Ngawi, Spotnews.id – Kepercayaan masyarakat terhadap kinerja BAZNAS Kabupaten Ngawi terus menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Hal itu tercermin dari capaian penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang mencapai Rp4,9 miliar dari para muzakki.
Ketua BAZNAS Ngawi, Samsul Hadi, mengatakan capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya partisipasi publik sekaligus menguatkan posisi zakat sebagai instrumen strategis dalam pembangunan sosial dan ekonomi daerah.
“Dana yang terhimpun kami salurkan melalui program-program kemanusiaan yang terukur. Alokasi pendidikan mencapai 48 persen, sementara sektor ekonomi sebesar 52 persen, dirancang secara seimbang dan berkelanjutan,” ujarnya, Senin (12/1/2026).
Melalui skema distribusi tersebut, BAZNAS Ngawi mencatat program pengentasan kemiskinan telah menjangkau sekitar 11 ribu jiwa, terutama kelompok rentan yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan dan tepat sasaran.
Pada 2025, BAZNAS Ngawi juga menargetkan peningkatan penghimpunan ZIS hingga Rp6 miliar. Target ini dibarengi penguatan program pemberdayaan ekonomi umat yang difokuskan pada masyarakat desil menengah ke bawah.
Samsul menjelaskan, penguatan ekonomi diarahkan bagi masyarakat Desil 3, 4, dan 5. Sementara itu, kelompok Desil 1 dan 2 tetap memperoleh perlindungan sosial berupa santunan rutin bulanan sebesar Rp300 ribu. Bantuan tersebut ditujukan sebagai penyangga kebutuhan dasar, sekaligus membuka jalan bagi peningkatan kapasitas ekonomi mustahik agar tidak terjebak dalam kerentanan jangka panjang.
Selain program sosial dan ekonomi, pada tahun yang sama BAZNAS Ngawi juga mendapat amanah penguatan lumbung pangan seluas satu hektare melalui koordinasi lintas sektor bersama Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi. Penunjukan tersebut sejalan dengan arahan BAZNAS RI, dengan mandat utama pendampingan mustahik dalam pengelolaan lahan produktif secara mandiri.
Dalam pelaksanaannya, mustahik akan difasilitasi lahan sewa untuk digarap, dengan hasil pertanian diharapkan mampu meningkatkan pendapatan sekaligus memperbaiki taraf hidup keluarga.
Seluruh program BAZNAS Ngawi berpijak pada Asta Cita, dengan menjadikan zakat sebagai instrumen strategis pengentasan kemiskinan melalui sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, menuju transformasi mustahik menjadi muzaki.
Sebagai wujud komitmen di bidang pendidikan, sepanjang 2025 BAZNAS Ngawi juga telah menyalurkan beasiswa kepada 40 mahasiswa, menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan ekonomi harus berjalan seiring dengan penguatan kualitas sumber daya manusia.
(Sumber: BaznasNgawi // Spotnews.id – Us)








