Lamongan,Spotnews.id- Di sudut Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, hidup seorang sepuh yang menjalani hari-harinya dalam keheningan. Ia adalah Mbah Andri, seorang dhuafa fakir yang hidup sebatang kara, tanpa keluarga yang mendampingi, tanpa pelukan anak-anak yang dahulu dibesarkannya.
Dulu, Mbah Andri dikenal sebagai penjual ikan keliling. Dengan langkah perlahan, ia menelusuri kampung demi kampung, menawarkan dagangan seadanya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun, seiring bertambahnya usia dan melemahnya tenaga, ia tak lagi mampu berdagang seperti dahulu. Kini, kesehariannya diisi dengan mengumpulkan kayu bakar dari ladang sekitar untuk dijual, meski hasilnya tak seberapa.
Di tengah sunyi hidupnya, secercah harapan datang dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur. Sejak beberapa waktu lalu, Mbah Andri menerima bantuan rutin sebesar Rp600.000 setiap bulan. Bantuan tersebut digunakan untuk membeli kebutuhan pokok dan menopang kelangsungan hidupnya yang sederhana.
Meski hidup dalam keterbatasan, Mbah Andri tetap menunjukkan semangat juang. Dengan sabar, ia memungut ranting dan kayu kering, lalu menjualnya untuk menambah penghasilan di sela bantuan yang diterima.
Kisah Mbah Andri bukan sekadar potret kemiskinan, melainkan teladan tentang ketabahan dan rasa syukur. Melalui peran BAZNAS Jatim, nyala harapan tetap terjaga di tengah sepi, memberi pelajaran bahwa keteguhan hati dapat mengalahkan segala keterbatasan.
(Laporan:Spotnews.id-RYn)







