Surabaya,Spotnews.id-Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menggelar Sosialisasi Pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah Sidoarjo, Surabaya, dan Gresik. Kegiatan berlangsung di Kantor UPT Dinas Pendidikan Jawa Timur, Selasa (16/9/2025).
Acara dihadiri oleh Kepala Cabdin Sidoarjo–Surabaya–Gresik, Dr. Kiswanto, S.Pd., M.Pd., beserta jajaran; Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si.; Wakil Ketua I BAZNAS Jatim, Drs. KH. Masnuh, M.A.; Wakil Ketua II BAZNAS Jatim, Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I.; Wakil Ketua III BAZNAS Jatim, Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si.; Wakil Ketua IV BAZNAS Jatim, Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M.; serta seluruh kepala SMA/SMK di wilayah Cabdin.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang kewajiban zakat, infak, dan sedekah, khususnya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan lembaga pendidikan.
Dalam sambutannya, Dr. Kiswanto menyampaikan bahwa zakat dan sedekah merupakan amalan yang memberi manfaat luas, baik bagi masyarakat maupun individu.
“Kepada diri kita, saya yakin Insya Allah akan mendapatkan manfaat pertama kali untuk diri kita sendiri, kemudian juga untuk lingkungan kita, termasuk lembaga pendidikan kita. Inilah rezeki yang sesungguhnya, yaitu rezeki yang bermanfaat untuk kepentingan kita di kemudian hari,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Ali Maschan Moesa, menegaskan bahwa zakat diatur secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 serta Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2014.
“ASN wajib menyalurkan zakat melalui BAZNAS. Kami datang ke sini atas dasar tugas negara dan tugas agama. Dana ZIS yang disetorkan bisa dikembalikan hingga 70 persen untuk program jenengan, dan dari jumlah itu 3 persen dapat digunakan untuk operasional,” jelasnya.
Prof. Ali juga menyoroti keunikan BAZNAS sebagai lembaga pemerintah yang tidak memperoleh anggaran dari APBN.
“BAZNAS adalah satu-satunya badan pemerintah di Indonesia yang tidak mendapatkan anggaran dari APBN. Tugas utamanya mengentaskan kemiskinan dan disparitas,” tegasnya.
Melalui sosialisasi ini, BAZNAS Jatim mengajak seluruh unsur pendidikan untuk bersinergi dalam optimalisasi pengumpulan dan pendayagunaan ZIS. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung program pemberdayaan ekonomi umat, penguatan UMKM, pendidikan, kesehatan, serta penanggulangan masalah sosial di Jawa Timur.
(Laporan:Spotnews.id-RYn)








