Sidoarjo,Spotnews.id- Komitmen pemberdayaan petani kopi terus diwujudkan oleh Dr. Drs. KH. Muhammad Zakki, C.Med., S.H., M.Si., yang dikenal sebagai Dewan Kopi Jawa Timur sekaligus Wakil Ketua Umum Bidang Fiskal dan Moneter Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur. Melalui Pesantren Agrobisnis dan Agroindustri Mukmin Mandiri, Waru, Sidoarjo, ia melakukan pembelian kopi biji mentah (green bean) hasil produksi petani binaan sebagai bentuk nyata dukungan terhadap penguatan ekonomi masyarakat.
Menariknya, KH. Muhammad Zakki merupakan pengasuh Pondok Pesantren Mukmin Mandiri sekaligus pelaku usaha di sektor industri kopi. Langkah pembelian kopi biji mentah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar pesantrenpreneur dalam membangun ekosistem usaha kopi yang melibatkan pesantren dan petani secara langsung.
“Ikhtiar pesantrenpreneur memberdayakan petani kopi dengan membeli produk petani berupa kopi biji mentah,” demikian semangat yang diusung dalam kegiatan tersebut.
Melalui langkah ini, pesantren tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi produktif yang memberikan ruang bagi petani kopi untuk mengembangkan hasil pertaniannya.
Pembelian kopi biji mentah dari petani binaan diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas, meningkatkan nilai ekonomi hasil panen, serta memberikan kepastian penyerapan produk bagi petani. Selain itu, pola kemitraan ini menjadi salah satu upaya membangun hubungan yang saling menguntungkan antara petani, pesantren, dan pelaku industri kopi.
Sebagai pengasuh Pesantren Mukmin Mandiri yang dikenal dengan konsep pesantren agrobisnis dan agroindustri, KH. Muhammad Zakki mengembangkan pendekatan kewirausahaan berbasis pemberdayaan santri dan masyarakat. Sektor kopi menjadi salah satu bidang usaha yang dikembangkan melalui pengolahan, pemasaran, hingga penguatan jaringan bisnis.
Peran KH. Muhammad Zakki di bidang perkoperasian dan perdagangan, termasuk sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Fiskal dan Moneter KADIN Jawa Timur serta Dewan Kopi Jawa Timur, turut menjadi bagian dari kiprahnya dalam mendorong pengembangan sektor ekonomi dan industri kopi.
Inisiatif pembelian kopi biji mentah ini juga mencerminkan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan pesantren dan sektor pertanian. Petani tidak hanya diposisikan sebagai produsen bahan baku, tetapi juga sebagai mitra dalam rantai pasok industri kopi yang berkelanjutan.
Dengan mengintegrasikan pendidikan, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat, Pesantren Mukmin Mandiri berupaya menghadirkan model pesantrenpreneur yang mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kemandirian petani kopi sekaligus memperkuat industri kopi lokal Jawa Timur.
Melalui gerakan membeli produk petani, pesantren menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi dapat dimulai dari langkah konkret, yakni menyerap hasil panen, membangun kemitraan, dan mengembangkan potensi komoditas lokal menjadi produk bernilai tambah.
(Laporan:Spotnews.id-Ryn)


