Surabaya, Spotnews.id- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kehumasan bagi BAZNAS kabupaten/kota se-Jawa Timur, Kamis (27/11/2025), bertempat di Aula Kantor BAZNAS Jatim. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi humas dalam menghadapi agenda besar transformasi digital yang tengah dicanangkan BAZNAS RI.
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Waka 1 Drs. KH. Masnuh, MA., Waka 2 Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Kabag Humas BAZNAS RI Yudhiarma MK, S.Ag., M.Si., serta pimpinan dan pelaksana BAZNAS kabupaten/kota dari seluruh wilayah Jawa Timur.
Bagian dari Diklat Z-PR Nasional
Dalam kesempatan itu, Kabag Humas BAZNAS RI Yudhiarma MK menyampaikan sambutan Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, yang berhalangan hadir. Ia menjelaskan bahwa Bimtek ini merupakan rangkaian dari Diklat Z-PR (Zakat Public Relations) yang rutin dilaksanakan setiap pekan.
“Bimtek Kehumasan Zakat (Z-PR) ini sesuai brand BAZNAS yang didominasi huruf ‘Z’ sebagai representasi dari ‘zakat’. Program ini kami gelar secara rutin sebagai penguatan kapasitas dalam mengelola Kantor Digital BAZNAS,” ujarnya.
Yudhiarma menegaskan bahwa agenda penguatan humas ini selaras dengan visi besar transformasi digital yang terus didorong Ketua BAZNAS RI, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen.
“Beliau telah menginisiasi pembangunan 400 Kantor Digital BAZNAS di seluruh Indonesia. Namun faktanya, baru sekitar 10 persen yang benar-benar memanfaatkannya secara optimal, terutama dalam produksi konten dan penggunaan fitur-fitur inovatif,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa BAZNAS provinsi memegang peran kunci dalam mendorong aktivasi Kantor Digital di daerah.
“Harapan kami jelas: BAZNAS provinsi harus menjadi penggerak utama dalam mengaktifkan dan mengoptimalkan Kantor Digital di wilayahnya masing-masing,” katanya.
Ketua BAZNAS Jatim: Transformasi Digital Harus Diiringi SDM Siap
Dalam arahannya, Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa menekankan bahwa transformasi digital tidak hanya soal teknologi, tetapi juga kesiapan SDM, kedisiplinan informasi, dan kehati-hatian dalam memilah data.
“BAZNAS saat ini sangat membutuhkan optimalisasi dan reskilling digital, meskipun masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya percaya pada sistem digital,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa teknologi digital menghadirkan kecepatan arus data yang harus diimbangi dengan ketelitian.
“Kita juga harus jeli menyikapi banyaknya data yang tidak valid. Teknologi digital menawarkan kecepatan, tetapi sisi negatifnya tetap harus diantisipasi,” lanjutnya.
Kiai Ali Maschan juga menegaskan pentingnya peran humas dalam menjaga kualitas pesan dan membentuk citra lembaga.
“Kita mendorong publikasi yang cepat, namun tetap mengutamakan kualitas dibanding kuantitas. Salah satu prinsip penting dalam menjaga kualitas adalah akhlak,” tuturnya.
Ia menutup dengan pesan simbolis terkait besarnya perhatian publik terhadap BAZNAS.
“BAZNAS semakin menjadi perhatian publik. Seperti pohon yang makin tinggi, anginnya makin kencang. Maka akarnya harus semakin kuat,” pungkasnya.
Penguatan Kapasitas Humas untuk Akselerasi Zakat Digital
Melalui Bimtek ini, BAZNAS Jatim berharap seluruh humas BAZNAS kabupaten/kota mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi komunikasi, memaksimalkan peran Kantor Digital, serta meningkatkan kualitas publikasi zakat sebagai bagian dari percepatan ekosistem zakat nasional.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan praktik teknis pengelolaan konten digital, yang diharapkan dapat langsung diterapkan di masing-masing daerah. (Laporan:Baznasjatim//Spotnews.id-ryN)







