Spotnews.id, MOJOKERTO — Lima pelaku usaha Z-Chicken binaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto mendapat kesempatan untuk terlibat dalam perhelatan Muktamar ke-35 yang dimulai pada 27 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, mereka dipercaya menyiapkan sebanyak 1.000 paket nasi kotak Z-Chicken untuk didistribusikan di 10 titik lokasi.
Produksi dan penyiapan paket nasi kotak dilakukan selama lima hari, mulai 27 hingga 31 Agustus 2026. Setiap hari, para pelaku usaha mulai mempersiapkan pesanan pada pukul 10.00 hingga 15.00 WIB untuk memastikan seluruh kebutuhan distribusi dapat terpenuhi sesuai jadwal.
Keterlibatan tersebut menjadi kesempatan penting bagi para pelaku usaha untuk menguji kemampuan mereka dalam memenuhi pesanan dalam jumlah besar. Selain menjaga cita rasa dan kualitas makanan, mereka juga dituntut memastikan proses produksi berjalan efektif serta seluruh pesanan siap didistribusikan tepat waktu.
Program Z-Chicken sendiri merupakan salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi yang dikembangkan BAZNAS Kabupaten Mojokerto sejak 2021. Program ini tidak sekadar memberikan bantuan modal, tetapi juga mendorong penerima manfaat untuk mengembangkan usaha sehingga mampu menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan.
Seiring berjalannya program, para pelaku usaha Z-Chicken mulai mendapatkan berbagai kesempatan untuk memperluas pasar dan meningkatkan kapasitas usahanya. Kepercayaan untuk menyediakan 1.000 paket nasi kotak dalam kegiatan Muktamar ke-35 menjadi salah satu pengalaman yang menunjukkan perkembangan tersebut.
Penanggung jawab kegiatan, Ayu Isna Khariroh, mengatakan keterlibatan lima pelaku usaha Z-Chicken merupakan kesempatan untuk menunjukkan bahwa UMKM binaan BAZNAS dapat berkembang dan mampu mengambil bagian dalam kegiatan dengan kebutuhan yang lebih besar.
“Kami ingin Z-Chicken tidak hanya dikenal sebagai program bantuan usaha, tetapi benar-benar menjadi usaha yang tumbuh dan bisa memberikan kontribusi. Kesempatan menyiapkan 1.000 paket untuk kegiatan Muktamar ini menjadi pengalaman penting bagi para penjual,” ujarnya.
Menurut Ayu, pemenuhan pesanan dalam jumlah besar membutuhkan persiapan yang matang. Para pelaku usaha harus memperhitungkan proses produksi, menjaga kualitas makanan, hingga memastikan distribusi berjalan sesuai waktu dan titik yang telah ditentukan.
Keterlibatan tersebut sekaligus menjadi gambaran dari arah pemberdayaan zakat yang dikembangkan BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Penerima manfaat tidak hanya didorong untuk menerima bantuan, tetapi juga dibina agar memiliki kemampuan mengelola usaha, meningkatkan pendapatan, dan secara bertahap mencapai kemandirian ekonomi.
Dari program yang mulai dikembangkan pada 2021, Z-Chicken kini tidak hanya menjadi sumber penghasilan bagi para pelaku usaha, tetapi juga mulai mampu menjawab kebutuhan pasar dalam skala lebih besar.
Partisipasi dalam Muktamar ke-35 menjadi momentum bagi lima pelaku usaha Z-Chicken untuk membuktikan hasil dari proses pemberdayaan tersebut. Zakat yang dikelola melalui program pemberdayaan diharapkan mampu melahirkan mustahik yang semakin mandiri, produktif, dan memiliki kesempatan untuk berkembang melalui usaha yang dijalankan.
(Spotnews,id-us)







