Pasuruan,Spotnews.id- Pertemuan antara Dr. K.H. Muhammad Zakki, M.S.I., pengasuh Pondok Pesantren Mukmin Mandiri sekaligus pengusaha ternama di Jawa Timur, dengan Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan, Suadi, S.Ag., M.Pd.I., di Valencia Bakery Cafe & Resto Pasuruan, melahirkan berbagai gagasan strategis dalam pengembangan kewirausahaan (entrepreneurship) bagi mahasiswa dan santri.
Dalam suasana penuh keakraban, kedua tokoh berdiskusi mengenai pentingnya membangun sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mandiri secara ekonomi melalui dunia usaha.
Suadi menjelaskan bahwa UNU Pasuruan memiliki komitmen kuat dalam mengembangkan budaya entrepreneur di lingkungan kampus. Menurutnya, konsep yang selama ini diterapkan di Pondok Pesantren Mukmin Mandiri sangat relevan untuk diadaptasi dalam pendidikan tinggi.
“Teori-teori yang dipelajari di kampus akan lebih bermakna ketika langsung diterapkan dalam dunia usaha. Karena itu kami ingin membangun kerja sama dengan pesantren entrepreneur seperti Mukmin Mandiri. Santri tidak hanya belajar, tetapi juga bekerja, berkarya, bahkan memperoleh penghasilan. Model seperti ini sangat baik untuk diterapkan kepada mahasiswa,” ujarnya.
Ia mengaku bersyukur dapat berdialog langsung dengan Dr. K.H. Muhammad Zakki yang dikenal memiliki pengalaman panjang sebagai entrepreneur sekaligus tokoh pesantren.
“Kami bersyukur bisa bertemu dengan Pak Yai Zakki yang memiliki jiwa entrepreneur yang sangat kuat. Ini sangat nyambung dengan visi kampus dalam pengembangan kewirausahaan mahasiswa,” katanya.

Menurut Suadi, beberapa program studi di UNU Pasuruan memiliki potensi besar untuk dikolaborasikan dengan dunia usaha, di antaranya Program Studi Perbankan Syariah serta Program Studi Teknologi Hasil Pertanian yang selama ini fokus pada pengembangan komoditas unggulan daerah, khususnya kopi.
“Kalau berbicara kopi, mahasiswa kami sudah sampai mempelajari karakter after taste dan pengembangan produk kopi. Pasuruan memiliki potensi kopi yang luar biasa, selain susu sebagai komoditas unggulan. Karena itu kerja sama ini sangat memungkinkan dikembangkan,” jelasnya.
Ke depan, pihak kampus berencana menghadirkan Dr. K.H. Muhammad Zakki sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman mengenai dunia entrepreneur kepada mahasiswa. Selain itu, peluang pengembangan usaha seperti pengelolaan kafetaria kampus hingga berbagai program pelatihan kewirausahaan juga menjadi bagian dari rencana sinergi kedua institusi.
“Kami memiliki lembaga pelatihan yang sangat dibutuhkan masyarakat. Insyaallah nanti banyak program yang bisa diisi oleh Pak Kiai Zakki, terutama terkait pengembangan entrepreneur. Saya yakin pertemuan hari ini membawa banyak keberkahan, bukan hanya membahas Baznas, tetapi juga masa depan pengembangan perguruan tinggi,” tambahnya.
Suadi juga menegaskan bahwa UNU Pasuruan hadir dengan semangat integrasi pendidikan tinggi dan pesantren. Menurutnya, Pasuruan selama ini dikenal sebagai kota santri sehingga keberadaan perguruan tinggi harus mampu menjadi jembatan bagi santri untuk memperoleh pendidikan tinggi tanpa meninggalkan karakter kepesantrenan.
“Kalau orang berbicara kuliah di Jawa Timur mungkin yang terbayang Surabaya, Malang atau Jember. Tetapi kalau bicara pesantren, orang pasti ingat Pasuruan. Karena itu kami mengusung tagline Sinergi Pendidikan Tinggi dan Pesantren agar santri juga memiliki kesempatan menjadi entrepreneur yang sukses,” tuturnya.
Ia menambahkan, semangat khidmah yang menjadi ciri khas warga Nahdlatul Ulama menjadi modal utama dalam membangun kolaborasi tersebut.
“Kami akan menghadirkan para pakar dari berbagai bidang, termasuk Kiai Zakki, karena beliau tidak hanya memahami konsep secara teoritis tetapi juga telah membuktikannya dalam praktik melalui pesantren yang dikelolanya.”
Sementara itu, Dr. K.H. Muhammad Zakki, M.S.I. menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah awal membangun program produktif yang diinisiasi bersama antara Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan dan Pondok Pesantren Mukmin Mandiri.
“Program ini merupakan ikhtiar bersama antara UNU Pasuruan dan Pondok Pesantren Mukmin Mandiri untuk mengangkat kompetensi mahasiswa agar memiliki keterampilan di bidang entrepreneurship. Harapan kami, anak-anak yang kuliah di UNU Pasuruan nantinya mampu menjadi wirausahawan yang mandiri secara ekonomi,” ungkapnya.
Menurutnya, identitas Pasuruan sebagai kota santri merupakan kekuatan besar yang harus dikembangkan melalui kolaborasi dengan dunia usaha.
“Pasuruan terkenal dengan santrinya. Santri adalah kekuatan besar bangsa ini. Mereka perlu dipertemukan dengan para pengusaha agar belajar langsung mengenai dunia entrepreneur. Dengan demikian teori yang diperoleh di bangku kuliah akan berjalan seiring dengan praktik di lapangan sehingga menghasilkan lulusan yang siap menciptakan lapangan kerja,” jelas Dr. K.H. Muhammad Zakki.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal terbangunnya sinergi strategis antara dunia akademik, pesantren, dan dunia usaha. Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan generasi entrepreneur muda yang berkarakter, berdaya saing, serta memiliki kemandirian ekonomi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kepesantrenan.
(Laporan:Spotnews.id-RYn)







