SURABAYA, Spotnews. – Perkumpulan Pesantren Entrepreneur Indonesia (PPEI) terus mendorong transformasi pesantren dari lembaga pendidikan agama menjadi pusat penggerak ekonomi umat yang mandiri dan produktif.
Organisasi yang mewadahi ribuan pesantren wirausaha se-Indonesia ini menilai, kemandirian ekonomi adalah kunci agar pesantren bisa berkelanjutan dalam mencetak SDM unggul, berakhlak, sekaligus berdaya saing.
Ekonomi Umat Dimulai dari Pesantren
Ketua Umum PPEI, Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., dan juga Pengasuh Pondok Pesantren Mukmin Mandiri Waru Sidoarjo, menyampaikan bahwa saat ini sedikitnya ada 28 ribu pesantren di Indonesia. Jika seluruhnya memiliki unit usaha produktif, maka akan tercipta ekosistem ekonomi kerakyatan yang sangat besar.
“Pesantren tidak boleh hanya jadi tempat mengaji. Pesantren harus jadi tempat melahirkan santri yang tidak hanya tafaqquh fiddin, tetapi juga tafaqquh fittijarah. Dan diharapkan pesantren sekaligus bisa membuka lapangan kerja bagi para santri. Itu visi PPEI,” ujar Kiai Zakki di Surabaya, Jumat 1/8/2026.

3 Pilar Gerakan PPEI
Untuk mewujudkan visi tersebut, PPEI menjalankan 3 pilar utama:
1. Pemberdayaan: Pendampingan unit usaha pesantren mulai dari usaha ritel, perkebunan, industri, pertanian, perikanan, peternakan, penguatan UMKM, hingga industri digital.
2. Jaringan: Membangun jejaring pasar antar pesantren. Produk santripreneur dijual di jaringan PPEI se-Indonesia.
3. Advokasi: Menjadi mitra pemerintah dalam program kemandirian pesantren, akses pembiayaan syariah, dan pelatihan SDM.
BI Jatim: Pesantren Adalah Pilar Ekonomi Syariah Masa Depan
Dukungan penuh juga datang dari Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Timur, Bapak Ibrahim.
Ia mengapresiasi langkah PPEI yang dinilai strategis dalam memperkuat ekonomi syariah dari akar rumput.
“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi gerakan PPEI. Pesantren punya potensi luar biasa sebagai pusat produksi, konsumsi, dan distribusi halal. Ini sejalan dengan roadmap Ekonomi Syariah Indonesia,” ujar Ibrahim.
Lebih lanjut, BI Jatim berkomitmen memberikan dukungan nyata berupa pendampingan literasi keuangan syariah, fasilitasi akses pembiayaan UMKM pesantren, serta mendorong digitalisasi pembayaran di lingkungan pesantren.
“Pesantren harus naik kelas. Dari sekadar konsumen, menjadi produsen. Dari lokal, menjadi berorientasi ekspor. BI siap jadi mitra strategis PPEI untuk mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren,” tegasnya.
Kiai Zakki pun menyambut baik dukungan tersebut. Ia berharap kolaborasi PPEI dan BI bisa menjadi model penguatan ekonomi umat secara nasional.
Saat ini PPEI menargetkan 1.000 pesantren binaan memiliki minimal 3 unit usaha produktif dan mampu menyerap tenaga kerja lokal pada tahun 2027.
(*spotnews-Nurul Huda)








