMN
    • PANGAN
  • SENI BUDAYA & PENDIDIKAN
    • NUSANTARA
    • TRADISI
    • GALERI
    • FILM
    • SASTRA
    • RELIGI
    • SAINS
    • TEKNOLOGI
    • SOSOK
  • SOSIAL DAN POLITIK
    • PRESPEKTIF
    • HUKUM
    • BIROKRASI
    • KEBANGSAAN
    • KOMUNIKASI
    • PESANTREN
    • PEMILU
    • INKOPPOL
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • SPORT
  • E-KORAN SPOTNEWS
No Result
View All Result
Spot News
No Result
View All Result
Home BERITA INTERNASIONAL

China Peringatkan Ancaman Bencana Susulan Pascabanjir Bandang di Perbatasan Nepal

spotnews by spotnews
Agustus 29, 2026
in INTERNASIONAL, TRENDING
0
China Peringatkan Ancaman Bencana Susulan Pascabanjir Bandang di Perbatasan Nepal

Beijing,Spotnews.id – Pemerintah China mengingatkan adanya risiko bencana susulan setelah banjir bandang dahsyat yang memicu longsor lumpur melanda kawasan perbatasan China dan Nepal. Ancaman dari gletser, danau glasial, hingga bendungan alami menjadi perhatian serius di tengah masih berlangsungnya operasi pencarian dan penyelamatan korban.

You might also like

Polda Jatim Dalami Dugaan Penipuan Arisan Online Meow, Enam Korban Rugi Rp4,07 Miliar

Pelantikan PPEN Jabar 2026–2030, Soroti SP2DK dan Dampak Penindakan terhadap Perdagangan Emas

Enam Wakil Dayung Indonesia Berebut Medali di Final A Asian Games 2026

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan kondisi geografis di kawasan terdampak membuat proses penanganan bencana menjadi sangat kompleks. Di wilayah sekitar lokasi bencana masih terdapat sejumlah gletser dan danau glasial yang berpotensi memicu bahaya geologis.

“Di kawasan sekitarnya masih terdapat banyak gletser dan danau glasial dengan risiko bahaya geologis yang cukup besar, sehingga menimbulkan kesulitan yang sangat besar bagi operasi penyelamatan dan penanganan bencana,” kata Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Jumat (28/8).

Banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayah utara dan tengah Nepal pada Rabu (26/8). Lokasi terdampak paling parah berada di Trishuli Bazar, Distrik Nuwakot. Sementara di wilayah China, bencana melanda Kabupaten Gyirong, Kota Shigatse, Daerah Otonom Xizang atau Tibet.

Lin Jian menegaskan bahwa pemerintah dan tim penyelamat harus menyiapkan langkah penanganan secara matang untuk menemukan para korban yang masih belum diketahui keberadaannya.

“Rencana penyelamatan yang matang harus disusun dan segala upaya harus dikerahkan untuk mencari dan menyelamatkan orang-orang yang masih hilang, baik warga Tiongkok maupun warga negara asing,” ujarnya.

Menurutnya, perhatian khusus juga harus diberikan terhadap stabilitas danau-danau bendungan alami serta kondisi pegunungan di sekitar kawasan bencana. Langkah pencegahan dinilai penting untuk menghindari munculnya bencana lanjutan yang dapat memperbesar jumlah korban.

Terkait penyebab bencana, Lin Jian mengatakan para ahli dan lembaga resmi dari China maupun Nepal telah melakukan penilaian awal. Berdasarkan analisis sementara, bencana tersebut diduga dipicu oleh runtuhnya gletser di kawasan dataran tinggi Nepal.

“Kami mencatat bahwa para ahli dan lembaga resmi Tiongkok serta Nepal telah melakukan penilaian awal mengenai penyebab bencana tersebut. Berdasarkan analisis mereka, bencana ini dipicu oleh runtuhnya gletser di kawasan dataran tinggi di Nepal,” ungkapnya.

Sementara itu, identitas dan kewarganegaraan para korban masih terus diverifikasi oleh pihak berwenang. Pemerintah China mengaku telah menjalin komunikasi dengan sejumlah perwakilan negara terkait untuk memastikan informasi mengenai warga negara mereka yang terdampak.

“Informasi terkait negara asal korban masih dalam proses verifikasi lebih lanjut. Kami telah memberi tahu kedutaan besar negara-negara terkait di China dan akan tetap berkomunikasi dengan mereka,” tambah Lin Jian.

Perdana Menteri China Li Qiang juga telah mengunjungi lokasi bencana pada Kamis (27/8). Dalam pernyataannya, Li Qiang mengingatkan bahwa China masih berada dalam periode utama musim banjir sehingga situasi pengendalian banjir dan pencegahan bencana hidrometeorologi masih berat dan kompleks.

“Pemerintah harus berpegang pada pemikiran mengenai skenario terburuk dan batas keselamatan, serta dengan tegas mengatasi sikap lengah,” kata Li Qiang.

Di Nepal, Dewan Pariwisata Nepal melaporkan sebanyak 121 wisatawan asing berhasil diselamatkan hingga Jumat (28/8) pukul 15.30 waktu setempat. Para penyintas berasal dari India, China, Korea Selatan, Amerika Serikat, Rusia, Italia, Bulgaria, dan Swiss. Sementara kewarganegaraan tiga orang lainnya masih belum dapat dipastikan.

Namun, jumlah warga yang masih hilang masih cukup besar. Kementerian Luar Negeri Nepal menyebut 596 warga dari 33 negara masih dinyatakan hilang, ditambah 127 warga negara Nepal yang keberadaannya belum diketahui. Di wilayah China, pemerintah setempat melaporkan 558 orang, termasuk 260 warga negara asing, masih dinyatakan hilang.

Operasi pencarian dan penyelamatan di Nepal kembali dilanjutkan setelah sebelumnya sempat dihentikan sementara akibat tingginya permukaan air. Kekhawatiran baru muncul setelah sebuah danau bendungan besar yang terbentuk akibat banjir bandang dilaporkan jebol dan berpotensi mengirimkan gelombang air baru menuju Sungai Bhotekoshi di Nepal.

Pemerintah China sebelumnya telah memperingatkan bahwa danau di dekat pertemuan Sungai Chhochen Khola dan Purepu Tsangpo telah meluap dan berada dalam risiko tinggi untuk jebol. Fragmen aliran lumpur terlihat di kedua sisi bendungan, sementara perkiraan awal menunjukkan danau tersebut menampung sedikitnya 2,5 juta meter kubik air.

Kedua sungai tersebut menyatu sebelum memasuki Nepal dan alirannya kemudian dikenal sebagai Sungai Bhotekoshi, yang merupakan salah satu anak sungai utama Sungai Trishuli.

Berdasarkan data terkini, jumlah korban meninggal dunia akibat banjir di Nepal telah mencapai 547 orang. Otoritas setempat juga telah mengevakuasi sedikitnya 3.253 orang selama bencana banjir bandang berlangsung.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) sebelumnya menyebut aktivitas tersebut berkaitan dengan runtuhnya gletser yang memicu aliran material dalam jumlah besar ke kawasan permukiman di sepanjang Sungai Bhotekoshi dan Trishuli. Material longsoran kemudian terbawa arus ke wilayah hilir dan menyebabkan kerusakan yang meluas.

Di sisi perbatasan China, longsor lumpur turut menerjang Kabupaten Gyirong di Daerah Otonom Xizang bagian barat daya. Hingga kini, upaya pencarian korban dan penanganan dampak bencana masih terus dilakukan, sementara pemerintah kedua negara meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.

(Laporan:Antara//Spotnews.id-RYn)

spotnews

spotnews

Next Post
Mulai 1 September, Pemkot Mataram Terapkan Absensi Online bagi PPPK, Terlambat Bisa Kena Potong Gaji

Mulai 1 September, Pemkot Mataram Terapkan Absensi Online bagi PPPK, Terlambat Bisa Kena Potong Gaji

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Redaksi

Jl. Kemayoran, Jakarta Pusat, Indonesia

Sumpah Gen Z, Tersadar Akan Jati Diri dan Eksistensi. Hingga Sumpah Pemuda Menginspirasi.

RECENT POSTS

  • Polda Jatim dan BNNP Gerebek Kampung Kunti Surabaya, 19 Pria Diamankan
  • Khofifah Harap Sinergi Pemprov Jatim dan Polda Jatim Semakin Kuat, Dukung Keamanan dan Pembangunan
  • Khofifah Perkuat Jatim Agro-Hub dan Hilirisasi, Produksi Padi Jatim Tembus 10,4 Juta Ton
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

© 2022 Spotnews.id

No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • TRENDING
  • BAZNAS JAWA TIMUR
    • BAZNAS KABUPATEN PACITAN
    • BAZNAS KABUPATEN TRENGGALEK
  • EKONOMI DAN BISNIS
    • SYARIAH
    • ENTREPRENEURSHIP
    • EKONOMI KREATIF
    • KEUANGAN
    • INVESTASI
    • PERTANIAN DAN PERKEBUNAN
    • BUMN
    • PANGAN
  • SENI BUDAYA & PENDIDIKAN
    • NUSANTARA
    • TRADISI
    • GALERI
    • FILM
    • SASTRA
    • RELIGI
    • SAINS
    • TEKNOLOGI
    • SOSOK
  • SOSIAL DAN POLITIK
    • PRESPEKTIF
    • HUKUM
    • BIROKRASI
    • KEBANGSAAN
    • KOMUNIKASI
    • PESANTREN
    • PEMILU
    • INKOPPOL
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • SPORT
  • E-KORAN SPOTNEWS

© 2022 Spotnews.id