Spotnews.id, SURABAYA — BAZNAS Kota Surabaya terus memperkuat program pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja. Salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) Konstruksi bagi tukang pasang bata yang diikuti 25 peserta, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan hasil sinergi antara BAZNAS Kota Surabaya dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya serta melibatkan Dymo sebagai kontraktor.
Pimpinan BAZNAS Kota Surabaya, H. Muhammad Riduwan, S.M., hadir secara langsung untuk meninjau pelaksanaan uji kompetensi. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan program pemberdayaan yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat.
Dalam prosesnya, para peserta menjalani sejumlah tahapan penilaian untuk mengukur kemampuan mereka sebagai tenaga kerja konstruksi. Aspek yang dinilai mencakup pemahaman dasar pekerjaan konstruksi, teknik pemasangan bata, penggunaan peralatan, kualitas dan ketepatan hasil pekerjaan, hingga penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
H. Muhammad Riduwan menyampaikan bahwa sertifikasi kompetensi menjadi salah satu modal penting bagi pekerja untuk meningkatkan kepercayaan diri sekaligus memperkuat posisi mereka di dunia kerja. Pengalaman yang telah dimiliki para tukang perlu diperkuat dengan sertifikat resmi sebagai bukti bahwa keterampilan mereka telah memenuhi standar kompetensi.
“Melalui sertifikasi ini, para peserta tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga memiliki pengakuan atas kompetensi yang mereka miliki. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan peluang mereka dalam memperoleh pekerjaan maupun mengembangkan usaha secara mandiri,” ujarnya.
Program Uji Kompetensi SKK Konstruksi Tukang Pasang Bata tersebut dilaksanakan secara rutin setiap bulan. Konsistensi pelaksanaan menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kota Surabaya dalam membangun pola pemberdayaan yang berkelanjutan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan peningkatan keterampilan untuk memperluas akses terhadap pekerjaan.
Kolaborasi dengan Disperinaker Kota Surabaya dan pihak kontraktor juga menjadi langkah strategis untuk mempertemukan kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga kerja dengan tuntutan dunia konstruksi. Dengan demikian, peserta tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga memiliki sertifikasi yang dapat menjadi nilai tambah ketika memasuki pasar kerja.
Melalui program tersebut, BAZNAS Kota Surabaya berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki keterampilan terukur, tersertifikasi, dan mampu bersaing secara profesional. Pemberdayaan melalui peningkatan kompetensi diharapkan dapat menjadi salah satu jalan untuk mendorong masyarakat menuju kemandirian ekonomi.
H. Muhammad Riduwan juga mendorong seluruh peserta untuk menjadikan sertifikasi sebagai momentum meningkatkan kualitas diri, kedisiplinan, serta tanggung jawab dalam menjalankan profesi. Dengan kompetensi yang semakin baik, para tukang diharapkan mampu memberikan hasil pekerjaan yang berkualitas sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi diri dan keluarganya.
(Spotnews.id – US)








