GRESIK – Program pemberdayaan ekonomi melalui Balai Ternak BAZNAS di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Tak hanya meningkatkan kapasitas ekonomi peternak, program tersebut mulai melahirkan gerakan sosial dari para penerima manfaat melalui infaq ternak.
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodiq Mudjahid, M.Sc., menyampaikan apresiasinya saat mengunjungi Balai Ternak BAZNAS Gresik dan berdialog langsung dengan 38 peternak kambing binaan.
Menurut Sodiq, keberhasilan program pemberdayaan zakat tidak semata-mata dilihat dari meningkatnya pendapatan mustahik. Lebih dari itu, keberhasilan juga tercermin ketika penerima manfaat mampu bangkit secara ekonomi, memiliki kemandirian, sekaligus memiliki kepedulian untuk membantu masyarakat lainnya.
Hal tersebut terlihat dari gerakan infaq kambing yang dilakukan para peternak binaan. Setiap peternak menginfaqkan tiga ekor kambing untuk selanjutnya digulirkan kepada mustahik baru. Dari gerakan tersebut, hingga kini telah terkumpul sebanyak 57 ekor kambing hasil swadaya peternak.
“Saya sangat mengapresiasi dan sangat bangga sekali melihat perkembangan Balai Ternak yang ada di Kabupaten Gresik. Yang lebih membanggakan adalah peternak ini sudah tumbuh rasa syukur dan kepedulian kepada sesama dengan berinfaq satu mustahik tiga kambing. Ini sungguh luar biasa, sehingga manfaat ini terus bergulir memberikan dampak ke masyarakat yang lain,” ujar Sodiq.
Ia menilai, model pemberdayaan seperti Balai Ternak dapat menjadi contoh bagaimana dana zakat tidak hanya diberikan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga diarahkan untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
Dengan adanya sistem pengguliran ternak, penerima manfaat yang sebelumnya berada pada posisi mustahik diharapkan secara bertahap mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus berkontribusi terhadap lahirnya penerima manfaat baru.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Gresik, H. Muhamad Mujib, M.Pd.I., mengatakan pengembangan Balai Ternak Desa Kembangan terus diarahkan agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
Menurutnya, aktivitas di balai tersebut tidak lagi sebatas penggemukan dan pembiakan ternak. BAZNAS Gresik tengah menyiapkan konsep Eduwisata Balai Ternak sekaligus mengembangkan sejumlah produk turunan yang memiliki nilai ekonomi.
“Kami sudah berinovasi untuk mengembangkan kawasan ini menjadi Eduwisata Balai Ternak. Selain itu, kami bersama peternak binaan juga mengembangkan berbagai produk turunan, seperti daging domba frozen, layanan aqiqah, hingga olahan pupuk kandang yang didampingi langsung oleh Dinas Pertanian Kabupaten Gresik,” jelas Mujib.
Pengembangan produk turunan tersebut diharapkan dapat membuka sumber pendapatan baru bagi kelompok peternak sekaligus menciptakan ekosistem usaha yang lebih berkelanjutan.
Mujib juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dan sinergi BAZNAS RI dalam memperkuat program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Gresik. Sejumlah program yang telah dikembangkan antara lain ZMart, ZAuto, BMM, dan BMD.
Sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, dan kelompok masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan program pemberdayaan berjalan secara berkelanjutan dan mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Kunjungan tersebut turut dihadiri Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur H. Mohamad Ghofirin, M.Pd., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Perencanaan, dan Inovasi H. Syarifudin, S.Ag., ME., Deputi II BAZNAS RI Dr. H. Imdadun, M.Si., serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik Ir. Eko Anindito Putro, M.M.A., didampingi Kabid Peternakan drh. Viki Mustofa, M.Si.
Keberadaan Balai Ternak BAZNAS Gresik menjadi gambaran bahwa pemberdayaan zakat dapat dirancang secara produktif. Dari seekor ternak yang diberikan kepada mustahik, manfaatnya dapat terus berkembang, hingga akhirnya menciptakan kemandirian ekonomi dan kepedulian sosial yang manfaatnya dirasakan lebih banyak masyarakat.
(Sumber:Baznasgresik /// Cc: Spotnews.id us)








