Spot News
  • Home
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • TRENDING
  • BAZNAS JAWA TIMUR
    • BAZNAS KABUPATEN PACITAN
    • BAZNAS KABUPATEN TRENGGALEK
  • EKONOMI DAN BISNIS
    • SYARIAH
    • ENTREPRENEURSHIP
    • EKONOMI KREATIF
    • KEUANGAN
    • INVESTASI
    • PERTANIAN DAN PERKEBUNAN
    • BUMN
    • PANGAN
  • SENI BUDAYA & PENDIDIKAN
    • NUSANTARA
    • TRADISI
    • GALERI
    • FILM
    • SASTRA
    • RELIGI
    • SAINS
    • TEKNOLOGI
    • SOSOK
  • SOSIAL DAN POLITIK
    • PRESPEKTIF
    • HUKUM
    • BIROKRASI
    • KEBANGSAAN
    • KOMUNIKASI
    • PESANTREN
    • PEMILU
    • INKOPPOL
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • SPORT
  • E-KORAN SPOTNEWS
No Result
View All Result
Spot News
  • Home
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • TRENDING
  • BAZNAS JAWA TIMUR
    • BAZNAS KABUPATEN PACITAN
    • BAZNAS KABUPATEN TRENGGALEK
  • EKONOMI DAN BISNIS
    • SYARIAH
    • ENTREPRENEURSHIP
    • EKONOMI KREATIF
    • KEUANGAN
    • INVESTASI
    • PERTANIAN DAN PERKEBUNAN
    • BUMN
    • PANGAN
  • SENI BUDAYA & PENDIDIKAN
    • NUSANTARA
    • TRADISI
    • GALERI
    • FILM
    • SASTRA
    • RELIGI
    • SAINS
    • TEKNOLOGI
    • SOSOK
  • SOSIAL DAN POLITIK
    • PRESPEKTIF
    • HUKUM
    • BIROKRASI
    • KEBANGSAAN
    • KOMUNIKASI
    • PESANTREN
    • PEMILU
    • INKOPPOL
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • SPORT
  • E-KORAN SPOTNEWS
No Result
View All Result
Spot News
No Result
View All Result
Home BERITA

Komeng: Sebut Jawa Barat Tidak Bisa Dimajukan

#2024 #Pemilu

spotnews by spotnews
Februari 16, 2024
in BERITA, BIROKRASI, NASIONAL, NUSANTARA, PEMILU, SOSIAL DAN POLITIK, TRENDING
0
Komeng: Sebut Jawa Barat Tidak Bisa Dimajukan

Jawa Barat, Spotnews.id – Komedian Komeng berpeluang besar menjadi anggota Daerah Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Jawa Barat. Komeng bakal membuat kesenian Jawa Barat maju setara drama Korea dan K-Pop.

You might also like

Pemkot Surabaya Bakal Sulap TPS Taman Ketampon Jadi Ruang Terbuka Hijau

Suhu Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik Diprediksi Tembus 36 Derajat Celsius, BMKG Imbau Warga Waspada

Pakar Digital Forensik Untag Surabaya Ingatkan Bahaya Spyware, Privasi Pengguna Ponsel Terancam

Pelawak bernama lengkap Alfiansyah Komeng ini akan fokus pada budaya kesenian Jawa Barat. Ia juga merencanakan budaya dan kesenian Jawa Barat bisa dicintai warganya, bahkan memiliki penggemar luar negeri selayaknya Korea Selatan.

“Siapapun yang ingin berkesenian, sekolah gratis itu biayai negara, tapi dia harus mengangkat negaranya. Berapa ibu-ibu pada nonton K-Pop, berapa ibu-ibu pada nonton drama Korea dengan cara itu lewat kesenian aja nih,” ujar Komeng

Menariknya, alih-alih menjawab pertanyaan dengan serius ternyata Komeng sempat melempar guyonan terkait wacana memajukan Jawa Barat, sebagai daerah pemilihannya.

Ia blak-blakan tidak bisa memajukan Jawa Barat karena khawatir bersenggolan dengan DKI Jakarta dan Jawa Tengah, sehingga harus diam di tempat. Ini merupakan bentuk candaan berdasarkan geografis, sehingga kata dia wilayah Jawa Barat harus ‘diam di tempat’.

“Untuk Jawa Barat tidak bisa dimajukan karena nanti akan bersenggolan dengan DKI dan Jawa Timur kalau dimajukan, jadi harus tetap di tempat,” kata Komeng berkelakar.

Tugas DPD Jawa Barat yang bakal diemban Komeng

Melansir Pasal 22D UUD 1945 dan Tata Tertib DPD RI, DPD merupakan lembaga legislatif yang berfungsi legislasi, pengawasan dan penganggaran yang dijalankan dalam kerangka fungsi representasi.

Adapun wewenang dan tugas anggota DPD-RI di antaranya sebagai berikut:

1. Pengajuan Usul Rancangan Undang-Undang (RUU) kepada DPR-RI

RUU ini berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, serta yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan daerah.

2. Pembahasan RUU

Ikut membahas RUU yang berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan, pemekaran dan penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam, dan sumber daya ekonomi lainnya serta perimbangan keuangan pusat dan daerah.

3. Pertimbangan atas RUU dan pemilihan anggota BPK

Pertimbangan atas RUU anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dan RUU yang berkaitan dengan pajak, pendidikan dan agama. Serta memberikan pertimbangan kepada DPR dalam pemilihan anggota BPK.

4. Pengawasan atas pelaksanaan undang-undang

Undang Pengawasan atas pelaksanaan undang-undang mengenai otonomi daerah, pembentukan, pemekaran dan penggabungan daerah, hubungan pusat dan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya.

Termasuk juga pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara, pajak, pendidikan dan agama serta menyampaikan hasil pengawasannya itu kepada DPR sebagai bahan pertimbangan untuk ditindaklanjuti.

5. Penyusunan Prolegnas

Menyusun Program Legislasi Nasional (Prolegnas) yang berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, serta yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan daerah.

6. Pemantauan dan evaluasi Raperda dan Perda

Melakukan pemantauan dan evaluasi atas rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dan Peraturan Daerah (Perda).

(Sumber: Suara // Spotnews.id – Ady)

spotnews

spotnews

Next Post
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang dan UPZ Bahrul Mahfiroh Cegah Stunting.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang dan UPZ Bahrul Mahfiroh Cegah Stunting.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Redaksi

Jl. Kemayoran, Jakarta Pusat, Indonesia

Sumpah Gen Z, Tersadar Akan Jati Diri dan Eksistensi. Hingga Sumpah Pemuda Menginspirasi.

RECENT POSTS

  • Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar pasar murah dengan mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan untuk meringankan belanja masyarakat yang di halaman Balai Desa Jatiadi, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur ini menyediakan berbagai bahan pokok dengan harga terjangkau untuk membantu meringankan pengeluaran rumah tangga. Berbagai komoditas kebutuhan sehari-hari tersedia dalam Pasar Murah, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, bawang merah, bawang putih, cabai, telur ayam, hingga daging ayam. Kehadiran pasar murah di tingkat desa diharapkan memudahkan warga memperoleh bahan pangan tanpa harus mengeluarkan biaya lebih besar. Gubernur Khofifah dalam keterangan tertulisnya, Kamis, mengatakan, peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan pembangunan daerah, tetapi juga menghadirkan kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. “Pasar Murah itu menjadi salah satu ikhtiar kami untuk membantu warga mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya. Dalam Pasar Murah kali ini, beras medium program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual Rp55 ribu per kemasan lima kilogram, sedangkan beras premium Rp70 ribu per kemasan lima kilogram. Komoditas lainnya meliputi gula pasir Rp14 ribu per kilogram, tepung terigu Rp10 ribu per kilogram, serta minyak goreng MinyaKita Rp13 ribu per liter. Bawang merah dan bawang putih masing-masing dijual Rp6 ribu per kemasan 250 gram, sementara cabai tersedia dengan harga Rp5 ribu per paket. Untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga, Pasar Murah juga menyediakan telur ayam ras seharga Rp20 ribu per pak. Daging ayam dijual dalam dua pilihan kemasan, yakni Rp32 ribu untuk kemasan besar dan Rp16 ribu untuk kemasan kecil. Khofifah menilai, keterjangkauan harga pangan memiliki peran penting dalam membantu keluarga mengatur pengeluaran sehari-hari. Ketika belanja kebutuhan pokok dapat ditekan, masyarakat memiliki ruang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan lainnya, termasuk pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan keluarga. “Kami ingin masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pangan dengan lebih mudah dan terjangkau. Ketika pengeluaran untuk kebutuhan pokok dapat dihemat, keluarga memiliki ruang untuk memenuhi kebutuhan penting lainnya,” tuturnya. Ia menjelaskan, Pasar Murah merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat. Melalui kegiatan yang digelar lebih dekat dengan permukiman warga, akses terhadap bahan pokok diharapkan semakin mudah, terutama bagi keluarga yang harus cermat mengatur pengeluaran rumah tangga. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Jatiadi dan wilayah sekitarnya. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kepedulian dan gotong royong dalam menjaga ketahanan pangan serta membantu masyarakat menghadapi dinamika harga kebutuhan pokok. “Semoga Pasar Murah itu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami ingin semangat Hari Jadi Jawa Timur dirasakan melalui manfaat yang nyata bagi keluarga-keluarga di Jawa Timur,” katanya. Selain menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau, Khofifah juga mengundi da menyerahkan sejumlah hadiah atau doorprize kepada warga yang hadir. Kegiatan itu menambah semarak rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur bersama masyarakat. Sementara manfaat Pasar Murah dirasakan langsung oleh warga yang datang berbelanja. Anis (24), salah seorang pengunjung, mengaku terbantu dengan harga berbagai kebutuhan pokok yang ditawarkan. Menurutnya, pasar murah memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan dengan pengeluaran yang lebih ringan.
  • Pemkot Surabaya Bakal Sulap TPS Taman Ketampon Jadi Ruang Terbuka Hijau
  • Suhu Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik Diprediksi Tembus 36 Derajat Celsius, BMKG Imbau Warga Waspada
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

© 2022 Spotnews.id

No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • TRENDING
  • BAZNAS JAWA TIMUR
    • BAZNAS KABUPATEN PACITAN
    • BAZNAS KABUPATEN TRENGGALEK
  • EKONOMI DAN BISNIS
    • SYARIAH
    • ENTREPRENEURSHIP
    • EKONOMI KREATIF
    • KEUANGAN
    • INVESTASI
    • PERTANIAN DAN PERKEBUNAN
    • BUMN
    • PANGAN
  • SENI BUDAYA & PENDIDIKAN
    • NUSANTARA
    • TRADISI
    • GALERI
    • FILM
    • SASTRA
    • RELIGI
    • SAINS
    • TEKNOLOGI
    • SOSOK
  • SOSIAL DAN POLITIK
    • PRESPEKTIF
    • HUKUM
    • BIROKRASI
    • KEBANGSAAN
    • KOMUNIKASI
    • PESANTREN
    • PEMILU
    • INKOPPOL
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • SPORT
  • E-KORAN SPOTNEWS

© 2022 Spotnews.id