Spotnews.id , SURABAYA — Semangat kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai peringatan sejarah, tetapi juga sebagai momentum untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri dan produktif. Semangat tersebut diwujudkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur melalui penyaluran bantuan modal usaha kepada 10 warga binaan eks-narapidana terorisme (eks-napiter) di Kota Surabaya.
Masing-masing penerima memperoleh bantuan modal usaha sebesar Rp2,5 juta. Bantuan tersebut bersumber dari kemanfaatan zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS Jatim untuk mendukung pemberdayaan masyarakat.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Ketua BAZNAS Jatim HM Ghofirin bersama Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur Edy Supriyanto, di sela-sela upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (17/8).
Program tersebut merupakan bentuk sinergi antara BAZNAS Jatim dan Bakesbangpol Jawa Timur dalam melanjutkan proses pembinaan eks-napiter. Tidak hanya menyentuh aspek sosial, pendampingan juga diperkuat dengan pemberdayaan ekonomi agar para penerima memiliki peluang untuk membangun usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Ketua BAZNAS Jatim HM Ghofirin mengatakan, pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu langkah penting agar para penerima manfaat dapat menjalani kehidupan yang lebih produktif dan mandiri.
“Semangat kemerdekaan adalah semangat untuk bangkit, berdaya, dan mandiri. Karena itu, zakat, infak, dan sedekah harus mampu memberikan manfaat yang nyata, salah satunya melalui pemberdayaan ekonomi,” ujar Gus Ghofirin.
Menurutnya, bantuan modal usaha tidak semestinya dipandang sebagai bantuan jangka pendek. Lebih dari itu, bantuan tersebut diharapkan menjadi modal awal bagi penerima untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, serta membangun kehidupan yang lebih baik bersama keluarganya.
Gus Ghofirin juga menilai kolaborasi dengan Bakesbangpol Jawa Timur memiliki peran strategis. Pembinaan yang telah dilakukan pemerintah dapat diperkuat melalui dukungan ekonomi sehingga warga binaan memiliki ruang untuk terus berkembang dan berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
“Kami berharap bantuan ini menjadi pijakan untuk tumbuh. Dengan adanya dukungan modal, para penerima memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha dan semakin mandiri secara ekonomi,” katanya.
Salah satu penerima bantuan, Fuadi (53), warga Surabaya, mengungkapkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan BAZNAS Jatim. Ia berharap bantuan modal sebesar Rp2,5 juta tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usahanya sekaligus menjadi penyemangat untuk terus berusaha.
“Kami mengucapkan jazakumullah khairan katsiran. Terima kasih banyak atas seluruh perhatian yang diberikan oleh BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Semoga ini memberikan semangat kepada kami untuk semakin mandiri secara ekonomi,” ujar Fuadi.
BAZNAS Jatim menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pola penyaluran zakat, infak, dan sedekah yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan. Program pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu upaya agar dana umat dapat menjadi kekuatan bagi penerima manfaat untuk bangkit dan meningkatkan taraf kehidupannya.
Gus Ghofirin turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, muzaki, dan donatur yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS Jawa Timur.
“Kepercayaan masyarakat adalah amanah sekaligus kekuatan bagi kami untuk terus menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata. Kami ingin zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi energi pemberdayaan sehingga semakin banyak masyarakat yang mampu bangkit dan mandiri,” pungkasnya.
(Sumber: Baznasjatim // Spotnews.id – us)








