Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ngawi menandai usia ke-25 dengan menggelar Khotmil Quran dan silaturahmi bersama mahasiswa penerima program Satu Keluarga Satu Sarjana. Kegiatan yang mengusung tema nasional “Zakat Menguatkan Indonesia” ini berlangsung khidmat, sekaligus menjadi ajang penguatan sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, dan mitra strategis.
Momentum peringatan seperempat abad tersebut dimaknai sebagai refleksi perjalanan panjang pengelolaan zakat di Indonesia. Ketua BAZNAS Kabupaten Ngawi, Dr. Samsul Hadi, S.HI., M.Pd.I, menyampaikan bahwa selama 25 tahun terakhir, BAZNAS telah bertransformasi dari sistem konvensional menuju tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel.
“Seperempat abad ini adalah fase penting transformasi zakat. BAZNAS hadir sebagai lembaga negara yang berpegang pada prinsip Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI,” ujarnya. Ia menegaskan, di tingkat daerah, BAZNAS Ngawi berkomitmen menjadi garda terdepan dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Samsul Hadi juga menekankan bahwa dana zakat yang dihimpun merupakan amanah para muzaki yang harus disalurkan secara tepat sasaran dan memberi dampak nyata. Berbagai program unggulan pun terus dikembangkan, mulai dari beasiswa pendidikan, pemberdayaan ekonomi produktif, layanan kesehatan, hingga penguatan sistem penggalangan dana berbasis digital.
“Ke depan tantangan semakin kompleks. HUT ke-25 ini kami jadikan titik tolak untuk memperkuat tata kelola, memperluas jangkauan layanan, dan membangun sistem digital terintegrasi demi terwujudnya Ngawi yang sejahtera dan mandiri,” tambahnya.
Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan pemangku kepentingan, di antaranya Wakil Bupati Ngawi Dr. Dwi Riyanto Jatmiko, M.H., M.Si., jajaran SETDA Ngawi, Kepala Dinas Sosial, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ngawi, pimpinan KCP BSI Ngawi, serta pimpinan perguruan tinggi se-Kabupaten Ngawi. Kehadiran mereka mencerminkan dukungan kuat terhadap peran strategis BAZNAS.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ngawi mengapresiasi kontribusi BAZNAS selama 25 tahun terakhir. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS menjadi kunci percepatan penanggulangan kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan. “Zakat harus terus kita dorong sebagai gerakan bersama,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, mahasiswa penerima program Satu Keluarga Satu Sarjana juga mendapatkan apresiasi. Program ini dinilai sebagai wujud konkret pendayagunaan zakat untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi keluarga kurang mampu, sekaligus investasi jangka panjang bagi penguatan sumber daya manusia.
Rangkaian peringatan HUT ke-25 BAZNAS Ngawi ditutup dengan doa bersama dan pembacaan khotmil Quran, sebagai simbol harapan agar pengelolaan zakat ke depan semakin membawa keberkahan dan kemaslahatan bagi masyarakat luas.








