Sidoarjo,Spotnews.id – Suasana penuh kekhusyukan mewarnai kegiatan rutin keagamaan bersama jamaah penyandang disabilitas di Aula Yayasan Pondok Pesantren Mukmin Mandiri, Jalan Graha Tirta, Tirta Bougenvil, Ngingas, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Kamis sore hingga malam.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB tersebut diikuti para jamaah penyandang disabilitas dengan penuh antusias. Agenda rutin ini digelar sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kecintaan jamaah terhadap Al-Qur’an.
Rangkaian kegiatan diawali dengan khataman Al-Qur’an. Setelah khataman, para jamaah dipanggil satu per satu untuk maju ke depan dan membacakan ayat suci Al-Qur’an di hadapan Dr. Drs. KH. Muhammad Zakki, C.Med., S.H., M.Si., Wakil Ketua Umum Bidang Fiskal dan Moneter KADIN Jawa Timur sekaligus Ketua Umum PPEN (Perkumpulan Pengusaha Emas Nusantara).per satu jamaah maju untuk membaca Al-Qur’an. Dengan penuh perhatian, KH Muhammad Zakki menyimak bacaan yang disampaikan para jamaah. Momen tersebut berlangsung hangat dan khidmat serta menjadi motivasi bagi para jamaah untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an.
Satu Memasuki waktu setelah salat Magrib, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan sholawat, Surat Yasin, dan tahlil secara bersama-sama. Lantunan sholawat dan ayat-ayat suci Al-Qur’an memenuhi aula, menciptakan suasana religius dan penuh kekhusyukan.
Pembacaan Yasin dan tahlil menjadi bagian dari rangkaian kegiatan malam Jumat. Para jamaah mengikuti setiap rangkaian dengan penuh ketenangan dan kebersamaan, sekaligus menjadi momentum untuk memperbanyak doa dan mengingat Allah SWT.

Setelah pembacaan sholawat, Yasin dan tahlil, kegiatan dilanjutkan dengan ceramah keagamaan yang disampaikan oleh KH Muhammad Zakki.
Dalam tausiyahnya, KH Muhammad Zakki mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa memohon kepada Allah SWT agar hati diberikan cahaya melalui Al-Qur’an.
“Allahumma nawwir qulubana bi nuril Qur’an. Ya Allah, terangilah hati kami dengan cahaya Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah cahaya yang menerangi hati, memberikan petunjuk dan menuntun kita menuju jalan yang diridai Allah SWT,” tutur KH Muhammad Zakki.
Ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya untuk dibaca, tetapi juga menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan. Dengan terus membaca, mendengarkan, memahami, dan mencintai Al-Qur’an, diharapkan hati menjadi lebih tenang serta kehidupan mendapatkan keberkahan.
KH Muhammad Zakki juga memberikan semangat kepada para jamaah penyandang disabilitas agar tidak minder dengan kondisi yang dimiliki.
“Jangan pernah merasa bahwa keterbatasan menjadi penghalang untuk beribadah. Justru dengan terus membaca, mendengarkan dan mencintai Al-Qur’an, mudah-mudahan hati kita semua diberikan cahaya dan hidayah oleh Allah SWT,” pesannya.
Jamaah Disabilitas Terima Bingkisan dan Santunan
Tidak hanya diisi dengan kegiatan keagamaan, acara tersebut juga menjadi momentum berbagi kepada para jamaah penyandang disabilitas. Dalam kesempatan tersebut, KH Muhammad Zakki memberikan bingkisan serta santunan berupa uang kepada para jamaah.
Pemberian bingkisan dan santunan tersebut disambut dengan penuh rasa syukur oleh para penerima. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi bentuk kepedulian dan perhatian kepada para jamaah.
KH Muhammad Zakki berharap kegiatan berbagi tersebut dapat terus dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Ditutup dengan Makan Bersama
Setelah seluruh rangkaian kegiatan keagamaan dan pemberian santunan selesai, acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama. Para jamaah, pengurus, dan pihak Yayasan Pondok Pesantren Mukmin Mandiri duduk bersama menikmati hidangan yang telah disediakan.
Makan bersama menjadi momen kebersamaan yang semakin mempererat hubungan antara jamaah dan pengurus. Suasana kekeluargaan terlihat ketika seluruh peserta saling berbincang dan menikmati hidangan dalam satu kebersamaan.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 16.00 WIB hingga malam tersebut tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun kebersamaan, memperkuat silaturahmi, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Melalui kegiatan rutin tersebut, Yayasan Pondok Pesantren Mukmin Mandiri terus berupaya menghadirkan pembinaan keagamaan yang inklusif sekaligus membangun kepedulian sosial bagi para jamaah penyandang disabilitas.
(Laporan:Spotnews.id-RYn)






