Sidoarjo,Spotnews.id – Prestasi membanggakan kembali diraih salah satu santri Pesantren Agrobisnis dan Agroindustri Mukmin Mandiri Waru, Sidoarjo. Riyan Ashari berhasil menyelesaikan pendidikan di Universitas Sunan Giri Surabaya dan meraih gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) dengan predikat kelulusan baik.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa santri Pesantren Mukmin Mandiri tidak hanya mampu mengembangkan kompetensi di bidang agrobisnis dan agroindustri, tetapi juga dapat berprestasi dalam pendidikan tinggi sekaligus membangun kemandirian melalui dunia kewirausahaan.
Riyan Ashari lahir di Lamongan, 28 Februari 2003. Ia tumbuh dari keluarga sederhana di Dusun Kalibanjar, Desa Kedung Pengaron, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan. Latar belakang tersebut tidak menjadi penghalang bagi Riyan untuk terus belajar, mengembangkan diri, dan mengejar cita-cita.
Perjalanan hidupnya kemudian membawanya ke Sidoarjo untuk menempuh pendidikan sekaligus menjadi bagian dari keluarga besar Pesantren Agrobisnis dan Agroindustri Mukmin Mandiri.
Tidak hanya aktif sebagai santri dan mahasiswa, Riyan juga memiliki semangat kewirausahaan. Ia merupakan Owner Kopi Tari, usaha di bidang kopi yang terus dikembangkan hingga saat ini telah memiliki dua toko di wilayah Sidoarjo.
Di tengah kesibukan menjalankan aktivitas pesantren, perkuliahan, dan mengelola usaha, Riyan berusaha konsisten membagi waktu dan tanggung jawab. Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan dan kewirausahaan dapat berjalan beriringan.
Pengasuh Pesantren Agrobisnis dan Agroindustri Mukmin Mandiri, Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas keberhasilan Riyan dalam menyelesaikan pendidikan.
Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan pendidikan pesantren yang tidak hanya memberikan bekal ilmu agama, tetapi juga mendorong santri untuk memiliki keterampilan, jiwa kewirausahaan, wawasan akademik, dan kemampuan mengembangkan potensi diri.
“Kami bangga atas kelulusan Riyan Ashari. Ini menjadi bukti bahwa santri Mukmin Mandiri mampu bersaing di dunia pendidikan tinggi tanpa meninggalkan identitas pesantren. Semoga ilmunya bermanfaat dan menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat,” ujar Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si.
Riyan Ashari menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para pengasuh pesantren, dosen, keluarga, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama perjalanan pendidikan dan usahanya.
Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain itu, Riyan juga ingin terus mengembangkan Kopi Tari agar dapat menjadi usaha yang semakin berkembang dan memberikan peluang bagi orang lain.
Kisah Riyan menjadi gambaran bahwa latar belakang keluarga sederhana bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Berangkat dari sebuah desa di Kecamatan Modo, Lamongan, ia mampu menempuh pendidikan tinggi sekaligus membangun usaha hingga memiliki dua toko di Sidoarjo.
Perjalanan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para santri dan generasi muda untuk terus belajar, berani berwirausaha, serta tidak takut memiliki cita-cita besar.
Kini, Riyan Ashari, S.Pd., melanjutkan perjalanan dengan membawa bekal pendidikan, pengalaman kepesantrenan, serta semangat kewirausahaan. Dari keluarga sederhana di Kalibanjar, Modo, Lamongan, ia terus berusaha membangun masa depan melalui pendidikan dan usaha yang dirintisnya.
(Laporan:Spotnews.id-RYn)





