Spotnews.id, PONTIANAK — Upaya memperkuat pengelolaan zakat dan memperluas manfaat bagi masyarakat terus dibangun melalui kolaborasi antarlembaga. Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Mohammad Ghofirin melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (11/8/2026).
Kedatangan Mohammad Ghofirin disambut langsung Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat Hamzah Tawil bersama jajaran pimpinan. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dengan membahas berbagai pengalaman, program, serta pengembangan pengelolaan zakat di masing-masing daerah.
Silaturahmi tersebut menjadi ruang bagi kedua BAZNAS untuk saling bertukar gagasan mengenai strategi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Berbagai program yang telah berjalan di Jawa Timur maupun Kalimantan Barat menjadi bahan diskusi untuk melihat peluang pengembangan dan penerapan program yang dinilai memiliki dampak positif.
Mohammad Ghofirin mengatakan, komunikasi antarpimpinan BAZNAS menjadi bagian penting dalam membangun kekuatan bersama dalam pengelolaan zakat. Menurutnya, setiap daerah memiliki karakteristik dan pengalaman berbeda sehingga dapat menjadi sumber pembelajaran bagi daerah lainnya.
“Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus bertukar gagasan dengan BAZNAS Kalimantan Barat. Banyak hal yang bisa kita diskusikan, termasuk peluang kerja sama yang nantinya bisa dikembangkan bersama,” ujar Ghofirin.
Ia menilai kolaborasi antardaerah tidak selalu harus diawali dengan program berskala besar. Pertukaran informasi, pengalaman, dan praktik baik juga dapat menjadi langkah awal untuk membangun kerja sama yang lebih konkret.
“Yang terpenting adalah komunikasi dan sinerginya terus berjalan. Dari komunikasi seperti ini, kita bisa melihat apa yang bisa dikerjakan bersama dan memberikan manfaat lebih besar kepada masyarakat,” katanya.
Menurut Ghofirin, penguatan jejaring antarlembaga zakat juga membuka peluang agar berbagai inovasi yang telah berhasil diterapkan di suatu daerah dapat dipelajari dan dikembangkan di wilayah lain. Dengan demikian, pengalaman masing-masing BAZNAS tidak berhenti di daerahnya sendiri, tetapi dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat Hamzah Tawil menyambut positif kunjungan tersebut. Ia menilai pertemuan antarpimpinan BAZNAS penting untuk memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus membuka ruang pertukaran pengalaman dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah.
“Kami sangat menyambut baik silaturahmi dari BAZNAS Jawa Timur. Ini menjadi kesempatan bagi kita untuk saling bertukar pengalaman dan membicarakan hal-hal yang bisa kita kerjasamakan,” ujar Hamzah.
Hamzah berharap komunikasi yang telah terjalin dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi kolaborasi konkret di berbagai bidang. Menurutnya, hubungan yang kuat antara BAZNAS di tingkat provinsi dapat menjadi bagian dari upaya membangun jejaring zakat yang semakin solid hingga tingkat nasional.
Pertemuan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pengelolaan zakat membutuhkan sinergi dan pertukaran pengetahuan antardaerah. Dengan memperkuat komunikasi, berbagi pengalaman, dan membuka ruang kerja sama, BAZNAS diharapkan mampu menghadirkan inovasi program yang semakin tepat sasaran.
Silaturahmi BAZNAS Jatim dan BAZNAS Kalimantan Barat menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi yang lebih luas. Dari hubungan antarlembaga yang semakin kuat, diharapkan lahir berbagai program yang mampu memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan.







