Mojokerto, Spotnews.id –Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai rapat rutin bulanan anggota Balai Ternak Kelompok Gembala Sejahtera yang digelar pada awal bulan ini. Kegiatan yang biasanya membahas evaluasi dan perkembangan usaha peternakan tersebut terasa lebih istimewa dengan hadirnya jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Mojokerto di tengah para anggota kelompok.
Rapat rutin ini menjadi wadah evaluasi sekaligus pemantauan perkembangan program balai ternak yang selama ini dijalankan oleh anggota kelompok. Kehadiran Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, bersama Wakil Ketua IV MK Muhalili memberikan motivasi tersendiri bagi para peternak untuk terus mengembangkan usaha mereka secara mandiri dan berkelanjutan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pendamping balai ternak, Ahmad Ali, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua Balai Ternak, Nuriyanto. Dalam pemaparannya, Nuriyanto menyampaikan kondisi terkini balai ternak beserta berbagai perkembangan yang berhasil dicapai oleh kelompok selama beberapa waktu terakhir.
Beberapa capaian yang disampaikan di antaranya peningkatan populasi domba, pengembangan pengolahan kohe atau limbah ternak, hingga inovasi pembuatan pakan kering untuk mendukung efisiensi peternakan. Selain itu, ia juga memaparkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi anggota, termasuk upaya meningkatkan produktivitas dan kekompakan dalam pengelolaan usaha ternak.
Dalam arahannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto menekankan pentingnya kesiapan kelompok dalam menghadapi momentum Iduladha tahun 2026. Menurutnya, kebutuhan hewan kurban yang berkualitas dan sesuai syariat menjadi peluang besar yang harus dipersiapkan sejak dini oleh para peternak lokal.
Ia juga menyampaikan komitmen BAZNAS Kabupaten Mojokerto untuk membantu mendukung pemasaran hewan kurban melalui jaringan para mudhoi atau pekurban yang selama ini bermitra dengan BAZNAS. Dukungan tersebut diharapkan mampu memperluas akses pasar bagi anggota kelompok sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.
Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Mojokerto, MK Muhalili, mengingatkan pentingnya menjaga soliditas kelompok sebagai fondasi utama keberhasilan program balai ternak. Ia juga mendorong anggota untuk terus berinovasi dalam pengolahan limbah ternak menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, seperti pupuk organik dan pupuk cair.
Menurutnya, pengelolaan limbah yang baik tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi anggota kelompok apabila dikembangkan secara optimal dan berkelanjutan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, penuh diskusi, dan antusiasme dari seluruh peserta. Rapat kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto sebagai bentuk harapan agar seluruh program pengembangan balai ternak dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Melalui sinergi yang terus terjalin antara Balai Ternak Gembala Sejahtera dan BAZNAS Kabupaten Mojokerto, diharapkan para peternak lokal semakin siap menghadapi kebutuhan hewan kurban sekaligus mampu meningkatkan kemandirian ekonomi berbasis peternakan di masa mendatang.
(Sumber: Baznaskabmojokerto // Cc: spotnews.id – iz)







