Surabaya,Spotnews.id – Kopi Mahkota Raja terus berkembang sebagai salah satu produk kopi robusta premium karya santri Pondok Pesantren Mukmin Mandiri, Sidoarjo, Jawa Timur. Produk kopi ini diproduksi di pabrik milik Dr. Drs. KH. Muhammad Zakki, C.Med., S.H., M.Si., yang juga Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Mukmin Mandiri.
Dr. KH. Muhammad Zakki juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Fiskal dan Moneter KADIN Jawa Timur serta Ketua Umum PPEN (Perkumpulan Pengusaha Emas Nusantara). Di bawah pengelolaan pesantren, pengembangan industri kopi menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi sekaligus memberikan pengalaman kewirausahaan bagi para santri.
Kopi Mahkota Raja merupakan kopi robusta premium yang bahan bakunya berasal dari kebun sendiri di sejumlah daerah penghasil kopi, di antaranya Jember, Malang, dan Tulungagung. Pengelolaan dari hulu hingga proses produksi dilakukan untuk menjaga kualitas dan kontinuitas produk.
Dengan kapasitas produksi mencapai puluhan ton per bulan, Kopi Mahkota Raja terus memperluas jaringan pemasaran. Produk ini telah merata di berbagai wilayah Jawa Timur, meliputi Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Mojokerto, Madura, dan daerah sekitarnya.
Tidak hanya pasar domestik, Kopi Mahkota Raja juga telah menembus pasar internasional. Produk karya santri ini telah dipasarkan ke Malaysia, Dubai, hingga Australia.
Manager Marketing Mahkota Raja, Heru, mengatakan perluasan pasar terus dilakukan dengan tetap mengutamakan kualitas produk dan menjaga kepercayaan konsumen.
“Kami terus berupaya memperluas pasar Kopi Mahkota Raja, baik di wilayah Jawa Timur maupun ke daerah lainnya. Yang paling penting bagi kami adalah menjaga kualitas dan konsistensi produk, sehingga konsumen mendapatkan kopi dengan cita rasa yang tetap terjaga,” ujar Heru.
Menurutnya, potensi pasar kopi masih sangat besar. Karena itu, Mahkota Raja tidak hanya menyasar konsumen secara langsung, tetapi juga membuka peluang kerja sama dengan warung kopi, kafe, distributor, hingga pelaku usaha di berbagai daerah.
“Target kami bukan hanya memperluas penjualan, tetapi juga membangun jaringan pemasaran yang berkelanjutan. Kami ingin Kopi Mahkota Raja semakin dikenal sebagai produk kopi berkualitas yang lahir dari lingkungan pesantren,” tambahnya.
Pengembangan Kopi Mahkota Raja menjadi bagian dari konsep pesantren berbasis agrobisnis dan agroindustri yang dikembangkan Pondok Pesantren Mukmin Mandiri. Para santri tidak hanya mendapatkan pendidikan keagamaan, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam dunia usaha, mulai dari pengelolaan bahan baku, produksi, pengemasan hingga pemasaran.
Dengan kapasitas produksi puluhan ton per bulan dan jaringan pasar yang terus berkembang, Kopi Mahkota Raja menjadi salah satu contoh bagaimana potensi pesantren dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang produktif.
Dari kebun kopi di Jember, Malang dan Tulungagung, kemudian diproses di pabrik milik pesantren, Kopi Mahkota Raja kini hadir di berbagai wilayah Jawa Timur hingga menembus pasar internasional. Karya santri dari Sidoarjo tersebut pun terus membawa semangat kemandirian ekonomi pesantren ke pasar yang lebih luas.
(Laporan:Spotnews.id-Ryn)







