Spot News
  • Home
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • TRENDING
  • BAZNAS JAWA TIMUR
    • BAZNAS KABUPATEN PACITAN
    • BAZNAS KABUPATEN TRENGGALEK
  • EKONOMI DAN BISNIS
    • SYARIAH
    • ENTREPRENEURSHIP
    • EKONOMI KREATIF
    • KEUANGAN
    • INVESTASI
    • PERTANIAN DAN PERKEBUNAN
    • BUMN
    • PANGAN
  • SENI BUDAYA & PENDIDIKAN
    • NUSANTARA
    • TRADISI
    • GALERI
    • FILM
    • SASTRA
    • RELIGI
    • SAINS
    • TEKNOLOGI
    • SOSOK
  • SOSIAL DAN POLITIK
    • PRESPEKTIF
    • HUKUM
    • BIROKRASI
    • KEBANGSAAN
    • KOMUNIKASI
    • PESANTREN
    • PEMILU
    • INKOPPOL
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • SPORT
  • E-KORAN SPOTNEWS
No Result
View All Result
Spot News
  • Home
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • TRENDING
  • BAZNAS JAWA TIMUR
    • BAZNAS KABUPATEN PACITAN
    • BAZNAS KABUPATEN TRENGGALEK
  • EKONOMI DAN BISNIS
    • SYARIAH
    • ENTREPRENEURSHIP
    • EKONOMI KREATIF
    • KEUANGAN
    • INVESTASI
    • PERTANIAN DAN PERKEBUNAN
    • BUMN
    • PANGAN
  • SENI BUDAYA & PENDIDIKAN
    • NUSANTARA
    • TRADISI
    • GALERI
    • FILM
    • SASTRA
    • RELIGI
    • SAINS
    • TEKNOLOGI
    • SOSOK
  • SOSIAL DAN POLITIK
    • PRESPEKTIF
    • HUKUM
    • BIROKRASI
    • KEBANGSAAN
    • KOMUNIKASI
    • PESANTREN
    • PEMILU
    • INKOPPOL
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • SPORT
  • E-KORAN SPOTNEWS
No Result
View All Result
Spot News
No Result
View All Result
Home EKONOMI DAN BISNIS

Pendampingan Unair Bawa Perubahan, Omzet Warung Bu Ulfa Naik hingga 70 Persen

spotnews by spotnews
September 11, 2026
in EKONOMI DAN BISNIS, ENTREPRENEURSHIP, KULINER
0
Pendampingan Unair Bawa Perubahan, Omzet Warung Bu Ulfa Naik hingga 70 Persen

Surabaya,Spotnews.id – Pendampingan Universitas Airlangga (Unair) membawa perubahan nyata bagi Warung Makan Bu Ulfa, usaha kuliner skala mikro di Kelurahan Pacar Kembang, Surabaya. Berbagai persoalan yang sebelumnya dihadapi pelaku usaha, mulai dari proses produksi yang masih manual, peralatan memasak yang kurang higienis, hingga tata kelola usaha, dibenahi melalui penerapan teknologi tepat guna dan pendampingan manajemen.

You might also like

Perkuat Sinergi Program Sosial, BAZNAS Jatim dan Dinsos Jatim Dorong Kolaborasi Pengentasan Kemiskinan

Dari Sidoarjo untuk NTT, SMK Antartika 1 Salurkan Donasi Rp5 Juta Lewat BAZNAS Kab. Sidoarjo

Dari Mustahik Menjadi Muzaki, Kelompok Ternak Mekarsari Jadi Bukti Zakat Mampu Mengubah Kehidupan

Salah satu perubahan paling terlihat terjadi pada proses produksi. Sebelumnya, pembuatan bumbu masih dilakukan secara manual menggunakan ulekan dan cobek. Setelah mendapatkan pendampingan serta peremajaan peralatan memasak berstandar pangan atau food grade, proses pengolahan bumbu kini dibantu dengan penggunaan chopper.

Penerapan alat sederhana tersebut mampu memangkas waktu pemrosesan memasak. Jika sebelumnya proses memasak membutuhkan waktu hingga lima jam, kini dapat diselesaikan sekitar tiga jam.

“Seblumnya pembuatan bumbu masih dilakukan secara manual. Dengan penggunaan alat seperti chopper, proses memasak yang sebelumnya mencapai lima jam bisa menjadi tiga jam,” jelas Tri Siwi Agustina.

Tri Siwi menjelaskan, program pendampingan tidak hanya berfokus pada pemberian peralatan kepada mitra. Tim PKM Unair terlebih dahulu melihat kebutuhan nyata yang dihadapi Warung Bu Ulfa, kemudian memberikan solusi yang mencakup proses produksi, inovasi produk, tata kelola usaha hingga digitalisasi.

“Kami ingin pendampingan ini benar-benar menjawab kebutuhan mitra. Jadi bukan sekadar memberikan alat, tetapi bagaimana teknologi yang sederhana sekalipun bisa membuat proses produksi lebih efisien dan pengelolaan usahanya menjadi lebih baik,” tutur Tri Siwi.

Warung Makan Bu Ulfa merupakan usaha kuliner skala mikro milik warga miskin binaan Pemerintah Kota Surabaya kategori Desil 2. Pendampingan dilakukan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Unair yang terdiri atas Tri Siwi Agustina dan Puput Tri Komalasari dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Bambang Soeharto dari Fakultas Vokasi.

Kembangkan Inovasi Menu

Selain membenahi proses produksi, tim pendamping juga mendorong Warung Bu Ulfa untuk melakukan inovasi kuliner. Salah satunya melalui pelatihan pembuatan bakso berbahan nangka muda atau tewel dengan metode Doing-Observation-Reflection-Action (DORA).

Melalui proses tersebut, mitra semakin terampil mengembangkan variasi menu. Sejumlah menu baru kemudian dihasilkan, antara lain Mie Ayam Toping Ceker Bakso Tewel hingga Capcay.

Menurut Tri Siwi, inovasi menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan usaha mikro agar pelaku usaha tidak hanya bertahan dengan produk yang sudah ada, tetapi mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan selera konsumen.

Libatkan 21 Mahasiswa Unair

Program pendampingan tersebut juga melibatkan sebanyak 21 mahasiswa Unair. Mereka tidak hanya melakukan observasi, tetapi turun langsung membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi Warung Makan Bu Ulfa.

Ke-21 mahasiswa tersebut berasal dari tiga mata kuliah berbeda dan mempraktikkan materi perkuliahan secara langsung melalui skema rekognisi mata kuliah sebagai salah satu bagian dari proses pembelajaran.

Ketiga mata kuliah tersebut meliputi Manajemen Usaha Kecil Menengah pada Program Studi S1 Manajemen, serta Manajemen Kreativitas dan Inovasi dan Wirausaha Fashion dan Kuliner pada Program Studi S2 PSDM Peminatan Industri Kreatif.

“Mahasiswa belajar langsung dari persoalan riil mitra. Apa yang selama ini mereka pelajari di kelas, mulai dari manajemen usaha kecil, kreativitas, inovasi hingga kewirausahaan, mereka praktikkan langsung di sini,” tutur Tri Siwi.

Keterlibatan mahasiswa mencakup berbagai aspek usaha. Mereka membantu membedah tata kelola harga, menyusun buku menu, melakukan redesain identitas visual atau branding pada kemasan, mendaftarkan lokasi warung di Google Maps, hingga mendampingi penggunaan QRIS sebagai metode transaksi digital.

Dengan demikian, Warung Makan Bu Ulfa tidak hanya menjadi objek pengabdian, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa. Mereka belajar mengidentifikasi persoalan, merumuskan solusi, menerapkan pengetahuan, serta melihat secara langsung dampak dari solusi yang diberikan.

Omzet Naik hingga Rp300 Ribu per Hari

Dampak pendampingan juga terlihat dari perkembangan kinerja usaha. Sebelum mendapatkan pendampingan, omzet Warung Bu Ulfa cenderung stagnan di kisaran Rp150 ribu per hari.

Setelah rangkaian pendampingan dilakukan, hingga Agustus 2026 omzet harian meningkat menjadi rata-rata Rp250 ribu hingga Rp300 ribu. Berdasarkan catatan program, peningkatan tersebut mencapai sekitar 70 persen dibandingkan kondisi awal.

“Yang paling terasa tentu usaha menjadi lebih terbantu. Proses memasak sekarang lebih cepat dan usaha juga semakin tertata. Kalau sebelumnya omzet sekitar Rp150 ribu per hari, sekarang rata-rata sudah sekitar Rp250 ribu sampai Rp300 ribu,” tutur Bu Ulfa.

Peningkatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa teknologi tepat guna, inovasi produk, pembenahan tata kelola dan digitalisasi dapat memberikan dampak langsung terhadap keberlangsungan usaha mikro.

Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs Nomor 1 tentang Tanpa Kemiskinan dan SDGs Nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Mendapat Apresiasi Tim Reviewer Kemendiktisaintek

Model pendampingan yang menggabungkan pemberdayaan UMKM dengan proses pembelajaran mahasiswa tersebut mendapat perhatian dalam peninjauan lapangan Tim Reviewer Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Kamis (3/9/2026).

Tim reviewer memberikan apresiasi positif karena program dinilai “membumi” dan mampu menjawab kebutuhan nyata yang dihadapi mitra. Apresiasi khusus diberikan terhadap skema rekognisi mata kuliah yang menjadikan Warung Makan Bu Ulfa tidak sekadar sebagai lokasi pengabdian masyarakat, tetapi juga sebagai laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa.

“Warung Bu Ulfa menjadi ruang belajar nyata bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi melihat masalah, merumuskan solusi, menerapkannya, kemudian melihat sendiri bagaimana dampaknya bagi mitra,” jelas Tri Siwi.

Skema tersebut mempertemukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan proses pendidikan dalam ruang yang sama. Di satu sisi, pelaku usaha mikro memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan, teknologi dan pendampingan perguruan tinggi. Di sisi lain, mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar secara langsung dari persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Pendampingan Warung Makan Bu Ulfa menunjukkan bahwa hilirisasi pendidikan dan pengabdian perguruan tinggi dapat dilakukan melalui persoalan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Mulai dari efisiensi proses produksi, inovasi menu, pembenahan tata kelola dan branding, hingga digitalisasi usaha dapat menjadi bagian dari proses pemberdayaan.

Keterlibatan 21 mahasiswa Unair sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran tidak harus berhenti di ruang kelas. Persoalan nyata yang dihadapi UMKM dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

(Laporan:Spotnews.id-Ryn)

spotnews

spotnews

Recommended For You

Perkuat Sinergi Program Sosial, BAZNAS Jatim dan Dinsos Jatim Dorong Kolaborasi Pengentasan Kemiskinan

by spotnews
September 3, 2026
0
Perkuat Sinergi Program Sosial, BAZNAS Jatim dan Dinsos Jatim Dorong Kolaborasi Pengentasan Kemiskinan

Spotnews.id, SURABAYA — Upaya memperkuat sinergi dalam penanganan persoalan sosial di Jawa Timur terus dilakukan melalui kolaborasi lintas lembaga. BAZNAS Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan silaturahmi Dinas Sosial...

Read moreDetails

Dari Sidoarjo untuk NTT, SMK Antartika 1 Salurkan Donasi Rp5 Juta Lewat BAZNAS Kab. Sidoarjo

by spotnews
Agustus 21, 2026
0
Dari Sidoarjo untuk NTT, SMK Antartika 1 Salurkan Donasi Rp5 Juta Lewat BAZNAS Kab. Sidoarjo

Spotnews.id, SIDOARJO — Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan keluarga besar SMK Antartika 1 Sidoarjo. Di tengah kondisi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih menghadapi masa sulit pascagempa...

Read moreDetails

Dari Mustahik Menjadi Muzaki, Kelompok Ternak Mekarsari Jadi Bukti Zakat Mampu Mengubah Kehidupan

by spotnews
Agustus 19, 2026
0
Dari Mustahik Menjadi Muzaki, Kelompok Ternak Mekarsari Jadi Bukti Zakat Mampu Mengubah Kehidupan

Spotnews.id, GRESIK — Zakat tidak hanya hadir sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga dapat menjadi jalan untuk membangun kemandirian ekonomi. Hal tersebut terlihat dari perkembangan...

Read moreDetails

Dari Pembinaan Menuju Kemandirian, BAZNAS Jatim Beri Modal Usaha bagi Eks-Napiter

by spotnews
Agustus 19, 2026
0
Dari Pembinaan Menuju Kemandirian, BAZNAS Jatim Beri Modal Usaha bagi Eks-Napiter

Spotnews.id , SURABAYA — Semangat kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai peringatan sejarah, tetapi juga sebagai momentum untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri dan produktif. Semangat tersebut diwujudkan Badan...

Read moreDetails

Prof. M. Mas’ud Said Ungkap 3 Kunci Ketahanan Bank Daerah, Kyai Zakki Beri Apresiasi

by spotnews
Agustus 14, 2026
0
Prof. M. Mas’ud Said Ungkap 3 Kunci Ketahanan Bank Daerah, Kyai Zakki Beri Apresiasi

Surabaya,Spotnews.id - Guru Besar Universitas Islam Malang (Unisma), Prof. M. Mas’ud Said, menggelar launching dan bedah buku Bank Pembangunan Daerah: Resilient, Competitive and Contributive di Ruang Majapahit, Sekolah...

Read moreDetails

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Spot News

Redaksi

Jl. Kemayoran, Jakarta Pusat, Indonesia

RECENT POSTS

  • Pendampingan Unair Bawa Perubahan, Omzet Warung Bu Ulfa Naik hingga 70 Persen
  • Penuh Semangat, Mahasiswa UNESA Optimalkan Media Sosial Pesantren Mukmin Mandiri
  • Gus Heri Raih Gelar Doktor UNAIR, Tegaskan Ilmu Harus Memberi Kemanfaatan bagi Masyarakat

© 2022 Spotnews.id

No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • TRENDING
  • BAZNAS JAWA TIMUR
    • BAZNAS KABUPATEN PACITAN
    • BAZNAS KABUPATEN TRENGGALEK
  • EKONOMI DAN BISNIS
    • SYARIAH
    • ENTREPRENEURSHIP
    • EKONOMI KREATIF
    • KEUANGAN
    • INVESTASI
    • PERTANIAN DAN PERKEBUNAN
    • BUMN
    • PANGAN
  • SENI BUDAYA & PENDIDIKAN
    • NUSANTARA
    • TRADISI
    • GALERI
    • FILM
    • SASTRA
    • RELIGI
    • SAINS
    • TEKNOLOGI
    • SOSOK
  • SOSIAL DAN POLITIK
    • PRESPEKTIF
    • HUKUM
    • BIROKRASI
    • KEBANGSAAN
    • KOMUNIKASI
    • PESANTREN
    • PEMILU
    • INKOPPOL
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • SPORT
  • E-KORAN SPOTNEWS

© 2022 Spotnews.id

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?