Spot News
  • Home
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • TRENDING
  • BAZNAS JAWA TIMUR
    • BAZNAS KABUPATEN PACITAN
    • BAZNAS KABUPATEN TRENGGALEK
  • EKONOMI DAN BISNIS
    • SYARIAH
    • ENTREPRENEURSHIP
    • EKONOMI KREATIF
    • KEUANGAN
    • INVESTASI
    • PERTANIAN DAN PERKEBUNAN
    • BUMN
    • PANGAN
  • SENI BUDAYA & PENDIDIKAN
    • NUSANTARA
    • TRADISI
    • GALERI
    • FILM
    • SASTRA
    • RELIGI
    • SAINS
    • TEKNOLOGI
    • SOSOK
  • SOSIAL DAN POLITIK
    • PRESPEKTIF
    • HUKUM
    • BIROKRASI
    • KEBANGSAAN
    • KOMUNIKASI
    • PESANTREN
    • PEMILU
    • INKOPPOL
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • SPORT
  • E-KORAN SPOTNEWS
No Result
View All Result
Spot News
  • Home
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • TRENDING
  • BAZNAS JAWA TIMUR
    • BAZNAS KABUPATEN PACITAN
    • BAZNAS KABUPATEN TRENGGALEK
  • EKONOMI DAN BISNIS
    • SYARIAH
    • ENTREPRENEURSHIP
    • EKONOMI KREATIF
    • KEUANGAN
    • INVESTASI
    • PERTANIAN DAN PERKEBUNAN
    • BUMN
    • PANGAN
  • SENI BUDAYA & PENDIDIKAN
    • NUSANTARA
    • TRADISI
    • GALERI
    • FILM
    • SASTRA
    • RELIGI
    • SAINS
    • TEKNOLOGI
    • SOSOK
  • SOSIAL DAN POLITIK
    • PRESPEKTIF
    • HUKUM
    • BIROKRASI
    • KEBANGSAAN
    • KOMUNIKASI
    • PESANTREN
    • PEMILU
    • INKOPPOL
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • SPORT
  • E-KORAN SPOTNEWS
No Result
View All Result
Spot News
No Result
View All Result
Home EKONOMI DAN BISNIS

Hari Santri 2026, Gus Heri Gagas Resolusi Ekonomi Santri di Era Digital dan AI

spotnews by spotnews
Oktober 23, 2026
in EKONOMI DAN BISNIS, PENDIDIKAN
0
Hari Santri 2026, Gus Heri Gagas Resolusi Ekonomi Santri di Era Digital dan AI

Sidoarjo,Spotnews.id- Dr. Heri Cahyo Bagus Setiawan, alumni Program Doktor Ilmu Manajemen Universitas Airlangga (Unair) yang akrab disapa Gus Heri, menggagas konsep Resolusi Ekonomi Santri 2026 sebagai upaya melanjutkan semangat perjuangan para kiai melalui penguatan kewirausahaan dan kemandirian ekonomi umat.

You might also like

Prodi S1 Manajemen UNESA Perkuat Kompetensi Digital Marketing Karang Taruna Sawahan

Dilantik sebagai Pengurus MES Jatim, Gus Heri Perluas Ruang Khidmah Ekonomi Syariah

MES Jatim 2026–2031 Dikukuhkan, Bidik Penguatan Industri Halal dan Keuangan Syariah

Gagasan tersebut disampaikan dalam Seminar Spesial Hari Santri 2026 yang diselenggarakan Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Sidoarjo bersama Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Selasa (20/10/2026).

Gus Heri, tokoh penggerak kewirausahaan santri sekaligus peraih Santripreneur Award 2025, mengajak generasi muda Nahdlatul Ulama (NU) agar tidak hanya menjadi pewaris sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga tampil sebagai pencipta peluang usaha, inovator, dan penggerak ekonomi masyarakat di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Menurutnya, semangat Resolusi Jihad yang diserukan KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 perlu terus diaktualisasikan sesuai tantangan zaman. Jika Resolusi Jihad menjadi tonggak perjuangan mempertahankan kemerdekaan, maka Resolusi Ekonomi Santri menjadi ajakan untuk memperkuat kemandirian ekonomi umat.

Gus Heri menegaskan, gagasan tersebut bukan untuk menggantikan kedudukan historis Resolusi Jihad, melainkan melanjutkan semangat pengabdian santri melalui pengembangan kewirausahaan yang berlandaskan nilai agama, inovasi, dan kolaborasi.

Dr. Heri Cahyo Bagus Setiawan, alumni Program Doktor Ilmu Manajemen Universitas Airlangga (Unair) yang akrab disapa Gus Heri, menggagas konsep Resolusi Ekonomi Santri 2026 sebagai upaya melanjutkan semangat perjuangan para kiai melalui penguatan kewirausahaan dan kemandirian ekonomi umat.

Menghidupkan Spirit Nahdlatut Tujjar di Era Digital

Dalam pemaparannya, Gus Heri mengajak peserta menengok kembali sejarah Nahdlatut Tujjar yang dirintis para kiai pada 1918. Gerakan tersebut menunjukkan bahwa kesadaran membangun kemandirian ekonomi telah menjadi bagian dari perhatian para ulama melalui pengorganisasian saudagar, jejaring usaha, dan solidaritas ekonomi masyarakat.

Di era digital, semangat Nahdlatut Tujjar dinilai semakin relevan. Perkembangan perdagangan elektronik (e-commerce), AI, dan terbukanya akses pasar memberikan peluang bagi santri untuk mengembangkan usaha secara lebih luas.

Namun, tantangan kewirausahaan santri tidak cukup dijawab dengan memperbanyak jumlah pengusaha. Menurut Gus Heri, hal yang lebih penting adalah membangun ekosistem yang memungkinkan usaha santri tumbuh, saling terhubung, dan berkelanjutan.

Pesantren memiliki sumber daya manusia, jaringan alumni, kebutuhan ekonomi, serta modal sosial yang besar. Potensi tersebut perlu dipadukan dengan pengetahuan, teknologi, pengalaman bisnis, dan akses pasar agar mampu menghasilkan kekuatan ekonomi yang produktif.

Buku Nahdlatut Tujjar Jadi Persembahan Hari Santri

Sejalan dengan gagasan tersebut, Gus Heri memperkenalkan pokok-pokok pemikiran dalam buku terbarunya berjudul Nahdlatut Tujjar: Dari Spirit Santri Saudagar Menuju Entrepreneur Nahdliyin, yang direncanakan diluncurkan pada akhir Oktober 2026.

Buku itu disiapkan sebagai persembahan pemikiran pada momentum Hari Santri 2026 sekaligus upaya merawat warisan sejarah ekonomi pesantren agar tidak berhenti sebagai catatan masa lalu.

Melalui karya tersebut, Gus Heri berupaya menghubungkan nilai kemandirian, kejujuran, amanah, dan solidaritas yang diwariskan para kiai dengan kebutuhan melahirkan generasi entrepreneur Nahdliyin yang adaptif dan inovatif.

Menurutnya, nilai-nilai pesantren harus menjadi fondasi dalam membangun usaha. Namun, fondasi tersebut juga perlu diperkuat dengan kompetensi, kemampuan membaca peluang pasar, inovasi, serta pengelolaan bisnis secara profesional.

Empat Pilar Ekosistem Kewirausahaan Santri

Gus Heri turut menawarkan formulasi pengembangan ekosistem kewirausahaan santri yang bertumpu pada empat dimensi utama, yakni orientasi kewirausahaan berbasis nilai, mobilisasi jejaring dan sumber daya, pembentukan kapabilitas kewirausahaan adaptif, serta penciptaan nilai ekonomi dan sosial.

Dalam implementasinya, perguruan tinggi dapat berperan sebagai pusat pengembangan pengetahuan, kompetensi, dan inovasi. HIPSI menjadi penghubung calon pengusaha dengan pengalaman praktis, jaringan bisnis, serta peluang pasar.

Sementara itu, pesantren, alumni, dan organisasi kader NU dapat menjadi basis penguatan sumber daya serta kolaborasi ekonomi masyarakat.

Menurut Gus Heri, keberhasilan santripreneurship tidak cukup diukur dari banyaknya usaha yang berdiri. Lebih dari itu, usaha yang dikembangkan harus mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat kemandirian, dan memberikan manfaat ekonomi maupun sosial.

Pengalaman Usaha dan Penghargaan Santripreneur

Pemikiran Gus Heri mengenai kewirausahaan santri tidak hanya dibangun melalui perspektif akademik, tetapi juga pengalaman sebagai pelaku usaha.

Melalui PT Riset Manajemen Indonesia, perusahaan yang didirikan dan dipimpinnya, ia mengembangkan kegiatan di bidang riset, analisis data, konsultasi manajemen, serta pengembangan sumber daya manusia.

Kiprahnya memperoleh pengakuan melalui Santripreneur Award 2025. Gus Heri meraih predikat Pemenang Utama kategori Jasa dan Kreatif dalam ajang yang diselenggarakan Santripreneur Indonesia di Gedung Vokasi Kementerian Ketenagakerjaan RI, Jakarta.

Selain mengembangkan perusahaan, ia juga aktif mendorong pendidikan dan literasi kewirausahaan melalui Santripreneur Academy Nusantara Foundation.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa peluang kewirausahaan santri tidak terbatas pada perdagangan konvensional, tetapi juga terbuka di sektor jasa profesional, teknologi, riset, dan ekonomi berbasis pengetahuan.

HIPSI dan UNUSIDA Dorong Kolaborasi Mahasiswa

Seminar yang berlangsung di Hall Lantai 5 Gedung A Kampus II UNUSIDA tersebut turut menghadirkan Rektor UNUSIDA Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., serta Ketua HIPSI Sidoarjo Fidi Handoko, S.E., S.Pd.

Kegiatan ini diikuti mahasiswa UNUSIDA dan berbagai unsur badan otonom NU, antara lain Fatayat NU, GP Ansor, IPNU, dan IPPNU.

Ketua HIPSI Sidoarjo, Fidi Handoko, menekankan pentingnya penguatan jiwa kewirausahaan dan keterampilan digital agar santri mampu mengembangkan usaha serta menangkap peluang ekonomi modern.

Gus Heri berharap kolaborasi HIPSI dan UNUSIDA tidak berhenti pada kegiatan seminar, tetapi berlanjut melalui pembentukan komunitas bisnis, pendampingan usaha, peningkatan kompetensi digital, serta penguatan jejaring dengan pelaku usaha.

HIPSI Kampus UNUSIDA diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pengetahuan akademik, pengalaman bisnis, dan potensi kewirausahaan generasi muda Nahdliyin.

Dalam membangun karakter santripreneur, Gus Heri juga menekankan tiga dimensi penting, yaitu wibawa moral, wibawa intelektual, dan wibawa ekonomi. Ketiganya harus berjalan beriringan agar lahir generasi pengusaha yang berakhlak, berpengetahuan, mandiri, dan memiliki tanggung jawab sosial.

Santri Berpeluang Memperkuat Ekonomi Halal

Lebih jauh, Gus Heri memandang kewirausahaan santri memiliki peluang besar untuk memperkuat ekosistem ekonomi halal.

Menurutnya, pesantren dan komunitas santri tidak seharusnya hanya menjadi konsumen produk halal, tetapi juga mengambil peran sebagai produsen, inovator, distributor, dan penggerak pasar.

Pemanfaatan e-commerce, AI, pemasaran digital, dan inovasi teknologi dapat membantu usaha santri meningkatkan produktivitas serta memperluas jangkauan pasar. Namun, teknologi harus ditempatkan sebagai instrumen untuk memperkuat kapasitas usaha, bukan sekadar mengikuti tren.

Pengembangan ekonomi santri juga perlu diarahkan pada kolaborasi yang menghubungkan produksi, pengembangan produk, pembiayaan, distribusi, dan akses pasar dalam rantai nilai halal (halal value chain).

Melalui gagasan Resolusi Ekonomi Santri 2026, Gus Heri mengajak pesantren, perguruan tinggi, mahasiswa, kader NU, alumni, dan pelaku usaha untuk bergerak bersama membangun kemandirian ekonomi berbasis nilai agama, pengetahuan, teknologi, dan kolaborasi.

Semangat tersebut menegaskan bahwa santri bukan hanya pewaris sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga harus tampil sebagai pencipta peluang, penggerak perubahan, dan bagian dari kekuatan yang membangun masa depan ekonomi Indonesia.

(Laporan:SPotnews.id-RYn)

spotnews

spotnews

Next Post
Kebakaran Tempat Rongsokan di Kepuhkiriman Waru, Asap Hitam Putih Membumbung Tinggi

Kebakaran Tempat Rongsokan di Kepuhkiriman Waru, Asap Hitam Putih Membumbung Tinggi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Redaksi

Jl. Kemayoran, Jakarta Pusat, Indonesia

Sumpah Gen Z, Tersadar Akan Jati Diri dan Eksistensi. Hingga Sumpah Pemuda Menginspirasi.

RECENT POSTS

  • Kebakaran Tempat Rongsokan di Kepuhkiriman Waru, Asap Hitam Putih Membumbung Tinggi
  • Hari Santri 2026, Gus Heri Gagas Resolusi Ekonomi Santri di Era Digital dan AI
  • Unesa Tantang UM di Final Futsal Campus League 2026 Regional Surabaya
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

© 2022 Spotnews.id

No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • TRENDING
  • BAZNAS JAWA TIMUR
    • BAZNAS KABUPATEN PACITAN
    • BAZNAS KABUPATEN TRENGGALEK
  • EKONOMI DAN BISNIS
    • SYARIAH
    • ENTREPRENEURSHIP
    • EKONOMI KREATIF
    • KEUANGAN
    • INVESTASI
    • PERTANIAN DAN PERKEBUNAN
    • BUMN
    • PANGAN
  • SENI BUDAYA & PENDIDIKAN
    • NUSANTARA
    • TRADISI
    • GALERI
    • FILM
    • SASTRA
    • RELIGI
    • SAINS
    • TEKNOLOGI
    • SOSOK
  • SOSIAL DAN POLITIK
    • PRESPEKTIF
    • HUKUM
    • BIROKRASI
    • KEBANGSAAN
    • KOMUNIKASI
    • PESANTREN
    • PEMILU
    • INKOPPOL
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • SPORT
  • E-KORAN SPOTNEWS

© 2022 Spotnews.id