Mojokerto, Spotnews.id – BAZNAS Kabupaten Mojokerto mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Program Z-Ifthar Ramadhan 1447 H / 2026 M dengan melakukan pengecekan lokasi kegiatan. Langkah awal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan tempat, alur pelaksanaan, serta dukungan dari berbagai pihak agar program berjalan optimal selama bulan suci Ramadhan.
Cek lokasi dilaksanakan pada Jumat, 6 Februari 2026, pukul 08.00 WIB. Program Z-Ifthar sendiri merupakan program nasional BAZNAS RI yang disinergikan dengan BAZNAS Kabupaten/Kota, dengan sasaran utama penerima manfaat Program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM).
Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Mojokerto Bidang Administrasi Umum dan SDM, MK. Muhailili, menjelaskan bahwa Z-Ifthar dirancang bukan sekadar sebagai bazar Ramadhan, melainkan sebagai strategi nyata penguatan ekonomi masyarakat, khususnya UMKM binaan.
“Z-Ifthar adalah program BAZNAS RI yang kita sinergikan di daerah. Sasarannya adalah penerima manfaat BMM, sehingga program ini menjadi bagian dari penguatan UMKM binaan yang sudah berjalan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan Z-Ifthar akan melibatkan kolaborasi antara pengurus BMM dan pemerintah desa setempat. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan ruang ekonomi baru yang lebih terorganisir dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Program ini kami rancang bersama pengurus BMM dan pemerintah desa, dengan harapan Z-Ifthar bisa menjadi pusat kegiatan ekonomi baru bagi UMKM setempat, bukan hanya kegiatan musiman,” jelas MK. Muhailili.
Dalam pelaksanaannya, setiap penerima manfaat akan memperoleh dukungan fasilitas usaha berupa tenda jualan serta bantuan pengungkit ekonomi sebesar Rp300 ribu per orang. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi modal awal untuk meningkatkan aktivitas perdagangan dan pendapatan pelaku usaha.
“Fasilitas tenda dan dukungan modal ini menjadi pendorong agar penerima manfaat bisa aktif berjualan dan merasakan dampak ekonomi secara langsung,” tambahnya.
Program Z-Ifthar direncanakan berlangsung minimal selama 20 hari sepanjang bulan Ramadhan. Dengan durasi tersebut, diharapkan terjadi perputaran ekonomi yang signifikan dan memberikan dampak berkelanjutan bagi UMKM.
Lebih lanjut, MK. Muhailili menyampaikan bahwa Z-Ifthar juga menjadi bagian dari penguatan Program Gen-Z (Gerakan Ekonomi Zakat) yang terus dikembangkan oleh BAZNAS Kabupaten Mojokerto.
“Z-Ifthar merupakan bagian dari ikhtiar kami dalam memperkuat Gerakan Ekonomi Zakat. Ke depan, tidak hanya penerima manfaat program yang terlibat, namun UMKM lain juga bisa ikut bergabung melalui koordinasi dengan penyelenggara. Harapannya, zakat benar-benar menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Melalui Program Z-Ifthar, BAZNAS Kabupaten Mojokerto berharap UMKM binaan memiliki ruang usaha yang lebih terarah, serta mampu mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru yang produktif di tingkat desa selama dan setelah Ramadhan.
(Sumber: Baznasmojokertp // CC: Spotnews.id – Iz)







