Sidoarjo,Spotnews.id – Pengasuh Pondok Pesantren Mukmin Mandiri Sidoarjo, Prof. Dr. KH. Muhammad Zakki, Drs., S.H., M.Si., C.Med., CICSS., mendorong pesantren bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan dan kemandirian ekonomi umat. Pesantren tidak cukup hanya berperan sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga perlu mengembangkan ekosistem usaha yang mampu mencetak santri mandiri dan melahirkan wirausaha baru.
Gagasan tersebut disampaikan Kiai Zakki melalui orasi ilmiah berjudul Ekosistem Usaha Pesantren Entrepreneur: Transformasi Pesantren dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Motor Penggerak dan Pusat Ekonomi Umat, dalam acara tasyakuran pengukuhan dirinya sebagai guru besar Universiti Geomatika Malaysia, Melaka, Malaysia, Minggu (1/11/2026).
Dalam orasinya, Kiai Zakki menegaskan bahwa integrasi pendidikan agama dan kewirausahaan merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran pesantren dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Jika dulu pesantren mencetak santri yang alim, maka hari ini pesantren harus mencetak santripreneur yang alim dan mandiri secara ekonomi. Tidak hanya tafaqquh fi diin (memahami agama), tetapi juga tafaqquh fi tijaarah (memahami dagang),” ujar Kiai Zakki yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur.
Sebagai bentuk implementasi, Kiai Zakki memperkenalkan sejumlah inisiatif usaha berbasis pesantren. Di antaranya investasi emas, pengembangan komoditas perhiasan emas, hingga pengembangan barista kopi dari kalangan santri Jawa Timur.
Berbagai sektor tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran sekaligus peluang usaha bagi santri dan masyarakat.
“Hari ini dalam rangka mencatatkan satu ekosistem baru pada UMKM di bidang komoditas perhiasan emas, tentu juga ada barista kopi. Semoga anak-anak kita semakin tumbuh, yang belum punya usaha bisa memulai usaha, sedangkan yang sudah berkembang bisa semakin besar,” katanya.
Untuk memperkuat pengembangan ekosistem tersebut, pihaknya berencana menjalin kerja sama dengan Pegadaian di Jawa Timur. Kolaborasi ini diharapkan membuka peluang usaha baru sekaligus memperluas keterlibatan masyarakat dalam pengembangan ekonomi berbasis pesantren.
Pengembangan usaha tersebut juga menyasar jemaah Ngaji Sugih, komunitas Mukmin Mandiri, Masjid Al-Furqon, Takmirul Muslimin, serta berbagai komunitas masyarakat lainnya. Kiai Zakki berharap keterlibatan berbagai kelompok tersebut dapat memperluas pemberdayaan UMKM dan memperkuat kemandirian ekonomi umat.
Sementara itu, Ketua DPRD Jawa Timur Musyafak Rouf berharap pengembangan ekonomi pesantren dapat diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, legislatif, pesantren, dan pelaku UMKM.

Menurutnya, Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan nasional sekaligus daerah dengan basis UMKM yang kuat. Sinergi berbagai pihak diperlukan agar potensi tersebut dapat memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Insyaallah akan ada sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, DPRD Provinsi Jawa Timur, Pondok Pesantren Mukmin Mandiri, dan usaha-usaha UMKM yang ada. Mudah-mudahan tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat kita,” kata Musyafak.
Kegiatan tasyakuran tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri sekitar 500 orang, terdiri atas 300 pengusaha dan 200 jemaah preneur. Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Ketua DPRD Jawa Timur Musyafak Rouf, Ketua Baznas Jawa Timur Muhammad Ghofirin, serta sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU).
Selain menjadi momentum ungkapan rasa syukur atas pengukuhan guru besar, kegiatan tersebut juga diisi dengan aksi sosial berupa pemberian santunan kepada penyandang disabilitas. Santunan diserahkan langsung oleh Prof. Dr. KH. Muhammad Zakki sebagai bentuk kepedulian dan perhatian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Prof. Dr. H. Ali Maschan Moesa, M.Si. Ia merupakan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 1999–2008 dan pernah menjabat sebagai Anggota DPR RI periode 2009–2014 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mewakili Jawa Timur.

Setelah doa bersama, suasana tasyakuran semakin meriah dengan hiburan selawat gambus yang diikuti para tamu undangan. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama sebagai bentuk kebersamaan dan silaturahmi antara pengasuh pesantren, tokoh masyarakat, pengusaha, jemaah, serta seluruh tamu yang hadir.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, panitia juga mengadakan pembagian doorprize dan suvenir kepada para tamu undangan. Kegiatan tersebut menambah kemeriahan suasana sekaligus menjadi bentuk apresiasi dan ungkapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan berpartisipasi dalam tasyakuran pengukuhan guru besar Prof. Dr. KH. Muhammad Zakki.
Melalui momentum tasyakuran ini, Pondok Pesantren Mukmin Mandiri berharap pengembangan ekosistem pesantren entrepreneur dapat menjadi salah satu model pemberdayaan ekonomi umat. Pesantren diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki keterampilan usaha, jiwa kewirausahaan, kepedulian sosial, dan kemandirian ekonomi.
(Laporan:Spotnews.id-Ryn)


