Surabaya,Spotnews.id – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak kembali dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur untuk periode 2026-2031. Emil terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) VII Partai Demokrat Jawa Timur yang digelar di Surabaya, Sabtu (29/8/2026).
Sebanyak 40 pemegang hak suara secara bulat memberikan dukungan kepada Emil Dardak, sehingga dirinya menjadi calon tunggal sekaligus kembali dipercaya menakhodai Partai Demokrat Jawa Timur untuk lima tahun ke depan.
Emil mengatakan hasil Musda tersebut telah langsung dikirimkan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat untuk diproses sesuai dengan mekanisme organisasi yang berlaku.
“Hari ini hasil Musda sudah langsung dikirim ke DPP. Ketua Umum sendiri dalam perjalanan menuju tanah air,” kata Emil di Surabaya, Sabtu.
Selanjutnya, hasil Musda akan diproses oleh Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) DPP Partai Demokrat. Lembaga tersebut akan menetapkan tujuh anggota formatur yang bertugas menyusun struktur kepengurusan DPD Partai Demokrat Jawa Timur periode 2026-2031.
Sebagai ketua formatur, Emil menegaskan kepengurusan Demokrat Jawa Timur ke depan akan mengedepankan semangat kolaborasi lintas generasi. Ia memastikan kader-kader muda tetap memiliki kesempatan yang luas untuk menduduki posisi strategis di dalam struktur partai.
“Tidak akan pernah ada kata terlalu muda untuk seorang kader mendapat tempat strategis di Partai Demokrat,” ujarnya.
Dalam menghadapi agenda politik mendatang, Emil menyampaikan sejumlah target yang ingin dicapai Demokrat Jawa Timur. Salah satunya adalah mengupayakan keterwakilan Partai Demokrat dari seluruh daerah pemilihan di Jawa Timur di DPR RI.
Selain itu, ia juga meminta para anggota legislatif petahana di tingkat provinsi untuk terus menunjukkan kinerja dan menghadirkan hasil nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sebelumnya, Emil Dardak telah dipastikan menjadi calon tunggal dalam pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur. Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron menyebut seluruh pemilik suara memberikan dukungan kepada Emil.
“Hanya ada Mas Emil yang diusung oleh para pemilik suara. Pemilik suara adalah para Ketua DPC, kemudian gabungan organisasi sayap partai,” kata Herman.
Herman menegaskan bahwa pengurus pusat Partai Demokrat tidak melakukan intervensi dalam penentuan pimpinan di tingkat daerah. Menurutnya, partai memberikan ruang demokrasi yang luas kepada pengurus cabang dan pemilik hak suara di Jawa Timur untuk menentukan pemimpinnya.
“Sampai hari ini pelaksanaan musyawarah kami tidak menggunakan diskresinya ketua umum. Kami memberikan ruang yang cukup lebar untuk berdemokrasi di tingkat daerah,” ujarnya.
Dengan hanya adanya satu calon yang mendapat dukungan penuh dari seluruh pemegang hak suara, proses pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur berlangsung lebih cepat dan kondusif.
Setelah struktur kepengurusan periode 2026-2031 terbentuk, jajaran Partai Demokrat Jawa Timur diharapkan dapat segera memperkuat konsolidasi organisasi dan fokus menjalankan program kerja, termasuk mengawal pembangunan dan program pemerintahan di Jawa Timur.
Terpilihnya Emil Dardak secara aklamasi untuk kedua kalinya menjadi Ketua Demokrat Jawa Timur juga menjadi momentum bagi partai untuk memperkuat soliditas kader serta mempersiapkan strategi menghadapi agenda politik pada periode mendatang.
(Laporan:Antara//Spotnews.id-RYn)







