Surabaya, Spotnews.id- Di sebuah sudut Jalan Siwalankerto Utara 34, Surabaya, berdiri bengkel sederhana milik Bapak Nono Suparno. Sejak tahun 1984, beliau merintis usaha bengkel motor hanya bermodalkan kunci dan peralatan seadanya. Kala itu, banyak warga sekitar bahkan meragukan keberadaan bengkelnya sebagai bengkel sungguhan karena fasilitas yang sangat terbatas.
Namun, perjalanan panjang penuh kesabaran itu kini membuahkan hasil. Bengkel Pak Nono bertransformasi setelah menerima bantuan Program Z-Auto tahap kedua dari BAZNAS Jawa Timur. Berkat program tersebut, ia kini memiliki peralatan lebih lengkap, persediaan bahan yang memadai, hingga dukungan distributor oli yang rutin mengirimkan stok langsung ke bengkelnya.
“Dulu saya hanya bisa menerima servis sederhana dengan alat seadanya. Sekarang alhamdulillah, bengkelnya jadi lebih hidup. Pendapatan juga ikut meningkat,” ungkap Pak Nono penuh syukur.
Perubahan itu membuat kesibukan kian terasa. Setiap hari, motor-motor datang silih berganti untuk diperbaiki atau sekadar ganti oli. Meski sempat kewalahan karena harus bekerja sendiri, semangat Pak Nono tidak surut. Pendamping program bahkan mengingatkan agar ia tetap menjaga kesehatan di tengah derasnya permintaan pelanggan.
Kini, bengkel Pak Nono tidak hanya menjadi tempat perbaikan kendaraan, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana zakat yang dikelola dengan baik mampu mendorong kesejahteraan. Dari usaha kecil yang dulu dipandang sebelah mata, kini lahir bengkel yang lebih mandiri dan bermanfaat bagi keluarga serta masyarakat sekitar.
(Laporan:Spotnews.id-Ryn)








