Sidoarjo,Spotnews.id – Setiap pagi, aktivitas para santri di Pondok Pesantren Mukmin Mandiri Agrobisnis dan Agroindustri Grahatirta, Waru, Sidoarjo, diawali dengan apel pagi dan doa bersama sebelum memulai pekerjaan.
Rutinitas tersebut menjadi bagian penting dalam kehidupan para santri. Mereka berkumpul bersama sebelum menjalankan aktivitas di berbagai unit usaha yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Mukmin Mandiri.
Apel pagi tidak hanya menjadi sarana pengarahan sebelum bekerja, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kedisiplinan, tanggung jawab dan kekompakan para santri. Setelah apel, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama agar seluruh aktivitas yang dilakukan dapat berjalan lancar dan mendapatkan keberkahan.
Salah satu santri, Malek, mengungkapkan bahwa kebiasaan apel pagi dan doa bersama memberikan pengalaman tersendiri bagi para santri, terutama dalam membentuk kedisiplinan sebelum menjalankan aktivitas.
“Bagi kami, apel pagi dan doa bersama menjadi kebiasaan yang sangat baik. Sebelum bekerja kami diingatkan untuk disiplin, bertanggung jawab dan selalu mengawali pekerjaan dengan doa. Di sini kami tidak hanya belajar agama, tetapi juga belajar bagaimana bekerja dan menjalankan usaha,” ujar Malek.
Usai apel dan doa bersama, para santri kemudian menjalankan tugas masing-masing. Mereka terlibat dalam berbagai kegiatan usaha, mulai dari pabrik air minum, produksi kopi Mahkota Raja hingga pengelolaan kos-kosan.
Unit-unit usaha tersebut berada di bawah naungan Pondok Pesantren Mukmin Mandiri yang diasuh Prof. Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., yang juga merupakan pemilik Pabrik Mahkota Raja. Beliau juga dikenal sebagai Dr. Drs. KH. Muhammad Zakki, C.Med., S.H., M.Si., Wakil Ketua Umum Bidang Fiskal dan Moneter KADIN Jawa Timur serta Ketua Umum PPEN (Perkumpulan Pengusaha Emas Nusantara).
Melalui kegiatan tersebut, para santri mendapatkan kesempatan untuk belajar secara langsung mengenai dunia kerja dan kewirausahaan. Mereka tidak hanya diberikan teori, tetapi juga dilibatkan dalam aktivitas usaha sehari-hari sehingga memiliki pengalaman praktis.
Menariknya, para santri yang bekerja juga mendapatkan gaji setiap bulan. Hal ini menjadi bagian dari pembelajaran agar santri memahami nilai kerja, tanggung jawab sekaligus kemandirian ekonomi.
Meski aktif bekerja, pendidikan agama tetap menjadi bagian utama kehidupan para santri. Setiap waktu subuh dan sore hari, mereka mengikuti kegiatan mengaji bersama para ustaz.
Sebagian santri juga melanjutkan pendidikan formal di perguruan tinggi, termasuk di perguruan tinggi negeri. Dengan demikian, para santri mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus keterampilan kerja dan kewirausahaan.
Konsep pendidikan yang diterapkan Pondok Pesantren Mukmin Mandiri tersebut memadukan agama, pendidikan, kedisiplinan, pekerjaan dan kewirausahaan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi para santri, pagi bukan sekadar awal untuk bekerja. Apel, doa bersama, kemudian menjalankan aktivitas usaha menjadi proses pembelajaran untuk membentuk pribadi yang disiplin, religius, mandiri dan siap menghadapi kehidupan di tengah masyarakat.
Melalui pola pendidikan tersebut, Pondok Pesantren Mukmin Mandiri terus berupaya mencetak santri yang tidak hanya memiliki bekal ilmu agama, tetapi juga mempunyai keterampilan, pengalaman kerja serta jiwa entrepreneur.
(Laporan:Spotnews.id-Ryn)







