Spotnews.id , Sidoarjo – BAZNAS Kabupaten Sidoarjo bukan sekadar menyalurkan bantuan, BAZNAS Kab. Sidoarjo terus memperkuat ikhtiar jemput bola untuk memastikan zakat benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Di bawah komando Wakil Ketua III BAZNAS Sidoarjo, Ach Saleh, bersama staf pelaksana Ach Richie Prabu, tim menyusuri langsung kondisi warga yang berada dalam kelompok kemiskinan Desil 1.
Langkah tersebut membawa tim menuju kediaman Ibu Warsiti, perempuan berusia 60 tahun yang tinggal di Desa Becirongengor, Kecamatan Wonoayu. Sebagai seorang janda, Warsiti menjalani kehidupan sederhana bersama anak dan cucunya. Rumah yang ditempatinya masih memiliki lantai tanah serta dinding yang sebagian besar belum diplester secara layak.
Keterbatasan ekonomi keluarga membuat perbaikan rumah selama ini sulit dilakukan. Penghasilan anaknya yang bekerja sebagai buruh pabrik kerupuk sebagian besar hanya mencukupi kebutuhan makan sehari-hari. Kondisi tempat tinggal tersebut pun bukan hanya persoalan fisik, tetapi turut menjadi beban bagi keluarga yang setiap hari harus bertahan dalam keterbatasan.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Sidoarjo menyiapkan langkah tindak lanjut melalui program perbaikan rumah. Sejumlah bagian akan dibenahi, mulai dari pemasangan plafon, lantai keramik, pelur tembok, pengecatan, hingga pembenahan atap teras. Perbaikan ini diharapkan mampu menghadirkan tempat tinggal yang lebih sehat, aman, dan nyaman bagi keluarga Ibu Warsiti.
Perjalanan tim kemudian berlanjut ke Desa Krembung. Di sana, tim menemui Cak Takim, 47 tahun, yang tinggal bersama adiknya dalam kondisi rumah yang memprihatinkan. Bagian atap rumah hampir seluruhnya mengalami kerusakan karena kayu penyangga telah lapuk dimakan usia. Saat hujan turun, kondisi tersebut tentu menjadi ancaman sekaligus membuat aktivitas sehari-hari semakin tidak nyaman.
Cak Takim merupakan pekerja serabutan yang telah terdaftar sebagai penerima PBI-JK. Namun, hingga saat ini ia belum mendapatkan bantuan Sembako maupun PKH. Kondisi tersebut membuat perhatian dan intervensi sosial menjadi semakin penting agar kebutuhan dasar dan keselamatan tempat tinggalnya tidak terabaikan.
Ach Saleh menegaskan bahwa kerja-kerja BAZNAS tidak berhenti pada pemberian bantuan sesaat. Menurutnya, zakat harus dikelola secara tepat sasaran agar mampu memberikan dampak yang lebih panjang bagi kehidupan mustahik.
“Zakat bukan hanya tentang memberikan bantuan material, tetapi juga membangun harapan dan masa depan. Ketika kita memperbaiki rumah warga, kita sedang menghadirkan rasa aman, kesehatan yang lebih baik, ketenangan batin, sekaligus membuka kesempatan bagi mereka untuk bangkit,” ujar Ach Saleh.
Kunjungan langsung ke rumah-rumah warga menjadi bagian penting dalam memastikan setiap program BAZNAS menyentuh kebutuhan yang benar-benar mendesak. Dengan melihat kondisi mustahik secara langsung, bantuan dapat dirancang lebih presisi dan tidak berhenti pada angka maupun administrasi.
Bagi BAZNAS Sidoarjo, rumah yang layak bukan sekadar bangunan berdinding dan beratap. Rumah adalah tempat keluarga membangun harapan, membesarkan anak, menjaga kesehatan, dan menata kembali kehidupan. Karena itu, memperbaiki rumah warga miskin juga berarti memulihkan sebagian dari martabat dan rasa percaya diri mereka.
Dari rumah sederhana Ibu Warsiti hingga kediaman Cak Takim yang membutuhkan pembenahan, perjalanan jemput bola BAZNAS Sidoarjo menjadi pengingat bahwa kemiskinan tidak boleh dibiarkan berjalan sendirian dalam kesunyian.
Zakat hadir untuk menguatkan mereka yang sedang berada di titik paling rentan. Sebab, ketika zakat dikelola dengan amanah dan disalurkan secara tepat sasaran, manfaatnya bukan hanya terasa hari ini, tetapi dapat menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih layak.
(potnews.id – Uz)







