Nganjuk,Spotnews.id- Dalam wujud nyata solidaritas kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk menggelar kegiatan simbolis pemberangkatan bantuan bencana bagi saudara-saudara yang terdampak musibah di wilayah Aceh dan Sumatra. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen BAZNAS dalam merespons cepat berbagai persoalan kemanusiaan di tanah air.
Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari jajaran BAZNAS tingkat provinsi dan kabupaten. Hadir langsung Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., yang memberikan apresiasi tinggi atas gerak cepat dan kepedulian BAZNAS Kabupaten Nganjuk dalam menyalurkan dana zakat untuk kebutuhan kemanusiaan.
Dalam sambutannya, Prof. Ali Maschan Moesa menegaskan bahwa zakat tidak hanya dimaknai sebagai ibadah vertikal kepada Allah SWT, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat sebagai instrumen penguat ketahanan umat di tengah berbagai ujian kehidupan.
“Zakat adalah kekuatan umat. Ketika saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatra tertimpa musibah, maka kewajiban kita adalah hadir, tidak hanya melalui doa, tetapi juga aksi nyata. Inilah wajah Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dr. H. Zainal Arifan, M.Pd.I., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas tingginya antusiasme masyarakat Nganjuk dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi BAZNAS. Ia menjelaskan bahwa bantuan yang diberangkatkan merupakan hasil pengelolaan zakat para muzaki yang dengan penuh keikhlasan mempercayakan amanahnya kepada BAZNAS untuk disalurkan kepada para mustahik, termasuk korban bencana alam.
“Alhamdulillah, hari ini kami memberangkatkan paket bantuan berupa logistik, perlengkapan keluarga, serta kebutuhan dasar lainnya. Ini menjadi bukti bahwa zakat yang dikelola secara amanah mampu menjadi penolong di saat-saat sulit,” ujar Zainal Arifan.
Melalui gerakan “Zakat untuk Kemanusiaan”, BAZNAS Kabupaten Nganjuk tidak hanya menyalurkan bantuan material, tetapi juga meneguhkan nilai-nilai persaudaraan, empati, dan kebersamaan dalam menghadapi berbagai ujian hidup. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para korban serta menjadi cahaya harapan di tengah duka yang mereka alami.
(Laporan:Spotnews.id-Ryn)








