Spotnews.id, LAMONGAN — Upaya memperluas sinergi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) terus dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lamongan. Kali ini, BAZNAS Lamongan menyambangi Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lamongan, Jumat (21/8/2026).
Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi. Di balik suasana hangat dan penuh kekeluargaan, kedua instansi mulai membuka ruang kolaborasi untuk menggali potensi ZIS sekaligus memperkuat pengelolaan dana sosial keagamaan agar semakin profesional, transparan, dan berdampak luas bagi masyarakat.
Rombongan BAZNAS Kabupaten Lamongan disambut langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lamongan, H. Abd. Ghofur, M.Ag., bersama jajaran.
Pertemuan diawali dengan saling memperkenalkan personel, dilanjutkan pemaparan tugas, pokok dan fungsi (tupoksi), serta berbagai program yang telah dijalankan oleh masing-masing lembaga. Dari sinilah pembicaraan berkembang pada satu peluang besar: bagaimana potensi ZIS di Lamongan dapat dihimpun dan dikelola secara optimal untuk menghadirkan manfaat yang semakin luas.
BAZNAS Lamongan Buka Potensi Kolaborasi ZIS
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Lamongan memperkenalkan sejumlah program unggulan yang selama ini menjadi bagian dari ikhtiar meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di antaranya Program 1 Desa 8 Mustahik, bantuan pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, hingga program pemberdayaan masyarakat. Program-program tersebut menjadi gambaran bahwa dana ZIS yang dikelola dengan baik dapat diarahkan tidak hanya untuk membantu kebutuhan sesaat, tetapi juga mendorong kemandirian penerima manfaat.
Pembahasan kemudian mengarah pada potensi penghimpunan ZIS di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lamongan. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi ruang sinergi yang dapat dikaji dan dikembangkan bersama dengan tetap berpedoman pada regulasi dan mekanisme yang berlaku.
Jika dikelola secara optimal, kolaborasi tersebut berpeluang memperkuat ekosistem zakat di Lamongan sekaligus membuka ruang lebih besar bagi masyarakat untuk mendapatkan manfaat dari dana sosial keagamaan.
Trust Jadi Kunci Pengelolaan ZIS
Tidak hanya berbicara tentang penghimpunan, pertemuan tersebut juga menyoroti satu hal yang menjadi kunci keberhasilan pengelolaan ZIS: kepercayaan masyarakat atau trust.
Kepercayaan tidak lahir begitu saja. Dibutuhkan pengelolaan yang on the track, transparan, akuntabel, profesional, serta didukung sistem pelaporan yang baik.
Semakin kuat tata kelola yang diterapkan, semakin besar pula keyakinan masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi.
Karena itu, sinergi antara BAZNAS Kabupaten Lamongan dan Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lamongan diharapkan tidak hanya berhenti pada pertemuan, tetapi dapat berlanjut menjadi kerja bersama dalam memperkuat tata kelola dan optimalisasi dana ZIS.
Dari Silaturahmi Menuju Gerakan Bersama
Silaturahmi ini menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih erat antara BAZNAS Kabupaten Lamongan dan Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lamongan.
Lebih jauh, pertemuan tersebut membuka peluang lahirnya kolaborasi baru dalam menggali potensi ZIS dan dana sosial keagamaan lainnya untuk mendukung berbagai program kemaslahatan umat.
Dengan sinergi yang semakin kuat, potensi zakat di Lamongan diharapkan tidak hanya terkumpul lebih optimal, tetapi juga mampu dikelola secara tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dari satu meja silaturahmi, peluang kolaborasi mulai terbuka. Dari potensi ZIS, harapan besar untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat Lamongan pun semakin nyata.
Spotnews.id – us







