Surabaya,Spotnews.id- Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya (UNESA) memperkuat kompetensi digital marketing Karang Taruna Kecamatan Sawahan, Surabaya, melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).
Program bertema “Penguatan Kompetensi Digital Marketing” yang dilaksanakan pada 10 September 2026 tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pemuda dalam memanfaatkan teknologi digital bagi pengembangan usaha, promosi produk lokal, serta penguatan ekonomi kreatif berbasis komunitas.
Program tersebut menjadi relevan di tengah perubahan perilaku konsumen dan semakin berkembangnya ekosistem bisnis digital. Tingginya penggunaan media sosial dan berbagai platform daring membuka peluang besar bagi generasi muda. Namun, pemanfaatannya membutuhkan kemampuan yang lebih dari sekadar menjadi pengguna teknologi.
Karena itu, kegiatan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis menggunakan media sosial. Peserta memperoleh penguatan mengenai perilaku konsumen digital, identifikasi target pasar, penyusunan strategi promosi, pembuatan konten, pengelolaan media sosial, hingga pembangunan identitas dan citra merek (branding).
Ketua Tim PKM Prodi S1 Manajemen UNESA, Mohammad Amiruddin Al-Farisi, menilai kedekatan generasi muda dengan teknologi digital perlu diarahkan menjadi kapasitas yang mampu menghasilkan nilai bagi lingkungan sekitarnya.
“Pemuda hari ini sangat dekat dengan teknologi digital. Tantangannya adalah bagaimana kedekatan itu tidak berhenti pada konsumsi, tetapi berkembang menjadi kemampuan membaca peluang, menciptakan nilai, dan menggerakkan potensi ekonomi di lingkungannya,” kata Farisi.
Peserta juga diajak melihat digital marketing sebagai sebuah proses strategis. Pemasaran digital dimulai dari mengenali konsumen dan kebutuhannya, menentukan nilai unggul produk, menyusun pesan komunikasi yang relevan, memilih kanal promosi yang tepat, hingga mengevaluasi hasil kegiatan pemasaran.
Pemahaman tersebut penting agar penggunaan media sosial tidak berhenti pada aktivitas mengunggah produk atau materi promosi. Melalui strategi yang tepat, platform digital dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pasar, memperkuat identitas produk, membangun hubungan dengan konsumen, sekaligus meningkatkan daya saing usaha.
Karang Taruna memiliki posisi strategis dalam proses tersebut. Selain dekat dengan perkembangan teknologi dan media sosial, pemuda juga dapat menjadi penggerak berbagai aktivitas produktif di tengah masyarakat.
Dengan bekal kompetensi digital marketing, Karang Taruna Kecamatan Sawahan diharapkan dapat mendukung promosi usaha warga, mengembangkan potensi produk lokal, serta melahirkan berbagai inisiatif kewirausahaan yang kreatif dan sesuai dengan karakteristik lingkungannya.
Pendampingan dilakukan secara aplikatif agar materi yang diberikan tidak berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang dimiliki peserta.
Tim PKM Prodi S1 Manajemen UNESA diketuai Mohammad Amiruddin Al-Farisi, S.E., M.Sc., dengan anggota Yuyun Isbanah, S.E., M.SM.; Trias Madanika Kusumaningrum, S.E., S.Pd., M.M.; Dr. Heri Cahyo Bagus Setiawan, S.Pd.I., M.SM.; serta Bima Yatna Anugerah Ramadhani, B.Ba., M.M.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi Prodi S1 Manajemen UNESA dalam menghadirkan pengetahuan dan kompetensi manajemen yang dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan Karang Taruna juga membuka ruang bagi pengembangan program pemberdayaan yang lebih berkelanjutan. Perguruan tinggi tidak hanya menjadi ruang pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat mempertemukan keilmuan dengan kebutuhan nyata yang berkembang di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Prodi S1 Manajemen UNESA berharap penguatan kompetensi digital tidak berhenti setelah kegiatan berlangsung. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan menjadi modal bagi pemuda untuk mengembangkan kegiatan produktif, memperkuat promosi produk lokal, serta menangkap peluang ekonomi digital secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, penguatan digital marketing tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi. Lebih dari itu, kompetensi tersebut menjadi bagian dari upaya mengubah kreativitas pemuda menjadi aktivitas produktif, potensi lokal menjadi nilai ekonomi, dan teknologi digital menjadi ruang tumbuh bagi kemandirian masyarakat.
(laporan:Spotnews.id-RY)



