Tulungagung,Spotnews.id-Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung terus memperkuat pembinaan terhadap mahasiswa penerima beasiswa melalui Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS). Program tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan biaya pendidikan, tetapi juga diarahkan untuk mencetak generasi muda yang berprestasi, berkarakter, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Upgrading dan Evaluasi Program SKSS yang digelar di Rumah Dinas Wakil Bupati Tulungagung, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan itu diikuti jajaran BAZNAS Kabupaten Tulungagung, mulai dari Wakil Ketua I, staf pelaksana, hingga mahasiswa aktif penerima beasiswa SKSS.
Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., mengatakan mahasiswa penerima SKSS merupakan generasi terpilih yang memiliki kesempatan besar untuk mengubah masa depan melalui pendidikan tinggi.
Menurutnya, program SKSS merupakan salah satu upaya BAZNAS dalam memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi keluarga kurang mampu.
“Kesempatan ini jangan disia-siakan. Masih banyak saudara kita yang memiliki keinginan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, namun terkendala kondisi ekonomi. Karena itu, penerima manfaat harus menunjukkan kesungguhan, tanggung jawab, dan prestasi,” ujarnya.
Selain mendorong prestasi akademik, Abdul Wachid juga mengajak para mahasiswa aktif mengembangkan kemampuan melalui organisasi, kegiatan sosial, kepemimpinan, dan berbagai keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. M. Fathul Manan, M.Pd., menjelaskan Program SKSS yang diluncurkan sejak 2017 dirancang sebagai program pembinaan berkelanjutan, bukan sekadar pemberian beasiswa.
Ia menilai dunia kerja saat ini membutuhkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kemampuan berpikir kritis, mudah beradaptasi, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.
“Kami ingin membentuk mahasiswa secara utuh. Kampus membangun kompetensi akademik, sedangkan melalui pembinaan SKSS kami berharap mereka tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, peduli, dan siap menghadapi tantangan zaman,” katanya.
Menurut Fathul Manan, evaluasi rutin terhadap penerima manfaat menjadi bagian penting dalam memastikan pengelolaan dana zakat memberikan manfaat yang berkelanjutan. Melalui evaluasi tersebut, BAZNAS dapat memantau perkembangan akademik, karakter, serta kontribusi sosial para mahasiswa penerima beasiswa.
BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap Program Satu Keluarga Satu Sarjana dapat terus melahirkan lulusan dari keluarga kurang mampu yang tidak hanya berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi juga mampu mengabdikan diri kepada masyarakat, memberdayakan lingkungan sekitar, dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.
(Laporan:SPotnews.id-Ryn)






