Tulungagung,Spotnews.id- Di sudut Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, semangat untuk bangkit bergema dari denting gerinda dan aroma cat kendaraan. Di balik bengkel sederhana milik M. Agus Ulan Muhaniudin, atau yang akrab disapa Muhan, tersimpan kisah perjuangan luar biasa membangun usaha dari nol. Berkat dukungan BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung, kini mimpi Muhan perlahan menjadi nyata.
Bengkel Samawa yang didirikan sejak 2009 bukan sekadar tempat servis dan pengecatan kendaraan. Muhan mengelola semua proses sendiri—dari kenteng bodi, pengecatan, hingga restorasi motor dan mobil. Namun, seperti pelaku usaha kecil lainnya, ia sempat terbentur keterbatasan modal, khususnya untuk memenuhi kebutuhan bahan dan peralatan yang makin meningkat seiring bertambahnya pelanggan.
Pada Mei 2025, melalui program pembiayaan mikro, BAZNAS Tulungagung menyalurkan dana usaha sebesar Rp2 juta kepada Muhan. Dana tersebut langsung digunakan untuk membeli cat, thinner, epoxy, sikat kawat, hingga amplas—komponen vital dalam menunjang kualitas restorasi.
“Saya sangat terbantu. Dana dari BMD ini membuat saya bisa tetap menjaga kualitas hasil kerja. Kalau tidak ada bahan yang cukup, hasil juga tidak maksimal,” ujar Muhan sambil menunjukkan rak bahan baru yang ia beli.
Kini, Bengkel Samawa mampu menangani beberapa unit kendaraan per bulan. Jasa restorasi dipatok sekitar Rp3,5 juta, rakit kendaraan Rp500 ribu, dan pekerjaan las sekitar Rp1 juta. Omzet bulanannya pun naik ke kisaran Rp5 juta–Rp7 juta dengan margin keuntungan mencapai 50–70%.
Muhan berharap Bengkel Samawa tidak hanya menjadi sumber penghidupan, tetapi juga warisan keluarga. Ia ingin usaha ini kelak diteruskan oleh anak-anaknya.
“Saya ingin suatu saat anak saya bisa meneruskan ini. Semoga usaha ini bisa terus berkembang dan dikenal lebih luas,” ucapnya.
Imam Suyudi, Manajer BMD Tulungagung, menjelaskan bahwa program pembiayaan ini ditujukan untuk pelaku usaha mikro yang memiliki potensi berkembang, tetapi kesulitan dalam permodalan.
“Kami ingin menjadi bagian dari solusi. Bantuan ini memang tidak besar, tapi bisa menjadi titik balik untuk pelaku usaha seperti Pak Muhan,” jelas Imam.
Program BAZNAS Microfinance Desa bukan hanya tentang permodalan. Ini adalah upaya nyata mendukung ketahanan ekonomi umat, memperkuat sektor usaha kecil, dan menumbuhkan harapan baru di desa-desa seperti Ketanon.
(Laporan:Spotnews.id-Ryn)








