Probolinggo,Spotnews.id- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar pasar murah di halaman Balai Desa Jatiadi, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan tersebut bertujuan mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan sekaligus meringankan pengeluaran rumah tangga.
Pasar murah ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Berbagai komoditas kebutuhan pokok disediakan dengan harga terjangkau, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, bawang merah, bawang putih, cabai, telur ayam, hingga daging ayam.
Gubernur Khofifah dalam keterangan tertulisnya, Kamis, mengatakan bahwa peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan pembangunan daerah, tetapi juga menghadirkan kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“Pasar Murah itu menjadi salah satu ikhtiar kami untuk membantu warga mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, beras medium program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual Rp55 ribu per kemasan lima kilogram. Sementara beras premium dibanderol Rp70 ribu per kemasan lima kilogram.
Sejumlah komoditas lainnya juga ditawarkan dengan harga terjangkau. Gula pasir dijual Rp14 ribu per kilogram, tepung terigu Rp10 ribu per kilogram, serta minyak goreng MinyaKita Rp13 ribu per liter.
Bawang merah dan bawang putih masing-masing dijual Rp6 ribu per kemasan 250 gram. Adapun cabai tersedia dengan harga Rp5 ribu per paket.
Untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga, pasar murah juga menyediakan telur ayam ras seharga Rp20 ribu per pak. Sementara daging ayam dijual dalam dua pilihan kemasan, yakni Rp32 ribu untuk kemasan besar dan Rp16 ribu untuk kemasan kecil.
Khofifah menilai, keterjangkauan harga pangan memiliki peran penting dalam membantu keluarga mengatur pengeluaran sehari-hari. Dengan berkurangnya beban belanja kebutuhan pokok, masyarakat diharapkan memiliki ruang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan keluarga.
“Kami ingin masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pangan dengan lebih mudah dan terjangkau. Ketika pengeluaran untuk kebutuhan pokok dapat dihemat, keluarga memiliki ruang untuk memenuhi kebutuhan penting lainnya,” tuturnya.
Ia menjelaskan, pasar murah merupakan salah satu langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat.
Melalui penyelenggaraan kegiatan yang lebih dekat dengan permukiman warga, akses masyarakat terhadap bahan pangan diharapkan semakin mudah, terutama bagi keluarga yang harus cermat mengatur pengeluaran rumah tangga.
Khofifah berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Jatiadi dan wilayah sekitarnya. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kepedulian dan semangat gotong royong dalam menjaga ketahanan pangan serta membantu masyarakat menghadapi dinamika harga kebutuhan pokok.
“Semoga Pasar Murah itu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami ingin semangat Hari Jadi Jawa Timur dirasakan melalui manfaat yang nyata bagi keluarga-keluarga di Jawa Timur,” katanya.
Selain menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, Khofifah juga mengundi dan menyerahkan sejumlah hadiah atau doorprize kepada warga yang hadir. Kegiatan tersebut menambah semarak rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur bersama masyarakat.
Sementara itu, manfaat pasar murah dirasakan langsung oleh warga yang datang berbelanja. Anis (24), salah seorang pengunjung, mengaku terbantu dengan harga berbagai kebutuhan pokok yang ditawarkan.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan dengan pengeluaran yang lebih ringan. Kehadiran pasar murah di tingkat desa dinilai memudahkan warga memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus mengeluarkan biaya lebih besar.
(Laporan:Spotnews.id-RYn)

