Spot News
  • Home
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • TRENDING
  • BAZNAS JAWA TIMUR
    • BAZNAS KABUPATEN PACITAN
    • BAZNAS KABUPATEN TRENGGALEK
  • EKONOMI DAN BISNIS
    • SYARIAH
    • ENTREPRENEURSHIP
    • EKONOMI KREATIF
    • KEUANGAN
    • INVESTASI
    • PERTANIAN DAN PERKEBUNAN
    • BUMN
    • PANGAN
  • SENI BUDAYA & PENDIDIKAN
    • NUSANTARA
    • TRADISI
    • GALERI
    • FILM
    • SASTRA
    • RELIGI
    • SAINS
    • TEKNOLOGI
    • SOSOK
  • SOSIAL DAN POLITIK
    • PRESPEKTIF
    • HUKUM
    • BIROKRASI
    • KEBANGSAAN
    • KOMUNIKASI
    • PESANTREN
    • PEMILU
    • INKOPPOL
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • SPORT
  • E-KORAN SPOTNEWS
No Result
View All Result
Spot News
  • Home
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • TRENDING
  • BAZNAS JAWA TIMUR
    • BAZNAS KABUPATEN PACITAN
    • BAZNAS KABUPATEN TRENGGALEK
  • EKONOMI DAN BISNIS
    • SYARIAH
    • ENTREPRENEURSHIP
    • EKONOMI KREATIF
    • KEUANGAN
    • INVESTASI
    • PERTANIAN DAN PERKEBUNAN
    • BUMN
    • PANGAN
  • SENI BUDAYA & PENDIDIKAN
    • NUSANTARA
    • TRADISI
    • GALERI
    • FILM
    • SASTRA
    • RELIGI
    • SAINS
    • TEKNOLOGI
    • SOSOK
  • SOSIAL DAN POLITIK
    • PRESPEKTIF
    • HUKUM
    • BIROKRASI
    • KEBANGSAAN
    • KOMUNIKASI
    • PESANTREN
    • PEMILU
    • INKOPPOL
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • SPORT
  • E-KORAN SPOTNEWS
No Result
View All Result
Spot News
No Result
View All Result
Home SOSIAL DAN POLITIK KOMUNIKASI

Unesa Bekali Karang Taruna Sawahan Kelola Keuangan Usaha Berbasis Digital

spotnews by spotnews
September 12, 2026
in KOMUNIKASI, PENDIDIKAN
0
Unesa Bekali Karang Taruna Sawahan Kelola Keuangan Usaha Berbasis Digital

Surabaya,Spotnews.id – Kebiasaan mencampur uang pribadi dengan uang usaha masih menjadi persoalan yang kerap dihadapi para pelaku usaha pemula. Kondisi tersebut membuat mereka kesulitan mengetahui secara pasti apakah usaha yang dijalankan benar-benar menghasilkan keuntungan atau justru mengalami kerugian.

You might also like

Hari Santri 2026, Gus Heri Gagas Resolusi Ekonomi Santri di Era Digital dan AI

Penuh Semangat, Mahasiswa UNESA Optimalkan Media Sosial Pesantren Mukmin Mandiri

Gus Heri Raih Gelar Doktor UNAIR, Tegaskan Ilmu Harus Memberi Kemanfaatan bagi Masyarakat

Persoalan tersebut menjadi perhatian Program Studi S1 Manajemen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang digelar di Pendopo Kecamatan Sawahan, Surabaya, Kamis (10/9/2026).

Mengusung tema “Karang Taruna Cakap Digital & Mandiri Ekonomi”, kegiatan ini bertujuan membekali pengurus dan anggota Karang Taruna dengan kemampuan dasar dalam mengelola keuangan usaha sekaligus memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung kemandirian ekonomi.

Pada pelatihan perdana, sebanyak 20 hingga 30 peserta mendapatkan pendampingan bertema “Manajemen Keuangan Sederhana & Pembukuan Berbasis Aplikasi” bersama dosen S1 Manajemen Unesa, Agus Frianto, ST, SE, MM.

Agus mengatakan, salah satu kesalahan klasik yang sering dilakukan wirausaha pemula adalah menganggap seluruh uang yang masuk dari hasil penjualan sebagai keuntungan. Padahal, sebagian dari uang tersebut masih merupakan modal dan biaya operasional yang harus dikelola agar usaha dapat terus berjalan.

“Kesalahan klasik yang sering dilakukan wirausaha pemula adalah menganggap semua uang yang masuk ke dompet adalah keuntungan. Padahal, di dalamnya masih ada modal dan biaya operasional. Lewat pelatihan ini, kami mengajarkan cara memisahkan keuangan pribadi dan usaha secara disiplin,” ujar Agus Frianto.

Belajar Pembukuan dari Praktik Sederhana

Selama kurang lebih 60 menit, peserta tidak hanya memperoleh materi teori mengenai pengelolaan keuangan usaha. Mereka juga diajak untuk mempraktikkan secara langsung pencatatan keuangan menggunakan Microsoft Excel sebagai alat bantu pembukuan sederhana.

Materi yang diberikan difokuskan pada tiga kemampuan dasar, yakni memisahkan arus kas pribadi dengan operasional usaha, menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) agar tidak keliru dalam menentukan harga jual, serta menggunakan template Excel sederhana untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran secara tertib.

Pendekatan tersebut dirancang agar peserta dapat langsung menerapkan sistem pembukuan sederhana dalam usaha masing-masing tanpa harus menggunakan aplikasi atau sistem pencatatan yang rumit.

Ketua Tim PKM Prodi S1 Manajemen Unesa, Khoirur Rozaq, S.E., Sy., M.M., menegaskan bahwa kemampuan mengelola keuangan merupakan fondasi penting dalam membangun kemandirian ekonomi, khususnya bagi generasi muda yang sedang merintis usaha.

Menurutnya, kemampuan dalam memasarkan produk perlu diimbangi dengan kemampuan membaca dan memahami kondisi keuangan usaha secara benar.

“Sebelum mereka memikirkan pemasaran besar-besaran, kami pastikan dulu fondasi keuangannya kuat. Jika pembukuan sudah rapi, peserta akan lebih mudah mengakses permodalan dan melihat perkembangan usahanya secara real time,” jelas Rozaq.

Prodi S1 Manajemen Unesa mendorong Karang Taruna Sawahan

Dari Mengandalkan Ingatan ke Pencatatan Digital

Antusiasme peserta terlihat ketika mereka mengikuti simulasi pemisahan keuangan pribadi dan usaha. Diskusi pun berkembang dari berbagai pengalaman sehari-hari para anggota Karang Taruna dalam menjalankan kegiatan ekonomi maupun usaha kecil.

Salah seorang perwakilan Karang Taruna mengaku, selama ini pencatatan hasil penjualan masih sering dilakukan hanya dengan mengandalkan ingatan. Cara tersebut membuat uang untuk kebutuhan pribadi dan modal usaha kerap tercampur sehingga sulit mengetahui kondisi keuangan yang sebenarnya.

“Setelah diajari Excel tadi, saya jadi tahu mana uang yang boleh saya pakai untuk kebutuhan sehari-hari dan mana yang harus diputar lagi untuk modal. Ternyata selama ini saya sering salah hitung,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, Tim PKM Prodi S1 Manajemen Unesa mendorong Karang Taruna Sawahan tidak hanya semakin cakap dalam memanfaatkan teknologi digital, tetapi juga memiliki kemampuan dasar dalam mengelola usaha secara lebih tertib dan terencana.

Pembukuan sederhana menjadi langkah awal bagi pelaku usaha untuk membaca kondisi bisnis berdasarkan catatan keuangan, bukan sekadar perkiraan atau ingatan. Dengan pengelolaan yang lebih disiplin, usaha-usaha yang dirintis oleh generasi muda diharapkan dapat tumbuh secara lebih terukur, mandiri, dan berkelanjutan.

(Laporan:Spotnews.id-RYn)

spotnews

spotnews

Next Post
Korban KM Virgo Transport 8 Dapat Santunan Gabungan Rp70 Juta, Basarnas Evakuasi 113 Orang

Korban KM Virgo Transport 8 Dapat Santunan Gabungan Rp70 Juta, Basarnas Evakuasi 113 Orang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Redaksi

Jl. Kemayoran, Jakarta Pusat, Indonesia

Sumpah Gen Z, Tersadar Akan Jati Diri dan Eksistensi. Hingga Sumpah Pemuda Menginspirasi.

RECENT POSTS

  • Tasyakuran Pengukuhan Guru Besar, Prof. Dr. KH. Muhammad Zakki Gaungkan Transformasi Pesantren Jadi Pusat Ekonomi Umat
  • KEJATI JATIM DALAMI DUGAAN ALIRAN DANA PUNGLI Rp687,5 JUTA KE MANTAN KEPALA DINAS ESDM
  • FJN SERAHKAN PENGHARGAAN TOKOH MUDA NAHDLIYIN INSPIRATIF 2026 KEPADA GUS HERI
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

© 2022 Spotnews.id

No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • TRENDING
  • BAZNAS JAWA TIMUR
    • BAZNAS KABUPATEN PACITAN
    • BAZNAS KABUPATEN TRENGGALEK
  • EKONOMI DAN BISNIS
    • SYARIAH
    • ENTREPRENEURSHIP
    • EKONOMI KREATIF
    • KEUANGAN
    • INVESTASI
    • PERTANIAN DAN PERKEBUNAN
    • BUMN
    • PANGAN
  • SENI BUDAYA & PENDIDIKAN
    • NUSANTARA
    • TRADISI
    • GALERI
    • FILM
    • SASTRA
    • RELIGI
    • SAINS
    • TEKNOLOGI
    • SOSOK
  • SOSIAL DAN POLITIK
    • PRESPEKTIF
    • HUKUM
    • BIROKRASI
    • KEBANGSAAN
    • KOMUNIKASI
    • PESANTREN
    • PEMILU
    • INKOPPOL
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • SPORT
  • E-KORAN SPOTNEWS

© 2022 Spotnews.id