Surabaya, Spotnews.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Neo+ Sidoarjo, Rabu (4/2/2026).
Rakor ini dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Dr. H. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I.; Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur yang diwakili Analis Kebijakan Ahli Madya Kaboel Widodo, S.E., M.M.; Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si.; jajaran wakil ketua BAZNAS Jatim; serta pengurus UPZ BAZNAS se-Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menegaskan pentingnya zakat, infak, dan sedekah sebagai amalan berkelanjutan bagi umat Islam.
“Kita harus memiliki mesin pencetak pahala sejak di dunia. Mesin pencetak pahala itu adalah zakat, infak, sedekah, ditambah dengan wakaf. Maka jangan sampai kita meninggal sebelum memiliki mesin pencetak pahala,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus mendukung program-program BAZNAS, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. Kemenag, kata dia, mendorong seluruh Kantor Kementerian Agama dan madrasah di Jawa Timur untuk membentuk UPZ sebagai bagian dari legalitas penghimpunan zakat.
“Penggunaan dana zakat sepenuhnya untuk kemaslahatan umat, baik pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan, maupun pemberdayaan ekonomi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si. menyampaikan bahwa pengelolaan zakat memiliki dasar hukum yang kuat, mulai dari undang-undang, peraturan pemerintah, hingga instruksi presiden.
“Landasan hukumnya sudah sangat jelas. Untuk ASN, regulasinya berada di bawah Kementerian Agama. Dalam hal ini, BAZNAS berperan sebagai operator pelaksana,” jelasnya.
Prof. Ali Maschan optimistis penghimpunan zakat selama Ramadan 1447 H akan mengalami peningkatan signifikan. Jika pada Ramadan tahun lalu berhasil menghimpun sekitar Rp3,5 miliar, maka tahun ini BAZNAS Jatim menargetkan penghimpunan hingga Rp7 miliar.
Dana zakat tersebut akan dialokasikan untuk program-program prioritas, salah satunya santunan anak yatim. Setiap kabupaten ditargetkan dapat menjangkau sekitar 1.000 hingga 2.000 anak yatim.
“Masing-masing anak akan menerima paket bantuan berupa tas, buku, dan bantuan biaya pendidikan dengan nominal antara Rp150 ribu hingga Rp200 ribu,” tambahnya.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur yang diwakili Kaboel Widodo menyampaikan apresiasi atas peran strategis BAZNAS Provinsi Jawa Timur dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan, sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011, BAZNAS tidak hanya berfungsi menghimpun zakat, tetapi juga menumbuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam berzakat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur atas berbagai inisiatif dan kontribusi yang telah dilakukan,” ungkapnya.
Menjelang bulan suci Ramadan, ia mengajak seluruh UPZ untuk memanfaatkan momentum ini dengan menyusun strategi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah secara optimal agar target tahun 2026 dapat tercapai.
“Perkuat sinergi melalui dukungan kebijakan dan jadikan BAZNAS sebagai pilihan utama masyarakat dalam menunaikan zakat demi terwujudnya kesejahteraan bersama,” pungkasnya.
(Sumber: Baznasjatim // Cc: Spotnews.id – IZ)








