Jakarta,Spotnews.id- PT Jasa Raharja (Persero) bersama PT Asuransi Jasaraharja Putera menyiapkan santunan gabungan hingga Rp70 juta per korban bagi ahli waris sah penumpang umum KM Virgo Transport 8 yang terdaftar dalam manifes dan telah terverifikasi meninggal dunia.
Santunan tersebut terdiri atas Rp50 juta dari Jasa Raharja serta perlindungan tambahan Rp20 juta dari Jasaraharja Putera melalui skema Asuransi Tanggung Jawab Pengangkut (ATJP). Kapal tersebut dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9).
“Dalam kondisi seperti ini, yang paling utama adalah memastikan korban mendapatkan penanganan dengan baik,” kata Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero) Muhammad Awaluddin dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.
Jasa Raharja menyatakan santunan sebesar Rp50 juta diberikan kepada ahli waris yang sah berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964. Sementara bagi korban yang mengalami luka-luka, Jasa Raharja memberikan jaminan biaya perawatan maksimal Rp20 juta yang dibayarkan langsung kepada rumah sakit.
Adapun Jasaraharja Putera memberikan perlindungan tambahan berdasarkan perjanjian kerja sama (PKS) Asuransi Tanggung Jawab Pengangkut (ATJP) dengan PT Virgo Karya Shipping.
Melalui skema tersebut, korban meninggal dunia atau mengalami cacat tetap mendapatkan santunan sebesar Rp20 juta per orang. Selain itu, tersedia jaminan biaya perawatan medis maksimal Rp10 juta per orang.
Perlindungan ATJP juga mencakup kerusakan fisik terhadap 89 kendaraan yang diangkut KM Virgo Transport 8. Nilai pertanggungan kendaraan berkisar antara Rp6 juta hingga Rp192 juta per unit, sesuai dengan klasifikasi masing-masing kendaraan.
Rentang pertanggungan tersebut berlaku untuk berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor hingga truk tronton maupun trailer.
Direktur Teknik PT Asuransi Jasaraharja Putera Suhardiman mengatakan, tim perusahaan yang berada di Posko Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, terus melakukan verifikasi data untuk mendukung proses pemberian santunan serta penyelesaian klaim kendaraan dan barang.
“Fokus utama saat ini adalah mendukung penuh upaya operasi pencarian dan pertolongan yang dipimpin oleh pihak Basarnas,” ujar Suhardiman.
Satu Korban Meninggal Tiba di Banjarmasin
Sementara itu, satu jasad korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Senin sekitar pukul 07.00 WITA. Korban tersebut dievakuasi setelah kapal mengalami kecelakaan di Perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9).
Humas Basarnas Banjarmasin Singgih mengatakan, jasad tersebut masih berstatus Mister X dan tengah menjalani proses identifikasi.
“Masih diidentifikasi sebagai Mister X, sedang proses pendataan lengkap, untuk jenis kelamin laki-laki,” kata Singgih.
Berdasarkan pantauan di lapangan, jasad berjenis kelamin laki-laki tersebut ditandu menggunakan kantong jenazah setelah diturunkan dari kapal tanker MT Mauhau milik PT Pertamina Patra Niaga di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Kapal tersebut juga membawa 15 penumpang selamat. Jasad korban kemudian diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Sementara 15 penumpang yang selamat menjalani pemeriksaan dan perawatan di posko kesehatan. Selain itu, KN SAR Laksamana 241 turut membawa satu korban selamat lainnya.
Dengan demikian, pada Senin pagi total korban KM Virgo Transport 8 yang berhasil dievakuasi mencapai 17 orang, terdiri atas 16 orang selamat dan satu orang meninggal dunia.
Sebelumnya, pada Minggu malam, sebanyak 69 korban selamat berhasil dievakuasi oleh kapal MV Haida menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin untuk mendapatkan penanganan medis.
130 Penumpang Masih Dalam Pencarian
KM Virgo Transport 8 diketahui membawa 243 penumpang dan dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 WITA.
Kapal tersebut sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9).
Basarnas mengerahkan 15 armada laut dan udara dari unsur gabungan untuk memaksimalkan operasi pencarian dan pertolongan di lokasi kejadian, yakni Perairan Masalembo, Laut Jawa.
Armada yang dikerahkan terdiri atas 11 kapal, satu helikopter, dan tiga pesawat.
Hingga Senin, Basarnas mengonfirmasi tim SAR gabungan telah mengevakuasi 113 penumpang, yang terdiri atas 107 orang selamat dan enam orang meninggal dunia.
Sementara itu, sebanyak 130 orang lainnya masih dalam proses pencarian di lokasi kejadian.
Operasi pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan dengan melibatkan unsur SAR gabungan. Selain berfokus menemukan penumpang yang masih hilang, tim juga melakukan evakuasi dan penanganan terhadap korban yang telah ditemukan.
(Laporan:Spotnews.id-Ryn)








