Spotnews.id – Sidoarjo, Semangat pemberdayaan perempuan desa kembali menggeliat di Desa Ganggang Panjang, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Sebanyak 15 ibu rumah tangga anggota PKK RW 1 antusias mengikuti pelatihan produksi Eco-Antimosco, pengusir nyamuk berbahan dasar herbal lokal, pada Sabtu (1/11).
Program ini digagas oleh tim dosen Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM). Kegiatan dipimpin oleh Dr. Sugiantoro, M.Pd., selaku Ketua Tim Pelaksana dan ahli dalam bidang Sosiologi dan Kearifan Lokal, serta melibatkan Aulia Bayu Yushila, S.TP., M.T. (bidang Teknologi Industri Pertanian) dan Heri Cahyo Bagus Setiawan, S.Pd.I., M.SM. (bidang Kewirausahaan dan Manajemen Bisnis). Dua mahasiswa, Muhammad Mu’ammar Khoiruddin dan Delima Febriyanti, turut berperan sebagai fasilitator pendamping.
Pelatihan juga menghadirkan narasumber utama, Diwyacitta Antya Putri, S.TP., M.Sc., M.P., dari Fakultas Ketahanan Pangan Unesa yang memaparkan potensi tanaman obat keluarga (toga) seperti daun pepaya, serai, dan salam sebagai bahan aktif alami dari perspektif ilmu pangan modern.
“Produk herbal seperti Eco-Antimosco bukan sekadar solusi kesehatan, tetapi juga peluang usaha bagi ibu rumah tangga,” ujar Dr. Sugiantoro dalam sambutannya. Ia menegaskan pentingnya peran perempuan desa dalam menghadirkan inovasi ramah lingkungan yang bernilai tambah, berpijak pada pengetahuan lokal yang diwariskan turun-temurun.
Suasana pelatihan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta belajar langsung cara meracik bahan alami menjadi pengusir nyamuk yang aman bagi keluarga dan lingkungan. Selain praktik produksi, mereka juga mendapatkan pelatihan pengemasan dan pemasaran produk, dengan penekanan pada pentingnya branding dan jejaring usaha mikro, sebagaimana dijelaskan oleh Heri Cahyo Bagus Setiawan.
Ketua PKK RW 1, Ibu Kujannah, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Pelatihan ini membuka wawasan baru. Bahan yang selama ini hanya jadi bumbu dapur, ternyata bisa punya nilai jual,” ujarnya.
Salah satu peserta bahkan mengaku termotivasi untuk menjadikan produk ini sebagai usaha rumahan.
“Kalau dikemas dengan baik, bisa jadi usaha sampingan,” tuturnya dengan semangat.
Kegiatan diakhiri dengan komitmen tim UNESA untuk melakukan pendampingan berkelanjutan bagi para ibu PKK. Harapannya, Eco-Antimosco dapat berkembang menjadi produk unggulan Desa Ganggang Panjang, sekaligus model pemberdayaan desa berbasis riset dan kearifan lokal yang bisa direplikasi di wilayah lain.
Program ini tidak hanya memperkuat ketahanan kesehatan dan ekonomi keluarga, tetapi juga menumbuhkan literasi pangan serta semangat inovasi bisnis lokal yang berkelanjutan.
*) Alya NainawaTsaqifah, penulis adalah mahasiswa semester 5 Pendidikan IPS Unesa dan anggota tim pelaksana pengabdian
(Sumber: UNESA -Alya // Spotnews.id – Iz)








