Tulungagung,Spotnews.id- BAZNAS Kabupaten Tulungagung terus berinovasi dalam mewujudkan proses seleksi beasiswa yang berkualitas, objektif, dan transparan. Pada pelaksanaan seleksi Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Tahun 2026, BAZNAS Kabupaten Tulungagung untuk pertama kalinya menerapkan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang dilengkapi teknologi pendeteksi kecurangan (anti-cheating system). Tes tulis tersebut dilaksanakan di Gedung Laboratorium UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Selasa (22/7/2026).
Inovasi ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam menghadirkan proses seleksi yang profesional, akuntabel, serta memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh peserta. Melalui sistem CAT, hasil ujian sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan peserta tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun.
Ketua Panitia sekaligus Staf IT BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Ahmad Asrofi, menjelaskan bahwa aplikasi ujian telah dirancang dengan sistem keamanan berlapis yang mampu mendeteksi berbagai bentuk pelanggaran selama ujian berlangsung.
Menurutnya, saat peserta memasuki mode ujian, aplikasi akan otomatis berjalan dalam tampilan layar penuh (full screen) sehingga akses ke program lain tertutup sepenuhnya.
“Begitu peserta masuk ke dalam mode ujian, sistem akan langsung mengunci tampilan layar. Apabila peserta mencoba keluar dari aplikasi, membuka tab baru, menjalankan aplikasi lain, atau bahkan menekan tombol Windows pada keyboard, maka sistem akan otomatis mengakhiri ujian saat itu juga. Skor yang diperoleh langsung muncul di layar sehingga peserta yang melakukan pelanggaran akan langsung teridentifikasi oleh sistem,” jelas Asrofi.
Ia menambahkan, teknologi tersebut dirancang untuk menghilangkan peluang terjadinya kecurangan sekaligus menjaga integritas seluruh proses seleksi.
Tidak hanya mengandalkan sistem keamanan digital, aplikasi CAT juga menerapkan pengacakan (random) soal secara otomatis. Dengan demikian, setiap peserta memperoleh susunan dan urutan soal yang berbeda sehingga kemungkinan saling menyalin jawaban dapat diminimalkan.
“Setiap peserta menerima paket soal yang berbeda. Urutan maupun isi soal telah diacak oleh sistem sehingga masing-masing peserta benar-benar harus mengandalkan kemampuan sendiri dalam mengerjakan ujian,” tambahnya.
Asrofi menegaskan bahwa nilai tes tulis bukan menjadi satu-satunya dasar penentuan peserta yang lolos ke tahapan berikutnya. Hasil ujian akan dipadukan dengan hasil survei lapangan yang telah dilakukan sebelumnya oleh tim BAZNAS Kabupaten Tulungagung.
“Nilai ujian ini akan dikombinasikan dengan hasil survei lapangan yang sebelumnya telah dilakukan oleh tim BAZNAS. Kedua komponen tersebut akan diakumulasi menjadi nilai akhir sebagai dasar penentuan peserta yang berhak melaju ke tahap wawancara. Jadi seleksi ini tidak hanya melihat kemampuan akademik saat tes, tetapi juga mempertimbangkan kondisi dan hasil verifikasi lapangan,” ungkapnya.
Sebagai bentuk transparansi, sistem CAT memungkinkan peserta mengetahui nilai ujian secara langsung setelah menyelesaikan tes. Mekanisme ini memberikan kepastian bahwa proses penilaian dilakukan secara otomatis, objektif, dan terbuka.
Untuk menjaga konsentrasi peserta sekaligus mendukung kelancaran pelaksanaan ujian, seluruh telepon genggam dikumpulkan sebelum tes dimulai. Peserta hanya diperbolehkan membawa kertas kosong sebagai media mencatat dan air minum pribadi. Selama ujian berlangsung, pengawas juga aktif berkeliling memantau seluruh ruangan guna memastikan setiap peserta mengerjakan soal secara mandiri sesuai ketentuan.
Adapun materi yang diujikan meliputi kebaznasan, keislaman, wawasan kebangsaan, serta tes kemampuan dasar. Seluruh materi disusun untuk mengukur kompetensi akademik sekaligus wawasan dan karakter calon penerima beasiswa.
Melalui penerapan teknologi CAT yang dipadukan dengan sistem pengawasan digital dan pengawasan langsung di ruang ujian, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap proses seleksi Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Tahun 2026 dapat melahirkan penerima manfaat yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kejujuran, integritas, dan tanggung jawab. Langkah ini sekaligus menjadi wujud komitmen BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam menghadirkan tata kelola program beasiswa yang semakin modern, transparan, dan terpercaya bagi masyarakat.
(Laporan:Spotnews.id-RYn)






