PASURUAN – Kepedulian terhadap para relawan yang berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lereng Gunung Bromo diwujudkan BAZNAS Kabupaten Pasuruan melalui aksi tanggap bencana.
Melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), BAZNAS Kabupaten Pasuruan mendirikan Dapur Air untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar para relawan yang berada di lokasi penanganan kebakaran. Fasilitas tersebut menyediakan air minum sekaligus makanan siap saji bagi para petugas dan relawan yang bekerja di lapangan.
Karhutla yang mulai terjadi sejak 3 Agustus 2026 tersebut masih dalam proses penanganan dengan melibatkan berbagai unsur, baik pemerintah maupun relawan. Kondisi medan di kawasan lereng Bromo yang menantang membuat dukungan terhadap kebutuhan logistik menjadi salah satu bagian penting dalam menunjang proses penanganan.
Dapur Air yang didirikan BTB Kabupaten Pasuruan dipersiapkan untuk melayani kebutuhan sekitar 200 relawan. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu menjaga stamina dan kondisi fisik para relawan selama menjalankan tugas di tengah situasi kebakaran.
Ketua BAZNAS Kabupaten Pasuruan, H. Abdullah Nasih Nasor, S.Pd.I., mengatakan keterlibatan BTB merupakan bentuk kepedulian lembaga terhadap para relawan yang telah mengerahkan tenaga dan waktunya untuk membantu masyarakat.
“Harapan kami, apa yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Pasuruan melalui BTB ini dapat memberikan manfaat dan dirasakan langsung oleh para relawan yang sedang berjuang membantu menangani kebakaran di lereng Gunung Bromo. Dukungan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap para relawan yang telah memberikan tenaga dan waktunya untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, penanganan bencana tidak hanya membutuhkan personel dan peralatan di lapangan, tetapi juga dukungan terhadap kebutuhan dasar mereka yang terlibat dalam proses penanggulangan.
Karena itu, BAZNAS Kabupaten Pasuruan berupaya mengambil bagian sesuai dengan kapasitasnya. Dukungan berupa penyediaan makanan dan minuman diharapkan dapat membantu para relawan tetap fokus menjalankan tugas hingga proses penanganan karhutla selesai.
Aksi tersebut dilakukan melalui sinergi bersama sejumlah pihak, di antaranya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, serta NU Peduli Kabupaten Pasuruan.
Kolaborasi lintas lembaga tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat respons terhadap bencana. Selain mempercepat penanganan di lapangan, sinergi juga memungkinkan kebutuhan relawan dapat diidentifikasi dan dipenuhi secara lebih terkoordinasi.
BAZNAS Kabupaten Pasuruan menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam berbagai situasi kebencanaan melalui BTB. Bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat maupun relawan.
Keberadaan Dapur Air di lereng Gunung Bromo sekaligus menunjukkan bahwa gerakan zakat tidak hanya diwujudkan dalam bentuk bantuan ekonomi, tetapi juga dapat hadir dalam situasi darurat untuk mendukung kemanusiaan.
Di tengah upaya pemadaman dan penanganan karhutla, dukungan terhadap para relawan menjadi bagian dari ikhtiar bersama. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, BAZNAS berharap proses penanganan kebakaran dapat berjalan optimal serta kondisi di kawasan terdampak segera kembali aman.








