NGAWI, Spotnews.id – Pemerintah Kabupaten Ngawi bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ngawi menyalurkan bantuan kepada korban bencana alam angin kencang dan hujan deras yang terjadi di Desa Krandekan, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi. Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, kepada korban terdampak, Bapak Samsudin, pada Selasa (7/10/2025).
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu malam (5/10) sekitar pukul 20.00 WIB. Rumah milik Samsudin yang terbuat dari kayu dan bambu roboh diterpa badai. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Samsudin beserta istri dan dua anaknya berhasil selamat.
“Saya sempat panik, anginnya seperti meraung-raung, atap langsung terbang dan dinding runtuh. Kami hanya bisa berlindung di sudut rumah sambil berdoa,” ungkap Samsudin (74), warga RT 002 RW 002, dengan suara bergetar saat ditemui.
Merespons cepat, Pemkab Ngawi bersama Baznas menyalurkan berbagai bantuan kebutuhan mendesak seperti selimut, pakaian ganti, makanan siap saji, serta material bangunan seperti semen dan kayu.
“Ini adalah bentuk solidaritas kita sebagai keluarga besar Ngawi. Baznas hadir untuk meringankan beban saudara kita yang tertimpa musibah, sesuai amanah zakat yang harus segera disalurkan kepada yang berhak,” ujar Wakil Bupati Dwi Rianto saat menyerahkan bantuan.
Penyerahan bantuan dilakukan secara sederhana di halaman rumah Samsudin yang kini hanya tertutup terpal darurat. Suasana haru menyelimuti momen tersebut. Samsudin bahkan tak mampu menahan air mata saat menyampaikan rasa terima kasihnya.
“Alhamdulillah, bantuan ini seperti cahaya di tengah kegelapan. Saya bisa mulai bangun lagi rumah untuk anak-anak saya,” tuturnya.
Ketua Baznas Ngawi, Samsul Hadi, menegaskan bahwa lembaganya akan terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah kepada warga yang membutuhkan, terutama korban bencana.
“Tahun ini, Baznas Ngawi telah menyalurkan bantuan ke lebih dari 300 mustahik, termasuk korban banjir dan angin topan. Kami ajak masyarakat untuk terus berzakat agar tali asih ini tidak terputus,” ujarnya.
Wakil Bupati juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang makin sering terjadi akibat perubahan iklim. Pemkab Ngawi, katanya, akan memperkuat program mitigasi bencana di desa-desa rawan.
“Mari kita gotong royong, jangan biarkan saudara kita sendirian menghadapi cobaan,” pesannya.
Kisah Samsudin menjadi bukti bahwa di balik musibah, ada kekuatan solidaritas dan kepedulian yang mampu membangkitkan harapan baru. Pemkab Ngawi dan Baznas berkomitmen untuk terus hadir bagi warga yang tertimpa musibah.







