BONDOWOSO – Semangat berbagi dan kepedulian terhadap masyarakat kembali diwujudkan BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur di Bondowoso. Melalui kegiatan Gebyar Muharam 1448 H – Lebaran Yatim, bantuan diberikan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta anak-anak yatim di wilayah Bondowoso dan Situbondo.
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMA Negeri 2 Bondowoso, Senin (10/8/2026), tersebut diisi dengan penyaluran bantuan modal usaha, gerobak usaha, serta santunan bagi anak yatim. Kegiatan berlangsung khidmat dan lancar, dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS Bondowoso, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur di Bondowoso Selamet Riyadi, Kasubag Dinas Pendidikan Jawa Timur Syarifudin, serta para kepala sekolah SMA dan SMK se-Bondowoso dan Situbondo.
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyalurkan santunan sebesar Rp100 ribu kepada masing-masing 100 anak yatim yang masih menempuh pendidikan di wilayah Bondowoso dan Situbondo. Selain santunan, perhatian juga diberikan kepada sektor ekonomi melalui bantuan modal usaha sebesar Rp2 juta kepada lima pelaku UMKM serta bantuan gerobak atau rombong usaha kepada lima pelaku UMKM.
Wakil Pimpinan IV BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. M. Syarif Hidayatullah, dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa menyantuni anak yatim merupakan bagian dari kepedulian sosial yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Menurutnya, keberadaan BAZNAS tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga memastikan dana umat dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Sudah menjadi tugas BAZNAS untuk menyantuni anak yatim, sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Bantuan kepada anak yatim ini menjadi bagian dari semangat Lebaran Yatim,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk nyata dari pengelolaan dana ZIS yang dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program kemanusiaan, sosial, dan pemberdayaan.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur di Bondowoso, Selamet Riyadi, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan dalam kegiatan tersebut bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari para kepala sekolah serta guru SMA dan SMK di wilayah Bondowoso dan Situbondo.
Menurutnya, kolaborasi bersama BAZNAS menjadi bukti bahwa dana ZIS yang dihimpun dari lingkungan pendidikan dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
“Manfaatnya sangat besar dari zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Dana tersebut dapat kembali dirasakan masyarakat, baik melalui santunan anak yatim maupun pemberdayaan ekonomi,” ungkapnya.
Program pemberian modal usaha dan gerobak diharapkan dapat membantu pelaku UMKM mengembangkan usahanya sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi keluarga. Sementara santunan bagi anak yatim diharapkan dapat memberikan dukungan bagi mereka untuk terus bersekolah dan meraih masa depan yang lebih baik.
Melalui Gebyar Muharam 1448 H, BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama UPZ Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur kembali menegaskan bahwa zakat, infak, dan sedekah memiliki peran strategis dalam membangun kepedulian sosial sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Semangat Lebaran Yatim pun tidak berhenti pada pemberian bantuan semata, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat budaya berbagi, kepedulian, dan gotong royong dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
(Sumer:Baznas Bondowoso // Cc: Spotnews.id – us)








