MOJOKERTO,Spotnews.id – Pembangunan Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) yang digagas BAZNAS Kabupaten Mojokerto kembali menunjukkan bahwa kekuatan sebuah program sosial tidak hanya terletak pada bantuan yang diberikan, tetapi juga pada kepedulian masyarakat yang tumbuh di sekitarnya.
Semangat tersebut terlihat dalam pembangunan rumah milik Syamsul Ma’arif dan Winarti, warga Dusun Blumbang RT 01/RW 07, Desa Payungrejo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, yang mulai dikerjakan pada Rabu (12/8/2026).
Rumah pasangan tersebut sebelumnya masih berupa bangunan sederhana berbahan bambu. Kondisi itu mendorong hadirnya program Rutilahu BAZNAS Kabupaten Mojokerto untuk membantu keluarga tersebut memperoleh tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman.
Melalui program tersebut, BAZNAS Kabupaten Mojokerto memberikan bantuan sebesar Rp25 juta. Namun, pembangunan rumah tidak berhenti pada dukungan finansial. Sejak tahap awal, masyarakat sekitar turut bergerak memberikan tenaga maupun material.
Relawan BAZNAS Kecamatan Kutorejo bersama Pemerintah Desa Payungrejo, keluarga penerima manfaat, serta warga dan para tetangga bergotong royong membongkar bangunan lama. Mereka juga bersama-sama melakukan penggalian tanah sebagai persiapan pembangunan pondasi.
Kepedulian warga bahkan diwujudkan melalui bantuan material. Salah seorang warga memberikan lima sak semen untuk membantu memenuhi kebutuhan pembangunan rumah tersebut.
Relawan BAZNAS Kecamatan Kutorejo, Ali Muntoha, menyebut keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam keberlangsungan program Rutilahu.
“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias. Ada yang membantu tenaga, ada juga yang memberikan material. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat memiliki kepedulian dan merasa ikut bertanggung jawab untuk membantu sesama,” katanya.
Menurut Ali, keterlibatan warga membuat manfaat program menjadi semakin luas. Bantuan BAZNAS yang awalnya berupa dukungan dana kemudian berkembang menjadi gerakan sosial karena mendapat dukungan dari lingkungan sekitar.
“Jadi bukan hanya rumah yang dibangun, tetapi semangat kebersamaan juga ikut dibangun. Harapannya, budaya gotong royong seperti ini terus tumbuh di masyarakat,” ujarnya.
Bagi Syamsul Ma’arif, pembangunan rumah tersebut menjadi sebuah harapan baru bagi keluarganya. Ia mengaku bersyukur karena tidak hanya mendapatkan bantuan dari BAZNAS, tetapi juga merasakan langsung kepedulian masyarakat di lingkungannya.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS serta semua warga yang sudah membantu. Banyak yang ikut membantu, mulai dari membongkar rumah sampai menggali pondasi. Semoga semua kebaikan ini mendapat balasan dari Allah SWT,” ungkap Syamsul.
Program Rutilahu BAZNAS Kabupaten Mojokerto menjadi salah satu bentuk nyata pendayagunaan zakat untuk membantu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Bantuan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menciptakan perubahan yang dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Pembangunan rumah Syamsul Ma’arif dan Winarti sekaligus memperlihatkan bahwa zakat dapat menjadi pemantik lahirnya solidaritas sosial. Ketika lembaga hadir memberikan dukungan, masyarakat ikut bergerak, dan penerima manfaat mendapatkan kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih layak.
Dari sebuah rumah sederhana di Desa Payungrejo, tumbuh cerita tentang kepedulian yang lebih besar. Zakat menjadi pintu awal, gotong royong menjadi kekuatan, dan rumah yang dibangun menjadi simbol harapan baru bagi sebuah keluarga.
(Sumber:Spotnews.id -ux)








