Surabaya,Spotnews.id- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jawa Timur selama dua hari, Sabtu (24/10/2026) hingga Minggu (25/10/2026). Upaya ini dilakukan untuk mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah, khususnya kawasan pegunungan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan pesawat Cessna Caravan yang dioperasikan BNPB telah menyemai sebanyak 1.000 kilogram garam atau natrium klorida (NaCl) di wilayah udara Jawa Timur.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, pesawat tersebut melakukan satu sorti penerbangan dengan titik keberangkatan dari Base Ops Lanudal Juanda. Penyemaian berlangsung pukul 14.45 hingga 16.45 WIB di wilayah udara Probolinggo, Pasuruan, dan sekitarnya.
“Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim, pesawat yang melakukan satu sorti OMC berangkat dari Base Ops Lanudal Juanda. Penyemaian berlangsung pada pukul 14.45 WIB sampai 16.45 WIB, di wilayah udara Probolinggo, Pasuruan dan sekitarnya,” ujar Berton di Jakarta, Minggu (25/10/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan OMC tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi saat melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur pada Jumat (23/10/2026).
Berdasarkan laporan BPBD Jawa Timur, potensi hujan ringan terpantau di sebagian besar wilayah selatan dan barat provinsi tersebut. Hujan diharapkan dapat membantu proses pemadaman di kawasan yang terdampak karhutla.
Meski demikian, pelaksanaan OMC tetap mempertimbangkan sejumlah faktor, mulai dari potensi pertumbuhan awan hujan hingga aspek keselamatan penerbangan dan petugas. Sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Semeru menjadi salah satu hal yang turut diperhatikan dalam pelaksanaan operasi.
BNPB Kerahkan Armada Udara Tambahan
Untuk mengoptimalkan penanganan karhutla, BNPB merencanakan dua sorti OMC pada Minggu (25/10/2026) di wilayah prioritas penyemaian awan.
Selain itu, BNPB melakukan reposisi satu unit pesawat patroli dari Kalimantan Barat dan satu unit helikopter water bombing dari Kalimantan Selatan untuk memperkuat dukungan penanganan karhutla di Jawa Timur.
Dukungan armada udara tersebut ditujukan untuk membantu penanganan kebakaran di sejumlah kawasan pegunungan, terutama Gunung Arjuno, Bromo, Semeru, Butak, hingga Ijen.
Operasi ini menjadi bagian dari upaya penanganan karhutla melalui dukungan teknologi modifikasi cuaca, pemantauan kondisi atmosfer, serta pengerahan armada udara ke wilayah prioritas.
Masyarakat Diimbau Tidak Membakar Sampah
Di tengah potensi kebakaran di sejumlah wilayah Jawa Timur, BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang berisiko memicu kebakaran.
Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan maupun menyalakan api di kawasan pegunungan, terutama di wilayah yang rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan.
Berton menegaskan bahwa pencegahan dini merupakan langkah penting dalam mengendalikan dan menangani karhutla. Karena itu, masyarakat diharapkan turut menjaga lingkungan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran.
Melalui kombinasi operasi modifikasi cuaca, dukungan armada udara, dan partisipasi masyarakat, BNPB berharap penanganan karhutla di Jawa Timur dapat berjalan lebih optimal, sekaligus mengurangi risiko meluasnya kebakaran di kawasan hutan dan pegunungan.
(Laporan:Spotnews.id-RYn)

