Sidoarjo, Spotnews.id – Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober menjadi waktu yang tepat untuk merenungkan kembali makna jihad santri, terutama di tengah gempuran teknologi kecerdasan buatan (AI) dan tumbuhnya generasi pengusaha muda. Kyai Zakki, seorang ulama dan pengasuh Pondok Pesantren Mukmin Mandiri, menyampaikan bahwa jihad santri hari ini tidak hanya berada di medan fisik, tetapi juga di dunia digital dan kewirausahaan.
“Di zaman sekarang, jihad santri harus mampu beradaptasi dengan teknologi tanpa kehilangan identitas moral dan spiritual. Gempuran AI yang semakin kuat memerlukan santri yang tidak hanya cerdas dalam ilmu agama, tetapi juga cakap dalam teknologi dan mampu menghadapinya dengan bijak,” ujar Kyai Zakki.
Menurut Kyai Zakki, tantangan zaman modern ini mengharuskan santri untuk mengambil peran lebih besar, baik dalam dunia pendidikan, teknologi, maupun dunia usaha. Di tengah kemajuan AI yang menggantikan banyak pekerjaan manusia, santri perlu menguasai keterampilan baru yang relevan, seperti teknologi digital, coding, dan pemasaran berbasis internet.
Namun, ia juga mengingatkan agar para santri yang menjadi pengusaha muda tidak tergoda oleh nafsu untuk sukses semata. “Jihad dalam berbisnis adalah tentang bagaimana menciptakan usaha yang bermanfaat, mengedepankan kejujuran, dan memberikan dampak positif kepada masyarakat. Pengusaha muda santri harus bisa jadi contoh dalam menjalankan bisnis yang beretika,” tambahnya.
Kyai Zakki menegaskan bahwa jihad para santri masa kini harus seimbang antara penguasaan ilmu agama, keterampilan teknologi, dan jiwa kewirausahaan yang berdampak luas bagi kesejahteraan umat. “Santri tidak hanya berjuang di madrasah, tapi juga di dunia nyata, melalui inovasi, bisnis, dan peran aktif di masyarakat. Inilah jihad yang sesungguhnya di era modern,” ujar Kyai Zakki dengan penuh semangat.
Dengan semangat Hari Santri Nasional, Kyai Zakki berharap santri tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pencipta dan penggerak inovasi yang membawa kemajuan. Para santri harus siap bersaing di dunia global tanpa kehilangan jati diri dan prinsip agama yang telah diwariskan para ulama.
Dengan semangat Hari Santri Nasional, Kyai Zakki mengajak seluruh masyarakat untuk lebih menghargai dan mendukung eksistensi pesantren sebagai benteng keilmuan dan karakter bangsa.
(Sumber: Spotnews.id – US)








